{"id":14393,"date":"2026-06-25T18:16:57","date_gmt":"2026-06-25T11:16:57","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/aku-sekali-kali-tidak-akan-meninggalkan-engkau-ibrani-135\/"},"modified":"2026-06-25T18:16:58","modified_gmt":"2026-06-25T11:16:58","slug":"aku-sekali-kali-tidak-akan-meninggalkan-engkau-ibrani-135","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/aku-sekali-kali-tidak-akan-meninggalkan-engkau-ibrani-135\/","title":{"rendered":"Naiklah ke atas gunung yang tinggi! [Yesaya 40:9]"},"content":{"rendered":"<button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Pengetahuan kita tentang Kristus mirip dengan mendaki salah satu gunung Wales. Engkau dapat melihat [gunung] saat di dasar, tetapi hanya sebagian kecil: gunung itu terlihat hanya setengah dari tinggi sebenarnya. Di perbatasan sebuah lembah kecil, engkau menemukan semua yang langka kecuali anak sungai beriak terbawa arus dibawah kaki gunung. Panjat bukit yang pertama, dan lembah pun semakin panjang dan lebar dibawah kakimu. Semakin tinggi, dan engkau melihat negeri sekitar empat atau lima mil jauhnya, dan engkau akan sangat gembira dengan pemandangan yang meluas. Semakin naik, dan pemandangan semakin luas; sampai akhirnya, ketika engkau berada di puncak, dan melihat ke timur, barat, utara, dan selatan, engkau melihat hampir seluruh Inggris terbentang di hadapan engkau. Di sebelah sana adalah hutan di beberapa negari jauh, mungkin sekitar dua ratus mil jauhnya, dan ada laut, dan ada sungai bersinar dan cerobong asap dari pabrik manufaktur, atau tiang-tiang dari kapal di pelabuhan yang sibuk. Semua hal ini menyenangkan dan menggembirakan engkau, dan engkau berkata, &quot;Aku tidak dapat membayangkan bahwa begitu banyak yang dapat dilihat dari ketinggian ini.&quot; Nah, begitu pula kehidupan orang Kristen. Ketika kita pertama percaya dalam Kristus, kita dapat melihat [keindahan-Nya] tetapi hanya sedikit. Semakin tinggi kita mendaki, semakin banyak kita temukan keindahan-Nya. Tetapi siapa yang pernah mencapai puncak? Siapa yang mengenal tinggi dan dalamnya kasih Kristus, yang melampaui segala pengetahuan? [Ef 3:19] Paulus, ketika tua, duduk dengan berambut putih, menggigil dalam penjara bawah tanah di Roma, dapat berkata dengan penekanan lebih baik daripada kita, &quot;Karena aku tahu kepada siapa aku percaya,&quot; [2 Tim 1:12] sebab setiap pengalaman sama seperti mendaki bukit, setiap pencobaan sama seperti memanjat puncak lain, dan kematiannya sama seperti mencapai puncak gunung, di mana dia dapat melihat seluruh kesetiaan dan kasih-Nya, yang kepada-Nya seluruh hidupnya sudah diserahkan. Naiklah, hai teman tersayang, ke gunung yang tinggi. RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button>\n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\">Pengetahuan kita tentang Kristus mirip dengan mendaki salah satu gunung Wales. Engkau dapat melihat [gunung] saat di dasar, tetapi hanya sebagian kecil: gunung itu terlihat hanya setengah dari tinggi sebenarnya. Di perbatasan sebuah lembah kecil, engkau menemukan semua yang langka kecuali anak sungai beriak terbawa arus dibawah kaki gunung. Panjat bukit yang pertama, dan lembah pun semakin panjang dan lebar dibawah kakimu. Semakin tinggi, dan engkau melihat negeri sekitar empat atau lima mil jauhnya, dan engkau akan sangat gembira dengan pemandangan yang meluas. Semakin naik, dan pemandangan semakin luas; sampai akhirnya, ketika engkau berada di puncak, dan melihat ke timur, barat, utara, dan selatan, engkau melihat hampir seluruh Inggris terbentang di hadapan engkau. Di sebelah sana adalah hutan di beberapa negari jauh, mungkin sekitar dua ratus mil jauhnya, dan ada laut, dan ada sungai bersinar dan cerobong asap dari pabrik manufaktur, atau tiang-tiang dari kapal di pelabuhan yang sibuk. Semua hal ini menyenangkan dan menggembirakan engkau, dan engkau berkata, &#8220;Aku tidak dapat membayangkan bahwa begitu banyak yang dapat dilihat dari ketinggian ini.&#8221; Nah, begitu pula kehidupan orang Kristen. Ketika kita pertama percaya dalam Kristus, kita dapat melihat [keindahan-Nya] tetapi hanya sedikit. Semakin tinggi kita mendaki, semakin banyak kita temukan keindahan-Nya. Tetapi siapa yang pernah mencapai puncak? Siapa yang mengenal tinggi dan dalamnya kasih Kristus, yang melampaui segala pengetahuan? [<a href=\"https:\/\/alkitab.sabda.org\/?Ef%203:19\">Ef 3:19<\/a>] Paulus, ketika tua, duduk dengan berambut putih, menggigil dalam penjara bawah tanah di Roma, dapat berkata dengan penekanan lebih baik daripada kita, &#8220;Karena aku tahu kepada siapa aku percaya,&#8221; [<a href=\"https:\/\/alkitab.sabda.org\/?2%20Tim%201:12\">2 Tim 1:12<\/a>] sebab setiap pengalaman sama seperti mendaki bukit, setiap pencobaan sama seperti memanjat puncak lain, dan kematiannya sama seperti mencapai puncak gunung, di mana dia dapat melihat seluruh kesetiaan dan kasih-Nya, yang kepada-Nya seluruh hidupnya sudah diserahkan. Naiklah, hai teman tersayang, ke gunung yang tinggi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Pengetahuan kita tentang Kristus mirip dengan mendaki salah satu gunung Wales. Engkau dapat melihat [gunung] saat di dasar, tetapi hanya sebagian kecil: gunung itu terlihat hanya setengah dari tinggi sebenarnya. Di perbatasan sebuah lembah kecil, engkau menemukan semua yang langka kecuali anak sungai beriak terbawa arus dibawah kaki gunung. Panjat bukit yang pertama, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-14393","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":{"id":12887,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=768%2C510&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg"},"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=1024%2C680&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"27","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14393","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=14393"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14393\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":69110,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14393\/revisions\/69110"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=14393"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=14393"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=14393"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}