{"id":14404,"date":"2026-06-27T18:15:59","date_gmt":"2026-06-27T11:15:59","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/murka-yang-akan-datang-matius-37\/"},"modified":"2026-06-27T18:16:00","modified_gmt":"2026-06-27T11:16:00","slug":"murka-yang-akan-datang-matius-37","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/murka-yang-akan-datang-matius-37\/","title":{"rendered":"Hanya janganlah kamu pergi terlalu jauh. [Kel 8:28]"},"content":{"rendered":"<button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Ini adalah kata-kata penuh tipu daya dari bibir raja lalim Firaun. Ketika budak-budak Israel yang malang keluar dari Mesir, Firaun tawar-menawar dengan mereka agar mereka tidak pergi terlalu jauh; tidak terlalu jauh sehingga terlepas dari kengerian kuasanya dan intaian para pengawalnya. Dengan cara yang sama, dunia tidak menyukai non-konformitas [sikap yang tidak benar menurut anggapan umum] maupun perbedaan pendapat dari yang dianggap benar oleh umum; dunia akan menuntut kita untuk lebih lunak dan tidak berurusan dengan berbagai hal terlalu serius. Mati terhadap dunia, maupun dikubur bersama Kristus, adalah pengalaman-pengalaman yang dicemooh pemikiran daging, maka peraturan mengenainya ditolak bahkan dihina, nyaris secara universal. Hikmat dunia menganjurkan kompromi dan berbicara mengenai &quot;moderasi [tidak berlebihan].&quot; Menurut kebijakan duniawi ini, kemurnian diakui sebagai hal yang dikehendaki, tapi kita diingatkan untuk tidak terlalu akurat; kebenaran tentu harus diikuti, namun kesalahan tidak boleh dikecam keras-keras. &quot;Benar,&quot; kata dunia, &quot;berpikiranlah rohani senantiasa, tapi janganlah dirimu menghindari masyarakat yang acuh tak acuh, pesta dansa, dan kunjungan ke bioskop pada hari Natal. Apalah gunanya menghindari sebuah hal ketika ngetren, dan semua orang melakukannya? Banyak guru agama yang tunduk pada nasihat licik ini, akhirnya mereka terbawa ke dalam kehancuran abadi. Jika kita mematuhi Tuhan sepenuhnya, kita harus bergegas menuju padang gurun keterpisahan, dan meninggalkan Mesir-nya dunia kedagingan jauh di belakang kita. Kita harus meninggalkan tata caranya, kenikmatannya, dan juga agamanya, dan pergi jauh menuju tempat Tuhan memanggil orang-orang kudus-Nya. Ketika kota dilalap api, rumah kita tidak mungkin terlalu jauh dari kobarannya. Ketika tulah menyebar, seseorang tidak mungkin terlalu jauh dari efeknya. Semakin jauh dari ular beludak semakin baik, dan semakin jauh dari ikut-ikutan dunia semakin baik. Kepada semua orang percaya yang sejati, hendaklah sangkakala berkumandang, &quot;Keluarlah kamu dari antara mereka, dan pisahkanlah dirimu dari mereka.&quot; [2 Kor 6:17] RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button>\n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\">Ini adalah kata-kata penuh tipu daya dari bibir raja lalim Firaun. Ketika budak-budak Israel yang malang keluar dari Mesir, Firaun tawar-menawar dengan mereka agar mereka tidak pergi terlalu jauh; tidak terlalu jauh sehingga terlepas dari kengerian kuasanya dan intaian para pengawalnya. Dengan cara yang sama, dunia tidak menyukai non-konformitas [sikap yang tidak benar menurut anggapan umum] maupun perbedaan pendapat dari yang dianggap benar oleh umum; dunia akan menuntut kita untuk lebih lunak dan tidak berurusan dengan berbagai hal terlalu serius. Mati terhadap dunia, maupun dikubur bersama Kristus, adalah pengalaman-pengalaman yang dicemooh pemikiran daging, maka peraturan mengenainya ditolak bahkan dihina, nyaris secara universal. Hikmat dunia menganjurkan kompromi dan berbicara mengenai &#8220;moderasi [tidak berlebihan].&#8221; Menurut kebijakan duniawi ini, kemurnian diakui sebagai hal yang dikehendaki, tapi kita diingatkan untuk tidak terlalu akurat; kebenaran tentu harus diikuti, namun kesalahan tidak boleh dikecam keras-keras. &#8220;Benar,&#8221; kata dunia, &#8220;berpikiranlah rohani senantiasa, tapi janganlah dirimu menghindari masyarakat yang acuh tak acuh, pesta dansa, dan kunjungan ke bioskop pada hari Natal. Apalah gunanya menghindari sebuah hal ketika ngetren, dan semua orang melakukannya? Banyak guru agama yang tunduk pada nasihat licik ini, akhirnya mereka terbawa ke dalam kehancuran abadi. Jika kita mematuhi Tuhan sepenuhnya, kita harus bergegas menuju padang gurun keterpisahan, dan meninggalkan Mesir-nya dunia kedagingan jauh di belakang kita. Kita harus meninggalkan tata caranya, kenikmatannya, dan juga agamanya, dan pergi jauh menuju tempat Tuhan memanggil orang-orang kudus-Nya. Ketika kota dilalap api, rumah kita tidak mungkin terlalu jauh dari kobarannya. Ketika tulah menyebar, seseorang tidak mungkin terlalu jauh dari efeknya. Semakin jauh dari ular beludak semakin baik, dan semakin jauh dari ikut-ikutan dunia semakin baik. Kepada semua orang percaya yang sejati, hendaklah sangkakala berkumandang, &#8220;Keluarlah kamu dari antara mereka, dan pisahkanlah dirimu dari mereka.&#8221; [<a href=\"https:\/\/alkitab.sabda.org\/?2%20Kor%20%206:17\">2 Kor  6:17<\/a>]<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Ini adalah kata-kata penuh tipu daya dari bibir raja lalim Firaun. Ketika budak-budak Israel yang malang keluar dari Mesir, Firaun tawar-menawar dengan mereka agar mereka tidak pergi terlalu jauh; tidak terlalu jauh sehingga terlepas dari kengerian kuasanya dan intaian para pengawalnya. Dengan cara yang sama, dunia tidak menyukai non-konformitas [sikap yang tidak benar [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-14404","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":{"id":12887,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=768%2C510&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg"},"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=1024%2C680&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"17","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14404","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=14404"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14404\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":69124,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14404\/revisions\/69124"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=14404"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=14404"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=14404"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}