{"id":13018,"date":"2026-06-11T18:16:00","date_gmt":"2026-06-11T11:16:00","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/dan-tentang-belanjanya-raja-selalu-memberikannya-kepadanya-sekadar-yang-perlu-tiap-tiap-hari-selama-hidupnya-2-raja-raja-2530\/"},"modified":"2026-06-11T18:16:01","modified_gmt":"2026-06-11T11:16:01","slug":"dan-tentang-belanjanya-raja-selalu-memberikannya-kepadanya-sekadar-yang-perlu-tiap-tiap-hari-selama-hidupnya-2-raja-raja-2530","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/dan-tentang-belanjanya-raja-selalu-memberikannya-kepadanya-sekadar-yang-perlu-tiap-tiap-hari-selama-hidupnya-2-raja-raja-2530\/","title":{"rendered":"Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita. [1Yoh 4:19]"},"content":{"rendered":"<button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Tidak ada terang di planet ini kecuali yang keluar dari matahari; demikian tidak ada kasih yang sejati kepada Yesus dalam hati, kecuali yang berasal dari Tuhan Yesus sendiri. Dari mata air kasih Tuhan yang meluap dan tidak terbatas ini, terpancarlah seluruh kasih kita kepada Tuhan. Selamanya adalah suatu kebenaran yang agung dan pasti, bahwa kita mengasihi Dia hanya karena Dia lebih dahulu mengasihi kita. Kasih kita kepada-Nya murni adalah buah dari kasih-Nya kepada kita. Kekaguman yang dingin, ketika mempelajari pekerjaan Tuhan, dapat dimiliki siapa saja, tetapi cinta yang hangat hanya bisa disulut di dalam hati oleh Roh Allah. Betapa ajaibnya bahwa kita pun dimampukan untuk mengasihi Yesus! Betapa mengagumkannya, bahwa ketika kita memberontak melawan-Nya, Dia tetap, dengan pertunjukan kasih yang menakjubkan, berusaha untuk menarik kita kembali. Tidak! Tidak pernah kita mempunyai sebutir cinta terhadap Tuhan, kecuali itu telah ditaburkan di dalam kita dari benih kasih-Nya yang manis kepada kita. Memang, induk dari kasih adalah kasih Allah yang dicurahkan ke dalam hati [kita]: tetapi sesudah kasih itu lahir secara ilahi, kasih harus dipelihara secara ilahi. Kasih itu eksotis; ia bukanlah tanaman yang akan berkembang secara alamiah pada tanah manusia, ia harus disirami dari atas. Kasih kepada Yesus bagai sebuah bunga yang sifatnya begitu lembut, jika ia hanya mendapatkan makanan dari batu karang hati kita, ia akan segera layu. Sebagaimana kasih datang dari surga, demikian pula ia harus diberi makan roti surgawi. Ia tidak dapat bertahan dalam padang gurun, kecuali ia diberi makan manna dari tempat tinggi. Kasih harus diberi makan kasih. Jiwa dan kehidupan dari kasih kita kepada Allah adalah kasih Allah kepada kita. RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button>\n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\">Tidak ada terang di planet ini kecuali yang keluar dari matahari; demikian tidak ada kasih yang sejati kepada Yesus dalam hati, kecuali yang berasal dari Tuhan Yesus sendiri. Dari mata air kasih Tuhan yang meluap dan tidak terbatas ini, terpancarlah seluruh kasih kita kepada Tuhan. Selamanya adalah suatu kebenaran yang agung dan pasti, bahwa kita mengasihi Dia hanya karena Dia lebih dahulu mengasihi kita. Kasih kita kepada-Nya murni adalah buah dari kasih-Nya kepada kita. Kekaguman yang dingin, ketika mempelajari pekerjaan Tuhan, dapat dimiliki siapa saja, tetapi cinta yang hangat hanya bisa disulut di dalam hati oleh Roh Allah. Betapa ajaibnya bahwa kita pun dimampukan untuk mengasihi Yesus! Betapa mengagumkannya, bahwa ketika kita memberontak melawan-Nya, Dia tetap, dengan pertunjukan kasih yang menakjubkan, berusaha untuk menarik kita kembali. Tidak! Tidak pernah kita mempunyai sebutir cinta terhadap Tuhan, kecuali itu telah ditaburkan di dalam kita dari benih kasih-Nya yang manis kepada kita. Memang, induk dari kasih adalah kasih Allah yang dicurahkan ke dalam hati [kita]: tetapi sesudah kasih itu lahir secara ilahi, kasih harus <i>dipelihara secara ilahi<\/i>. Kasih itu eksotis; ia bukanlah tanaman yang akan berkembang secara alamiah pada tanah manusia, ia harus disirami dari atas. Kasih kepada Yesus bagai sebuah bunga yang sifatnya begitu lembut, jika ia hanya mendapatkan makanan dari batu karang hati kita, ia akan segera layu. Sebagaimana kasih datang dari surga, demikian pula ia harus diberi makan roti surgawi. Ia tidak dapat bertahan dalam padang gurun, kecuali ia diberi makan manna dari tempat tinggi. Kasih harus diberi makan kasih. Jiwa dan kehidupan dari kasih kita kepada Allah adalah kasih Allah kepada kita.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Tidak ada terang di planet ini kecuali yang keluar dari matahari; demikian tidak ada kasih yang sejati kepada Yesus dalam hati, kecuali yang berasal dari Tuhan Yesus sendiri. Dari mata air kasih Tuhan yang meluap dan tidak terbatas ini, terpancarlah seluruh kasih kita kepada Tuhan. Selamanya adalah suatu kebenaran yang agung dan pasti, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-13018","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":{"id":12887,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=768%2C510&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg"},"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=1024%2C680&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"23","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13018","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13018"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13018\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":69081,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13018\/revisions\/69081"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13018"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=13018"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=13018"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}