{"id":12898,"date":"2026-06-08T18:15:50","date_gmt":"2026-06-08T11:15:50","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/dan-mereka-mengenal-keduanya-sebagai-pengikut-yesus-kisah-para-rasul-413\/"},"modified":"2026-06-08T18:15:51","modified_gmt":"2026-06-08T11:15:51","slug":"dan-mereka-mengenal-keduanya-sebagai-pengikut-yesus-kisah-para-rasul-413","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/dan-mereka-mengenal-keduanya-sebagai-pengikut-yesus-kisah-para-rasul-413\/","title":{"rendered":"Banyak orang yang tewas karena mati terbunuh, sebab pertempuran itu adalah dari pada Allah. [1 Taw 5:22]"},"content":{"rendered":"<button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Prajurit, yang berjuang di bawah panji-panji Tuhan Yesus, amati ayat ini dengan sukacita yang kudus, karena seperti terjadi di hari-hari lalu terjadilah juga sekarang, jika perang berasal dari Allah maka kemenangan adalah pasti. Anak-anak Ruben, orang Gad dan setengah suku Manasye hampir tidak bisa mengumpulkan empat puluh lima ribu prajurit, namun dalam perang mereka dengan Hagri, mereka membunuh &quot;manusia, seratus ribu jiwa,&quot; [1 Taw 5:21] &quot;sebab mereka telah berseru kepada Allah dalam pertempuran itu. Maka Ia mengabulkan permintaan mereka, sebab mereka percaya kepada-Nya.&quot; [1 Taw 5:20] Tuhan menyelamatkan tidak berdasarkan jumlah yang banyak atau sedikit; adalah keputusan kita untuk maju dalam nama TUHAN walaupun kita hanya segelintir orang, karena Tuhan semesta alam beserta kita sebagai Kapten kita. Mereka tidak mengabaikan perisai, dan pedang, dan busur, tapi tidak juga mereka menaruh kepercayaan mereka pada senjata-senjata tersebut; kita harus menggunakan segala cara yang patut, tapi keyakinan kita harus bersandar pada Tuhan saja, karena Ia adalah pedang dan perisai umat-Nya. Alasan utama keberhasilan mereka yang luar biasa terletak pada kenyataan bahwa &quot;pertempuran itu adalah dari pada Allah.&quot; [1 Taw 5:22] Kekasih, dalam pertempuran melawan dosa dari luar maupun dari dalam, dengan kesalahan doktrinal atau praktis, dengan roh-roh jahat di tempat-tempat tinggi atau tempat-tempat rendah, dengan setan dan sekutu setan, engkau melaksanakan perang TUHAN, dan kecuali Ia sendiri dapat dikalahkan, engkau tidak perlu takut kalah. Jangan takut akan jumlah yang lebih besar, jangan ciut karena kesulitan atau kemustahilan, jangan mundur karena luka atau kematian, pukul dengan pedang Roh bermata dua, dan yang terbunuh akan terbaring di timbunan. Pertempuran itu adalah milik Tuhan dan Dia akan menyerahkan musuh-musuhnya ke dalam tangan kita. Dengan kaki teguh, tangan yang kuat, jantung yang gigih, dan semangat menyala, bergegaslah ke area perang, dan tentara kejahatan akan diterbangkan seperti sekam diterbangkan badai. RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button>\n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\">Prajurit, yang berjuang di bawah panji-panji Tuhan Yesus, amati ayat ini dengan sukacita yang kudus, karena seperti terjadi di hari-hari lalu terjadilah juga sekarang, jika perang berasal dari Allah maka kemenangan adalah pasti. Anak-anak Ruben, orang Gad dan setengah suku Manasye hampir tidak bisa mengumpulkan empat puluh lima ribu prajurit, namun dalam perang mereka dengan Hagri, mereka membunuh &#8220;manusia, seratus ribu jiwa,&#8221; [<a href=\"https:\/\/alkitab.sabda.org\/?1%20Taw%205:21\">1 Taw 5:21<\/a>] &#8220;sebab mereka telah berseru kepada Allah dalam pertempuran itu. Maka Ia mengabulkan permintaan mereka, sebab mereka percaya kepada-Nya.&#8221; [<a href=\"https:\/\/alkitab.sabda.org\/?1%20Taw%205:20\">1 Taw 5:20<\/a>] Tuhan menyelamatkan tidak berdasarkan jumlah yang banyak atau sedikit; adalah keputusan kita untuk maju dalam nama TUHAN walaupun kita hanya segelintir orang, karena Tuhan semesta alam beserta kita sebagai Kapten kita. Mereka tidak mengabaikan perisai, dan pedang, dan busur, tapi tidak juga mereka menaruh kepercayaan mereka pada senjata-senjata tersebut; kita harus menggunakan segala cara yang patut, tapi keyakinan kita harus bersandar pada Tuhan saja, karena Ia adalah pedang dan perisai umat-Nya. Alasan utama keberhasilan mereka yang luar biasa terletak pada kenyataan bahwa &#8220;pertempuran itu adalah dari pada Allah.&#8221; [<a href=\"https:\/\/alkitab.sabda.org\/?1%20Taw%205:22\">1 Taw 5:22<\/a>] Kekasih, dalam pertempuran melawan dosa dari luar maupun dari dalam, dengan kesalahan doktrinal atau praktis, dengan roh-roh jahat di tempat-tempat tinggi atau tempat-tempat rendah, dengan setan dan sekutu setan, engkau melaksanakan perang TUHAN, dan kecuali Ia sendiri dapat dikalahkan, engkau tidak perlu takut kalah. Jangan takut akan jumlah yang lebih besar, jangan ciut karena kesulitan atau kemustahilan, jangan mundur karena luka atau kematian, pukul dengan pedang Roh bermata dua, dan yang terbunuh akan terbaring di timbunan. Pertempuran itu adalah milik Tuhan dan Dia akan menyerahkan musuh-musuhnya ke dalam tangan kita. Dengan kaki teguh, tangan yang kuat, jantung yang gigih, dan semangat menyala, bergegaslah ke area perang, dan tentara kejahatan akan diterbangkan seperti sekam diterbangkan badai.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Prajurit, yang berjuang di bawah panji-panji Tuhan Yesus, amati ayat ini dengan sukacita yang kudus, karena seperti terjadi di hari-hari lalu terjadilah juga sekarang, jika perang berasal dari Allah maka kemenangan adalah pasti. Anak-anak Ruben, orang Gad dan setengah suku Manasye hampir tidak bisa mengumpulkan empat puluh lima ribu prajurit, namun dalam perang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-12898","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":{"id":12887,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=768%2C510&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg"},"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=1024%2C680&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"30","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12898","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12898"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12898\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":69063,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12898\/revisions\/69063"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12898"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12898"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12898"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}