{"id":1383,"date":"2021-04-06T09:20:00","date_gmt":"2021-04-06T02:20:00","guid":{"rendered":"https:\/\/hkbp.diakonia.id\/?p=1383"},"modified":"2021-04-03T10:37:26","modified_gmt":"2021-04-03T03:37:26","slug":"kotak-amal-teroris","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/kotak-amal-teroris\/","title":{"rendered":"KOTAK AMAL TERORIS"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Di Deli Serdang, Sumatera Utara, beberapa anggota Densus 88, bergerak senyap menuju sebuah gudang.Mereka punya petunjuk bahwa disana ada anggota kelompok teroris. Bagai burung hantu, mereka masuk secara mendadak dan menyergap penghuninya. Apa yang ada di dalam gudang itu membuat semua orang terdiam. 500 buah kotak amal yang biasanya disebar di jalan-jalan, di minimarket dan dibawa keliling. Persis sama seperti yang didapatkan Densus 88 di Tanjung Balai. Juga ada brosur untuk donasi.Tanpa sadar, ketika kita dihampiri oleh seseorang dgn bawa kotak amal atau amplop untuk diisi, tanpa kita tahu kita menyumbang untuk siapa, kita sebenarnya sudah menyumbang untuk kegiatan teroris. Para teroris itu selalu membawa nama pesantren, rumah yatim, sekolah penghafal Alquran dan lainnya yang keberadaannya entah ada dimana. Mereka menggunakan agama untuk mengetuk &quot;kepedulian&quot; kita. Janji-janji surga selalu mereka lampirkan di brosur mereka dengan hadis dan ayat untuk memperkuat klaim mereka. Dan biasanya, banyak diantara kita, ketika itu berhubungan dengan agama, langsung tidak mau mengkonfirmasi lagi. &quot;Ah, yang penting kita sudah sedekah, mau dipakai apa bukan urusan kita..&quot; Padahal yang dimaksud &quot;sedekah&quot; itu dipakai untuk membuat bom bunuh diri, memperkuat pasukan mereka bahkan untuk merekrut dan melatih kader muda. Kita, tanpa sadar, menjadi bagian dari mereka. Sementara itu, tanpa kita sadari juga, kita tidak pernah bersedekah untuk orang yang benar-benar kita kenal. Saudara kita, teman kita, bahkan tetangga samping rumah yang mungkin sedang membutuhkan. Mereka meminta sedekah bukan dengan menjual agama, tapi benar-benar karena membutuhkan.. Mulailah perduli sekarang juga. Bantulah Densus 88 menghajar mereka. Jangan pernah memberikan donasi, sumbangan, sedekah atau apapun dari mereka yang tidak kita kenal dan kita tidak tahu dimana tempatnya. Itu saja sudah cukup membantu melawan terorisme di negeri ini..Setuju, kawan ? Mari kita seruput kopi dulu sama-sama Penulis: Denny Siregar\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/><strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; Di Deli Serdang, Sumatera Utara, beberapa anggota Densus 88, bergerak senyap menuju sebuah gudang.<br \/>Mereka punya petunjuk bahwa disana ada anggota kelompok teroris. Bagai burung hantu, mereka masuk secara mendadak dan menyergap penghuninya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Apa yang ada di dalam gudang itu membuat semua orang terdiam. 500 buah kotak amal yang biasanya disebar di jalan-jalan, di minimarket dan dibawa keliling. Persis sama seperti yang didapatkan Densus 88 di Tanjung Balai. Juga ada brosur untuk donasi.<br \/>Tanpa sadar, ketika kita dihampiri oleh seseorang dgn bawa kotak amal atau amplop untuk diisi, tanpa kita tahu kita menyumbang untuk siapa, kita sebenarnya sudah menyumbang untuk kegiatan teroris.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Para teroris itu selalu membawa nama pesantren, rumah yatim, sekolah penghafal Alquran dan lainnya yang keberadaannya entah ada dimana. Mereka menggunakan agama untuk mengetuk &#8220;kepedulian&#8221; kita. Janji-janji surga selalu mereka lampirkan di brosur mereka dengan hadis dan ayat untuk memperkuat klaim mereka.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dan biasanya, banyak diantara kita, ketika itu berhubungan dengan agama, langsung tidak mau mengkonfirmasi lagi. &#8220;Ah, yang penting kita sudah sedekah, mau dipakai apa bukan urusan kita..&#8221;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Padahal yang dimaksud &#8220;sedekah&#8221; itu dipakai untuk membuat bom bunuh diri, memperkuat pasukan mereka bahkan untuk merekrut dan melatih kader muda. Kita, tanpa sadar, menjadi bagian dari mereka.<\/p>\n<p class=\"jetpack-slideshow-noscript robots-nocontent\">This slideshow requires JavaScript.