{"id":13036,"date":"2026-06-13T18:15:51","date_gmt":"2026-06-13T11:15:51","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/aku-telah-belajar-mencukupkan-diri-dalam-segala-keadaan-filipi-411\/"},"modified":"2026-06-13T18:15:52","modified_gmt":"2026-06-13T11:15:52","slug":"aku-telah-belajar-mencukupkan-diri-dalam-segala-keadaan-filipi-411","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/aku-telah-belajar-mencukupkan-diri-dalam-segala-keadaan-filipi-411\/","title":{"rendered":"Dan barangsiapa yang mau, hendaklah ia mengambil air kehidupan dengan cuma-cuma. [Wah 22:17]"},"content":{"rendered":"<button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Yesus berkata, &quot;ambil dengan cuma-cuma.&quot; Dia tidak ingin ada bayaran atau persiapan. Dia tidak mencari izin masuk dari kesalehan emosi kita. Jika engkau tidak merasa baik, asalkan engkau bersedia, engkau diundang; oleh karena itu datanglah! Engkau tidak percaya dan tidak ada pertobatan,\u2014datang kepada-Nya, dan Dia akan memberikannya kepada engkau. Datang sebagai dirimu sendiri, dan ambil secara &quot;Cuma-cuma,&quot; tanpa uang dan tanpa harga. Dia memberikan diri-Nya untuk orang-orang yang tidak mampu. Pancuran air minum yang berada di sudut-sudut jalan kita [di Inggris] adalah fasilitas yang berharga; dan sulit untuk kita bayangkan ada seorang yang begitu bodohnya hingga ia meraba-raba dompetnya, ketika ia berdiri di depan salah satu pancuran air, dan berteriak, &quot;Aku tidak bisa minum karena aku tidak memiliki lima poundsterling di kantongku.&quot; Seberapapun malangnya orang itu, di sana ada pancuran air, dan ia dapat meminum air tersebut begitu saja. Pelancong yang haus, ketika mereka lewat, apakah mereka mengenakan fustian atau broadcloth, tidak mencari surat perintah untuk meminumnya; adanya pancuran air di sana adalah &quot;surat perintah&quot; mereka untuk meminumnya secara cuma-cuma. Kemurahan dari kawan-kawan baik telah menjadi kristal yang menyegarkan dan kita menerimanya, dan tidak mempertanyakannya. Mungkin satu-satunya orang yang harus pergi dengan haus melalui jalan di mana ada pancuran air minum, adalah wanita dan pria angkuh yang berada di kereta angkutan mereka. Mereka sangat haus, tetapi berpikir tidak mau kelihatan begitu vulgar untuk turun dan minum. Ini akan merendahkan derajat mereka, mereka pikir, untuk minum di pancuran air umum: sehingga mereka naik kereta dengan dengan bibir yang kering. Oh, betapa banyaknya orang yang kaya dalam perbuatan baiknya sendiri dan karena itu tidak dapat datang kepada Kristus! &quot;Aku tidak akan diselamatkan,&quot; kata mereka, &quot;dengan cara yang sama seperti pelacur atau pendusta itu.&quot; Apa! ke surga dengan cara yang sama dengan pembersih cerobong asap. Apa tidak ada jalan lain menuju kemuliaan selain jalan yang mengantar sang pencuri ke sana? Aku tidak mau diselamatkan dengan cara itu. Orang congkak semacam itu akan tetap tanpa air kehidupan; tetapi, &quot;Barangsiapa yang mau, hendaklah ia MENGAMBIL AIR KEHIDUPAN DENGAN CUMA-CUMA.&quot; [Wah 22:17] RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button>\n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\">Yesus berkata, &#8220;ambil dengan cuma-cuma.&#8221; Dia tidak ingin ada bayaran atau persiapan. Dia tidak mencari izin masuk dari kesalehan emosi kita. Jika engkau tidak merasa baik, asalkan engkau bersedia, engkau diundang; oleh karena itu datanglah! Engkau tidak percaya dan tidak ada pertobatan,\u2014datang kepada-Nya, dan Dia akan memberikannya kepada engkau. Datang sebagai dirimu sendiri, dan ambil secara &#8220;Cuma-cuma,&#8221; tanpa uang dan tanpa harga. Dia memberikan diri-Nya untuk orang-orang yang tidak mampu. Pancuran air minum yang berada di sudut-sudut jalan kita [di Inggris] adalah fasilitas yang berharga; dan sulit untuk kita bayangkan ada seorang yang begitu bodohnya hingga ia meraba-raba dompetnya, ketika ia berdiri di depan salah satu pancuran air, dan berteriak, &#8220;Aku tidak bisa minum karena aku tidak memiliki lima poundsterling di kantongku.&#8221; Seberapapun malangnya orang itu, di sana ada pancuran air, dan ia dapat meminum air tersebut begitu saja. Pelancong yang haus, ketika mereka lewat, apakah mereka mengenakan fustian atau broadcloth, tidak mencari surat perintah untuk meminumnya; adanya pancuran air di sana adalah &#8220;surat perintah&#8221; mereka untuk meminumnya secara cuma-cuma. Kemurahan dari kawan-kawan baik telah menjadi kristal yang menyegarkan dan kita menerimanya, dan tidak mempertanyakannya. Mungkin satu-satunya orang yang harus pergi dengan haus melalui jalan di mana ada pancuran air minum, adalah wanita dan pria angkuh yang berada di kereta angkutan mereka. Mereka sangat haus, tetapi berpikir tidak mau kelihatan begitu vulgar untuk turun dan minum. Ini akan merendahkan derajat mereka, mereka pikir, untuk minum di pancuran air umum: sehingga mereka naik kereta dengan dengan bibir yang kering. Oh, betapa banyaknya orang yang kaya dalam perbuatan baiknya sendiri dan karena itu tidak dapat datang kepada Kristus! &#8220;Aku tidak akan diselamatkan,&#8221; kata mereka, &#8220;dengan cara yang sama seperti pelacur atau pendusta itu.&#8221; Apa! ke surga dengan cara yang sama dengan pembersih cerobong asap. Apa tidak ada jalan lain menuju kemuliaan selain jalan yang mengantar sang pencuri ke sana? Aku tidak mau diselamatkan dengan cara itu. Orang congkak semacam itu akan tetap tanpa air kehidupan; tetapi, &#8220;Barangsiapa yang mau, hendaklah ia <i>MENGAMBIL AIR KEHIDUPAN DENGAN CUMA-CUMA<\/i>.&#8221; [<a href=\"https:\/\/alkitab.sabda.org\/?Wah%2022:17\">Wah 22:17<\/a>]<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Yesus berkata, &#8220;ambil dengan cuma-cuma.&#8221; Dia tidak ingin ada bayaran atau persiapan. Dia tidak mencari izin masuk dari kesalehan emosi kita. Jika engkau tidak merasa baik, asalkan engkau bersedia, engkau diundang; oleh karena itu datanglah! Engkau tidak percaya dan tidak ada pertobatan,\u2014datang kepada-Nya, dan Dia akan memberikannya kepada engkau. Datang sebagai dirimu sendiri, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-13036","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":{"id":12887,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=768%2C510&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg"},"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=1024%2C680&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"24","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13036","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13036"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13036\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":69085,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13036\/revisions\/69085"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13036"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=13036"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=13036"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}