{"id":1374,"date":"2021-03-31T22:04:36","date_gmt":"2021-03-31T15:04:36","guid":{"rendered":"https:\/\/hkbp.diakonia.id\/?p=1374"},"modified":"2021-03-31T22:04:42","modified_gmt":"2021-03-31T15:04:42","slug":"fakta-fakta-terkini-penyerangan-mabes-polri-oleh-terduga-teroris","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/fakta-fakta-terkini-penyerangan-mabes-polri-oleh-terduga-teroris\/","title":{"rendered":"Fakta-fakta Terkini Penyerangan Mabes Polri oleh Terduga Teroris"},"content":{"rendered":"<button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Seorang terduga teroris tewas ditembak di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (31\/3\/2021). Pengamanan di Mabes Polri dan sekitarnya kini diperketat. Area di Mabes Polri dikosongkan, bahkan wartawan tidak diperkenankan ada di lokasi. Peristiwa penembakan terjadi sekitar pukul 16.30 WIB. Belum ada keterangan resmi dari polisi soal penembakan terduga teroris tersebut. Namun, berdasarkan pantauan di lokasi yang ditayangkan Kompas TV, berikut ini fakta-fakta terkini soal penembakan yang terjadi di Mabes Polri. 1. TKP dekat gedung kantor Kapolri Terduga teroris masuk ke area Mabes Polri lewat pintu pejalan kaki yang terletak di bagian belakang gedung. Ia kemudian terus masuk hingga ke gedung bagian depan, dekat kantor Kapolri. Saat mendekati pos penjagaan, polisi melihat gerak-gerik mencurigakan dari terduga teroris tersebut. Terduga teroris itu juga diduga membawa senjata api. Polisi akhirnya melakukan tindakan dengan menembak terduga teroris tersebut di tempat. Ia tewas setelah beberapa kali tembakan. 2. Diduga berjenis kelamin perempuan Terduga teroris yang tewas itu diduga berjenis kelamin perempuan. Hal ini tampak dari pakaian panjang hitam yang dikenakannya dan kain penutup kepala berwarna biru. Saat ini, disebutkan polisi masih mendalami apakah ada terduga teroris lain yang juga sempat masuk ke area Mabes Polri. 3. Jenazah diamankan petugas berpakaian jihandak. Jenazah terduga teroris itu diamankan personel pasukan Gegana dengan pakaian jihandak. Personel Gegana memastikan jenazah tidak membawa bahan peledak. Pantauan di lokasi, personel Gegana tampak sempat memotong benda yang diduga tas dari tubuh jenazah terduga teroris. Setelah itu, ia mengacungkan jempol memberikan tanda aman. 4. Segera dibawa ke RS untuk identifikasi Setelah dipastikan aman dari bahan peledak, jenazah segera dibawa ke rumah sakit. Saat ini, jenazah sudah dipindahkan dan diangkut di mobil ambulans. Jenazah dibawa ke rumah sakit untuk proses identifikasi.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Female\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button>\n<p><strong>Diakonia.id &#8211; <\/strong>Seorang terduga teroris tewas ditembak di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (31\/3\/2021). Pengamanan di Mabes Polri dan sekitarnya kini diperketat.<\/p>\n<p>Area di Mabes Polri dikosongkan, bahkan wartawan tidak diperkenankan ada di lokasi.<\/p>\n<p>Peristiwa penembakan terjadi sekitar pukul 16.30 WIB. Belum ada keterangan resmi dari polisi soal penembakan terduga teroris tersebut.<\/p>\n<p>Namun, berdasarkan pantauan di lokasi yang ditayangkan Kompas TV, berikut ini fakta-fakta terkini soal penembakan yang terjadi di Mabes Polri.<\/p>\n<p><strong>1. TKP dekat gedung kantor Kapolri<\/strong><\/p>\n<p>Terduga teroris masuk ke area Mabes Polri lewat pintu pejalan kaki yang terletak di bagian belakang gedung.<\/p>\n<p>Ia kemudian terus masuk hingga ke gedung bagian depan, dekat kantor Kapolri.<\/p>\n<p>Saat mendekati pos penjagaan, polisi melihat gerak-gerik mencurigakan dari terduga teroris tersebut.<\/p>\n<p>Terduga teroris itu juga diduga membawa senjata api. Polisi akhirnya melakukan tindakan dengan menembak terduga teroris tersebut di tempat.<\/p>\n<p>Ia tewas setelah beberapa kali tembakan.<\/p>\n<p><strong>2. Diduga berjenis kelamin perempuan<\/strong><\/p>\n<p>Terduga teroris yang tewas itu diduga berjenis kelamin perempuan.<\/p>\n<p>Hal ini tampak dari pakaian panjang hitam yang dikenakannya dan kain penutup kepala berwarna biru.<\/p>\n<p>Saat ini, disebutkan polisi masih mendalami apakah ada terduga teroris lain yang juga sempat masuk ke area Mabes Polri.<\/p>\n<p><strong>3. Jenazah diamankan petugas berpakaian jihandak.<\/strong><\/p>\n<p>Jenazah terduga teroris itu diamankan personel pasukan Gegana dengan pakaian jihandak. Personel Gegana memastikan jenazah tidak membawa bahan peledak.<\/p>\n<p>Pantauan di lokasi, personel Gegana tampak sempat memotong benda yang diduga tas dari tubuh jenazah terduga teroris.<\/p>\n<p>Setelah itu, ia mengacungkan jempol memberikan tanda aman.<\/p>\n<p><strong>4. Segera dibawa ke RS untuk identifikasi<\/strong><\/p>\n<p>Setelah dipastikan aman dari bahan peledak, jenazah segera dibawa ke rumah sakit.<\/p>\n<p>Saat ini, jenazah sudah dipindahkan dan diangkut di mobil ambulans. Jenazah dibawa ke rumah sakit untuk proses identifikasi.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Seorang terduga teroris tewas ditembak di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (31\/3\/2021). Pengamanan di Mabes Polri dan sekitarnya kini diperketat. Area di Mabes Polri dikosongkan, bahkan wartawan tidak diperkenankan ada di lokasi. Peristiwa penembakan terjadi sekitar pukul 16.30 WIB. Belum ada keterangan resmi dari polisi soal penembakan terduga teroris tersebut. Namun, berdasarkan pantauan di [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":54238,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"3"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[3],"tags":[7],"class_list":["post-1374","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-umum","tag-terorisme"],"better_featured_image":{"id":54238,"alt_text":"","caption":"","description":"3dd3e7792debbaba1efaea3f18094447","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/pastor-sebut-ledakan-terjadi-di-pintu-masuk-katedral-makassar_60600f8a369b2.jpeg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/pastor-sebut-ledakan-terjadi-di-pintu-masuk-katedral-makassar_60600f8a369b2.jpeg?fit=650%2C365&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/pastor-sebut-ledakan-terjadi-di-pintu-masuk-katedral-makassar_60600f8a369b2.jpeg"},"categories_detail":[{"id":3,"name":"Umum","description":"","slug":"umum","count":768,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/pastor-sebut-ledakan-terjadi-di-pintu-masuk-katedral-makassar_60600f8a369b2.jpeg?fit=650%2C365&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"1184","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1374","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1374"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1374\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/54238"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1374"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1374"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1374"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}