{"id":14411,"date":"2026-06-28T18:15:32","date_gmt":"2026-06-28T11:15:32","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/keselamatan-adalah-dari-tuhan-yunus-29\/"},"modified":"2026-06-28T18:15:33","modified_gmt":"2026-06-28T11:15:33","slug":"keselamatan-adalah-dari-tuhan-yunus-29","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/keselamatan-adalah-dari-tuhan-yunus-29\/","title":{"rendered":"Mata yang tertuju kepada Yesus. [Ibrani 12:2]"},"content":{"rendered":"<button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Selamanyalah pekerjaan Roh Kudus yang melalukan mata kita dari melihat diri kepada melihat Yesus; tetapi pekerjaan Iblis semata-mata kebalikan dari ini, karena dia terus menerus mencoba untuk membuat kita memandang diri kita alih-alih Kristus. Dia menyindir, \u201cDosa-dosamu terlalu besar untuk diampuni; kamu tidak memiliki iman; kamu tidak cukup bertobat; kamu tidak akan pernah bisa bertahan sampai akhir; kamu tidak memiliki sukacita sebagai anak-anak-Nya; kamu memiliki pegangan yang goyah terhadap Yesus.\u201d Semua ini adalah pikiran-pikiran tentang diri, dan kita tidak akan pernah menemukan penghiburan atau jaminan dengan melihat ke dalam. Tetapi Roh Kudus melalukan mata kita jauh-jauh dari diri: Dia mengatakan kepada kita bahwa kita itu tidak ada apa-apanya, tetapi \u201cKristus adalah semua dan di dalam segala sesuatu.\u201d [Kol 3:11]. Ingatlah, oleh sebab itu, bukan peganganmu terhadap Kristus yang menyelamatkan engkau\u2014melainkan Kristus; bukan sukacitamu dalam Kristus yang menyelamatkan engkau\u2014melainkan Kristus; bahkan bukan iman dalam Kristus, meskipun itu menjadi alat\u2014melainkan darah Kristus dan kebaikan-Nya; jadi, jangan terlalu melihat tanganmu yang memegang Kristus sebanyak engkau melihat Kristus; pandanglah, bukan kepada pengharapanmu, tetapi kepada Yesus, sumber pengharapanmu; pandanglah, bukan kepada imanmu, tetapi kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan [Ibr 12:2]. Kita tidak pernah menemukan kebahagiaan dengan memandang doa-doa kita, perbuatan-perbuatan kita, atau perasaan-perasaan kita; Adalah Yesus sendiri, bukan kita, yang memberikan ketenangan pada jiwa. Jika kita pernah menang melawan Iblis dan memperoleh damai dengan Allah, itu pasti melalui \u201cmata yang tertuju kepada Yesus\u201d. Pandanglah terus kepada-Nya; biarlah kematian-Nya, penderitaan-Nya, kebaikan-Nya, kemuliaan-Nya, doa syafaat-Nya, tetap segar dalam pikiranmu; ketika engkau bangun di pagi hari, pandanglah kepada-Nya; ketika engkau berbaring di malam hari pandanglah kepada-Nya. Oh! Jangan biarkan harapanmu dan ketakutanmu datang di antara engkau dan Yesus; ikuti Dia dengan sungguh-sungguh, dan Dia tidak akan pernah mengecewakan engkau. RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button>\n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\">Selamanyalah pekerjaan Roh Kudus yang melalukan mata kita dari melihat diri kepada melihat Yesus; tetapi pekerjaan Iblis semata-mata kebalikan dari ini, karena dia terus menerus mencoba untuk membuat kita memandang diri kita alih-alih Kristus. Dia menyindir, \u201cDosa-dosamu terlalu besar untuk diampuni; kamu tidak memiliki iman; kamu tidak cukup bertobat; kamu tidak akan pernah bisa bertahan sampai akhir; kamu tidak memiliki sukacita sebagai anak-anak-Nya; kamu memiliki pegangan yang goyah terhadap Yesus.\u201d Semua ini adalah pikiran-pikiran tentang diri, dan kita tidak akan pernah menemukan penghiburan atau jaminan dengan melihat ke dalam. Tetapi Roh Kudus melalukan mata kita jauh-jauh dari diri: Dia mengatakan kepada kita bahwa kita itu tidak ada apa-apanya, tetapi \u201cKristus adalah semua dan di dalam segala sesuatu.\u201d [<a href=\"https:\/\/alkitab.sabda.org\/?Kol%203:11\">Kol 3:11<\/a>]. Ingatlah, oleh sebab itu, bukan <i>peganganmu<\/i> terhadap Kristus yang menyelamatkan engkau\u2014melainkan Kristus; bukan <i>sukacitamu<\/i> dalam Kristus yang menyelamatkan engkau\u2014melainkan Kristus; bahkan bukan iman dalam Kristus, meskipun itu menjadi alat\u2014melainkan darah Kristus dan kebaikan-Nya; jadi, jangan terlalu melihat tanganmu yang memegang Kristus sebanyak engkau melihat Kristus; pandanglah, bukan kepada pengharapanmu, tetapi kepada Yesus, sumber pengharapanmu; pandanglah, bukan kepada imanmu, tetapi kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan [<a href=\"https:\/\/alkitab.sabda.org\/?Ibr%2012:2\">Ibr 12:2<\/a>]. Kita tidak pernah menemukan kebahagiaan dengan memandang doa-doa kita, perbuatan-perbuatan kita, atau perasaan-perasaan kita; Adalah <i>Yesus<\/i> sendiri, bukan kita, yang memberikan ketenangan pada jiwa. Jika kita pernah menang melawan Iblis dan memperoleh damai dengan Allah, itu pasti melalui \u201cmata yang tertuju kepada Yesus\u201d. Pandanglah terus kepada-Nya; biarlah kematian-Nya, penderitaan-Nya, kebaikan-Nya, kemuliaan-Nya, doa syafaat-Nya, tetap segar dalam pikiranmu; ketika engkau bangun di pagi hari, pandanglah kepada-Nya; ketika engkau berbaring di malam hari pandanglah kepada-Nya. Oh! Jangan biarkan harapanmu dan ketakutanmu datang di antara engkau dan Yesus; ikuti Dia dengan sungguh-sungguh, dan Dia tidak akan pernah mengecewakan engkau.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Selamanyalah pekerjaan Roh Kudus yang melalukan mata kita dari melihat diri kepada melihat Yesus; tetapi pekerjaan Iblis semata-mata kebalikan dari ini, karena dia terus menerus mencoba untuk membuat kita memandang diri kita alih-alih Kristus. Dia menyindir, \u201cDosa-dosamu terlalu besar untuk diampuni; kamu tidak memiliki iman; kamu tidak cukup bertobat; kamu tidak akan pernah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-14411","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":{"id":12887,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=768%2C510&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg"},"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=1024%2C680&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"18","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14411","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=14411"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14411\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":69126,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14411\/revisions\/69126"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=14411"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=14411"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=14411"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}