{"id":14402,"date":"2026-06-26T18:15:38","date_gmt":"2026-06-26T11:15:38","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/aku-akan-menurunkan-hujan-pada-waktunya-itu-adalah-hujan-yang-membawa-berkat-yehezkiel-3426\/"},"modified":"2026-06-26T18:15:39","modified_gmt":"2026-06-26T11:15:39","slug":"aku-akan-menurunkan-hujan-pada-waktunya-itu-adalah-hujan-yang-membawa-berkat-yehezkiel-3426","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/aku-akan-menurunkan-hujan-pada-waktunya-itu-adalah-hujan-yang-membawa-berkat-yehezkiel-3426\/","title":{"rendered":"Engkau sudah menjadi sama seperti kami? [Yesaya 14:10]"},"content":{"rendered":"<button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Apakah yang menjadi malapetaka bagi seorang pengajar yang sesat ketika jiwanya yang telanjang menghadap Tuhan? Bagaimana mungkin dia tahan mendengar suara, &quot;Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kalian orang-orang terkutuk; engkau telah menolak-Ku, dan Aku pun menolak engkau; engkau telah menjadi pelacur dan menyimpang daripada-Ku: Aku telah melenyapkan engkau dari hadapan-Ku selamanya, dan tak akan berbelas kasihan kepadamu.&quot; Betapa memalukannya manusia celaka ini pada hari terakhir di hadapan para majelis, ketika kesesatannya terungkap? Lihatlah si pencemooh, dan para pendosa yang tidak pernah beragama, memunculkan dirinya dari lautan api dan mengacungkan telunjuknya kepada dia: &quot;Lihat, itu dia,&quot; katanya, &quot;di neraka pun dia akan mengabarkan injil?&quot; &quot;Lihat, itu dia&quot;, kata seorang yang lain, &quot;Dia sempat menegurku ketika aku bersumpah serapah, tapi dia sendiri seorang munafik!&quot; &quot;Aha!&quot;, kata pendosa lainnya, &quot;sambutlah si pengikut Metodis yang selalu menyanyi mazmur\u2014 yang selalu hadir dalam pertemuan ibadah; dia itu yang selalu menyombongkan diri akan keyakinannya mendapatkan hidup kekal, ternyata di sinilah dia!&quot; Terlihat di antara algojo-algojo setan, hal yang paling mereka nantikan adalah saat mereka menyeret jiwa-jiwa orang munafik turun ke dalam kebinasaan. Bunyan menggambarkan hal ini dengan syair yang agung, kokoh namun mengerikan, mengenai jalan menuju neraka. Tujuh setan mengikat manusia celaka itu dengan sembilan tali, menyeretnya menjauhi jalan ke sorga yang dia kira akan dilaluinya, kemudian memaksa mereka masuk melewati pintu belakang neraka. Para guru agama, hati-hati dengan jalan menuju neraka ini! &quot;Ujilah dirimu sendiri, apakah kamu tetap tegak dalam iman&quot; [2 Kor 13:5]. Perhatikan keadaanmu dengan seksama, lihatlah apakah kamu di dalam Kristus atau tidak. Dalam dunia ini mudah sekali menjadi juri yang lembek saat menilai diri sendiri; akan tetapi O, hendaklah adil dan jujur di sini. Berlakulah adil kepada semua orang, tapi bersikaplah ketat pada dirimu sendiri. Ingatlah, jika kau tidak membangun rumahmu di atas batu karang, rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya [Matius 7:24]. O, semoga Tuhan memberimu ketulusan, kesetiaan, dan keteguhan; dan takkan ada satu hari pun, pada hari sejahat apa pun, engkau dibelokkan. RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button>\n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\">Apakah yang menjadi malapetaka bagi seorang pengajar yang sesat ketika jiwanya yang telanjang menghadap Tuhan? Bagaimana mungkin dia tahan mendengar suara, &#8220;Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kalian orang-orang terkutuk; engkau telah menolak-Ku, dan Aku pun menolak engkau; engkau telah menjadi pelacur dan menyimpang daripada-Ku: Aku telah melenyapkan engkau dari hadapan-Ku selamanya, dan tak akan berbelas kasihan kepadamu.&#8221; Betapa memalukannya manusia celaka ini pada hari terakhir di hadapan para majelis, ketika kesesatannya terungkap? Lihatlah si pencemooh, dan para pendosa yang tidak pernah beragama, memunculkan dirinya dari lautan api dan mengacungkan telunjuknya kepada dia: &#8220;Lihat, itu dia,&#8221; katanya, &#8220;di neraka pun dia akan mengabarkan injil?&#8221; &#8220;Lihat, itu dia&#8221;, kata seorang yang lain, &#8220;Dia sempat menegurku ketika aku bersumpah serapah, tapi dia sendiri seorang munafik!&#8221; &#8220;Aha!&#8221;, kata pendosa lainnya, &#8220;sambutlah si pengikut Metodis yang selalu menyanyi mazmur\u2014 yang selalu hadir dalam pertemuan ibadah; dia itu yang selalu menyombongkan diri akan keyakinannya mendapatkan hidup kekal, ternyata di sinilah dia!&#8221; Terlihat di antara algojo-algojo setan, hal yang paling mereka nantikan adalah saat mereka menyeret jiwa-jiwa orang munafik turun ke dalam kebinasaan. Bunyan menggambarkan hal ini dengan syair yang agung, kokoh namun mengerikan, mengenai jalan menuju neraka. Tujuh setan mengikat manusia celaka itu dengan sembilan tali, menyeretnya menjauhi jalan ke sorga yang dia kira akan dilaluinya, kemudian memaksa mereka masuk melewati pintu belakang neraka. Para guru agama, hati-hati dengan jalan menuju neraka ini! &#8220;Ujilah dirimu sendiri, apakah kamu tetap tegak dalam iman&#8221; [<a href=\"https:\/\/alkitab.sabda.org\/?2%20Kor%20%2013:5\">2 Kor  13:5<\/a>]. Perhatikan keadaanmu dengan seksama, lihatlah apakah kamu di dalam Kristus atau tidak. Dalam dunia ini mudah sekali menjadi juri yang lembek saat menilai diri sendiri; akan tetapi O, hendaklah adil dan jujur di sini. Berlakulah adil kepada semua orang, tapi bersikaplah ketat pada dirimu sendiri. Ingatlah, jika kau tidak membangun rumahmu di atas batu karang, rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya [<a href=\"https:\/\/alkitab.sabda.org\/?Matius%207:24\">Matius 7:24<\/a>]. O, semoga Tuhan memberimu ketulusan, kesetiaan, dan keteguhan; dan takkan ada satu hari pun, pada hari sejahat apa pun, engkau dibelokkan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Apakah yang menjadi malapetaka bagi seorang pengajar yang sesat ketika jiwanya yang telanjang menghadap Tuhan? Bagaimana mungkin dia tahan mendengar suara, &#8220;Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kalian orang-orang terkutuk; engkau telah menolak-Ku, dan Aku pun menolak engkau; engkau telah menjadi pelacur dan menyimpang daripada-Ku: Aku telah melenyapkan engkau dari hadapan-Ku selamanya, dan tak akan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-14402","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":{"id":12887,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=768%2C510&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg"},"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=1024%2C680&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"18","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14402","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=14402"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14402\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":69112,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14402\/revisions\/69112"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=14402"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=14402"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=14402"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}