{"id":12913,"date":"2025-08-15T18:16:54","date_gmt":"2025-08-15T11:16:54","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/sebab-sama-seperti-kami-mendapat-bagian-berlimpah-limpah-dalam-kesengsaraan-kristus-demikian-pula-oleh-kristus-kami-menerima-penghiburan-berlimpah-limpah-2-korintus-115\/"},"modified":"2025-08-15T18:16:56","modified_gmt":"2025-08-15T11:16:56","slug":"sebab-sama-seperti-kami-mendapat-bagian-berlimpah-limpah-dalam-kesengsaraan-kristus-demikian-pula-oleh-kristus-kami-menerima-penghiburan-berlimpah-limpah-2-korintus-115","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/sebab-sama-seperti-kami-mendapat-bagian-berlimpah-limpah-dalam-kesengsaraan-kristus-demikian-pula-oleh-kristus-kami-menerima-penghiburan-berlimpah-limpah-2-korintus-115\/","title":{"rendered":"Menjelang senja Ishak sedang keluar untuk berjalan-jalan di padang. [Kejadian 24:63]"},"content":{"rendered":"<button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Sangat mengagumkan kegiatannya. Jika mereka yang menghabiskan waktu dengan berkumpul malas-malasan, membaca ringan, dan waktu luang tak berguna, kiranya dapat mempelajari hikmat, mereka dapat menemukan lingkungan yang lebih menguntungkan dan persekutuan yang lebih menarik dalam perenungan daripada di dalam kesia-siaan yang sekarang menjadi daya tarik bagi mereka. Kita seharusnya tahu lebih banyak, hidup lebih dekat dengan Allah, dan bertumbuh dalam anugerah, kalau saja kita lebih sendirian. Perenungan membuat kita berefleksi dan memetik gizi yang sebenarnya dari makanan mental yang terkumpul dari tempat lain. Ketika Yesus adalah temanya, perenungan tentunya manis. Ishak menemukan Ribka ketika bersekutu di dalam perenungan pribadi; dan banyak orang menemukan kekasih terbaiknya di sana. Sangat mengagumkan pilihan tempatnya. Di padang kita memiliki ruang belajar dengan buku pelajaran di sekelilingnya untuk kita pelajari. Dari pohon ara hingga hisop, dari tingginya burung rajawali hingga rendahnya kicauan belalang, dari birunya bentangan surga hingga tetesan embun, segalanya dipenuhi pelajaran, dan ketika mata kita terbuka secara ilahi, pelajaran-pelajaran tersebut dengan sekejap berada pada pikiran kita dengan lebih jelas lebih daripada yang tertulis pada buku-buku. Ruang-ruang kecil kita tidak sesehat, sesugestif, sependapat, maupun seinspiratif padang-padang. Marilah kita tidak menganggap apapun biasa saja atau haram, tetapi rasakan bahwa segala ciptaan menunjukkan kepada Pencipta mereka, dan padang langsung dikuduskan. Sangat mengagumkan waktunya. Waktu saat matahari terbenam seperti menarik cadar siang hari, serasi dengan kesunyian jiwa ketika ciptaan fana menyerahkan dirinya kepada sukacita persekutuan surgawi. Keagungan matahari terbenam membangkitkan rasa takjub kita, dan kehikmatan saat menjelang malam membangunkan rasa kagum kita. Jika urusan hari ini memungkinkan, akan sangat baik, hai pembaca, jika engkau dapat meluangkan satu jam untuk berjalan di padang saat senja, tetapi jika tidak, Tuhan berada di kota juga, dan akan bertemu dengan engkau di dalam kamarmu atau di jalan yang berdesakan. Biarlah hatimu pergi untuk bertemu Dia. RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button>\n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\"><i>Sangat mengagumkan kegiatannya.<\/i> Jika mereka yang menghabiskan waktu dengan berkumpul malas-malasan, membaca ringan, dan waktu luang tak berguna, kiranya dapat mempelajari hikmat, mereka dapat menemukan lingkungan yang lebih menguntungkan dan persekutuan yang lebih menarik dalam perenungan daripada di dalam kesia-siaan yang sekarang menjadi daya tarik bagi mereka. Kita seharusnya tahu lebih banyak, hidup lebih dekat dengan Allah, dan bertumbuh dalam anugerah, kalau saja kita lebih sendirian. Perenungan membuat kita berefleksi dan memetik gizi yang sebenarnya dari makanan mental yang terkumpul dari tempat lain. Ketika Yesus adalah temanya, perenungan tentunya manis. Ishak menemukan Ribka ketika bersekutu di dalam perenungan pribadi; dan banyak orang menemukan kekasih terbaiknya di sana. <i>Sangat mengagumkan pilihan tempatnya.<\/i> Di padang kita memiliki ruang belajar dengan buku pelajaran di sekelilingnya untuk kita pelajari. Dari pohon ara hingga hisop, dari tingginya burung rajawali hingga rendahnya kicauan belalang, dari birunya bentangan surga hingga tetesan embun, segalanya dipenuhi pelajaran, dan ketika mata kita terbuka secara ilahi, pelajaran-pelajaran tersebut dengan sekejap berada pada pikiran kita dengan lebih jelas lebih daripada yang tertulis pada buku-buku. Ruang-ruang kecil kita tidak sesehat, sesugestif, sependapat, maupun seinspiratif padang-padang. Marilah kita tidak menganggap apapun biasa saja atau haram, tetapi rasakan bahwa segala ciptaan menunjukkan kepada Pencipta mereka, dan padang langsung dikuduskan. <i>Sangat mengagumkan waktunya.<\/i> Waktu saat matahari terbenam seperti menarik cadar siang hari, serasi dengan kesunyian jiwa ketika ciptaan fana menyerahkan dirinya kepada sukacita persekutuan surgawi. Keagungan matahari terbenam membangkitkan rasa takjub kita, dan kehikmatan saat menjelang malam membangunkan rasa kagum kita. Jika urusan hari ini memungkinkan, akan sangat baik, hai pembaca, jika engkau dapat meluangkan satu jam untuk berjalan di padang saat senja, tetapi jika tidak, Tuhan berada di kota juga, dan akan bertemu dengan engkau di dalam kamarmu atau di jalan yang berdesakan. Biarlah hatimu pergi untuk bertemu Dia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Sangat mengagumkan kegiatannya. Jika mereka yang menghabiskan waktu dengan berkumpul malas-malasan, membaca ringan, dan waktu luang tak berguna, kiranya dapat mempelajari hikmat, mereka dapat menemukan lingkungan yang lebih menguntungkan dan persekutuan yang lebih menarik dalam perenungan daripada di dalam kesia-siaan yang sekarang menjadi daya tarik bagi mereka. Kita seharusnya tahu lebih banyak, hidup [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-12913","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":{"id":12887,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=768%2C510&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg"},"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=1024%2C680&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"151","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12913","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12913"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12913\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":68056,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12913\/revisions\/68056"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12913"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12913"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12913"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}