<\/p><div id=\"gallery-1383-1-slideshow\" class=\"jetpack-slideshow-window jetpack-slideshow jetpack-slideshow-black\" data-trans=\"fade\" data-autostart=\"1\" data-gallery=\"[{&quot;src&quot;:&quot;https:\\\/\\\/i0.wp.com\\\/diakonia.id\\\/artikel\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/02\\\/teroris_kotak-amal3.jpg?fit=720%2C412\\u0026ssl=1&quot;,&quot;id&quot;:&quot;54380&quot;,&quot;title&quot;:&quot;teroris_kotak-amal3&quot;,&quot;alt&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;itemprop&quot;:&quot;image&quot;},{&quot;src&quot;:&quot;https:\\\/\\\/i0.wp.com\\\/diakonia.id\\\/artikel\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/02\\\/teroris_kotak-amal2.jpg?fit=720%2C405\\u0026ssl=1&quot;,&quot;id&quot;:&quot;54381&quot;,&quot;title&quot;:&quot;teroris_kotak-amal2&quot;,&quot;alt&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;itemprop&quot;:&quot;image&quot;},{&quot;src&quot;:&quot;https:\\\/\\\/i0.wp.com\\\/diakonia.id\\\/artikel\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/02\\\/teroris_kotak-amal.jpg?fit=720%2C720\\u0026ssl=1&quot;,&quot;id&quot;:&quot;54377&quot;,&quot;title&quot;:&quot;teroris_kotak-amal&quot;,&quot;alt&quot;:&quot;KOTAK AMAL TERORIS&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;KOTAK AMAL TERORIS . sumber: Detik.com&quot;,&quot;itemprop&quot;:&quot;image&quot;},{&quot;src&quot;:&quot;https:\\\/\\\/i0.wp.com\\\/diakonia.id\\\/artikel\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/02\\\/teroris_kotak-amal5.jpg?fit=720%2C405\\u0026ssl=1&quot;,&quot;id&quot;:&quot;54378&quot;,&quot;title&quot;:&quot;teroris_kotak-amal5&quot;,&quot;alt&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;itemprop&quot;:&quot;image&quot;}]\" itemscope itemtype=\"https:\/\/schema.org\/ImageGallery\"><\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara itu, tanpa kita sadari juga, kita tidak pernah bersedekah untuk orang yang benar-benar kita kenal. Saudara kita, teman kita, bahkan tetangga samping rumah yang mungkin sedang membutuhkan. Mereka meminta sedekah bukan dengan menjual agama, tapi benar-benar karena membutuhkan..<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mulailah perduli sekarang juga. Bantulah Densus 88 menghajar mereka. Jangan pernah memberikan donasi, sumbangan, sedekah atau apapun dari mereka yang tidak kita kenal dan kita tidak tahu dimana tempatnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Itu saja sudah cukup membantu melawan terorisme di negeri ini..<br \/>Setuju, kawan ? Mari kita seruput kopi dulu sama-sama<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><br \/>Penulis: Denny Siregar<\/p>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Di Deli Serdang, Sumatera Utara, beberapa anggota Densus 88, bergerak senyap menuju sebuah gudang.Mereka punya petunjuk bahwa disana ada anggota kelompok teroris. Bagai burung hantu, mereka masuk secara mendadak dan menyergap penghuninya. Apa yang ada di dalam gudang itu membuat semua orang terdiam. 500 buah kotak amal yang biasanya disebar di jalan-jalan, di [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":54377,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","subtitle":"","format":"standard"},"jnews_primary_category":{"id":"98"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[98,14,3],"tags":[],"class_list":["post-1383","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-analisis-opini","category-kebangsaan","category-umum"],"better_featured_image":{"id":54377,"alt_text":"KOTAK AMAL TERORIS","caption":"KOTAK AMAL TERORIS . sumber: Detik.com","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/teroris_kotak-amal.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/teroris_kotak-amal.jpg?fit=720%2C720&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/teroris_kotak-amal.jpg"},"categories_detail":[{"id":98,"name":"Analisis &amp; Opini","description":"","slug":"analisis-opini","count":30,"parent":0},{"id":14,"name":"Kebangsaan","description":"","slug":"kebangsaan","count":107,"parent":0},{"id":3,"name":"Umum","description":"","slug":"umum","count":768,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/teroris_kotak-amal.jpg?fit=720%2C720&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"1461","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1383","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1383"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1383\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/54377"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1383"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1383"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1383"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}