{"id":14531,"date":"2026-06-29T18:16:03","date_gmt":"2026-06-29T11:16:03","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/tuhan-ialah-tempat-perlindunganmu-yang-mahatinggi-telah-kaubuat-tempat-perteduhanmu-mazmur-919\/"},"modified":"2026-06-29T18:16:04","modified_gmt":"2026-06-29T11:16:04","slug":"tuhan-ialah-tempat-perlindunganmu-yang-mahatinggi-telah-kaubuat-tempat-perteduhanmu-mazmur-919","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/tuhan-ialah-tempat-perlindunganmu-yang-mahatinggi-telah-kaubuat-tempat-perteduhanmu-mazmur-919\/","title":{"rendered":"Mereka yang telah meninggal [tidur] dalam Yesus akan dikumpulkan Allah bersama-sama dengan Dia.  [1 Tesalonika 4:14]"},"content":{"rendered":"<button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Janganlah kita membayangkan bahwa jiwa tidur dalam keadaan tidak sadar. \u201cSesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus,\u201d [Luk 23:43] adalah sebuah bisikan Kristus kepada setiap orang suci yang akan meninggal. Mereka \u201cmeninggal dalam Yesus\u201d, tetapi jiwa mereka berdiri di hadapan takhta Allah [Why 7:15], memuji Dia siang dan malam di bait-Nya, menyanyi haleluya kepada Dia yang membersihkan mereka dari dosa dalam darah-Nya. Tubuh tertidur di atas ranjangnya yang sepi di bumi, berselimutkan rumput. Namun apa sebenarnya tidur ini? Pengertian yang berhubungan dengan tidur adalah &quot;istirahat&quot;, dan itulah yang ingin Roh Allah sampaikan kepada kita. Tidur membuat setiap malam sebuah Sabat bagi hari itu. Tidur menutup pintu jiwa kita dengan cepat, dan memerintahkan semua penyusup melambat untuk sementara waktu, sehingga kehidupan di dalamnya dapat memasuki taman kelegaan musim panas. Orang percaya yang hidupnya membanting tulang tidur dengan tenang, bagaikan seorang anak yang kelelahan terlelap dalam dekapan ibunya. Oh! Betapa bahagianya mereka yang meninggal dalam Tuhan; mereka beristirahat dari pekerjaan mereka, dan karya-karya mereka mengikutinya. Istirahat mereka yang tenang tidak akan pernah terganggu sampai Allah membangunkan mereka kembali untuk memberikan mereka upah yang penuh. Dijaga malaikat pengawas, bertiraikan misteri abadi, mereka terus tidur, yaitu para pewaris kemuliaan, sampai kegenapan waktu yang menghadirkan kegenapan karya penebusan. Kebangunan itu akan menjadi milik mereka! Mereka dibaringkan dalam tempat peristirahatan yang terakhir, dengan letih dan usang, sedemikian sehingga mereka tidak dapat terbangun. Mereka pergi beristirahat dengan kening berkerut, dengan organ-organ yang terbuang, tetapi mereka bangkit dalam keindahan dan kemuliaan. Benih yang layu, begitu miskin akan bentuk dan kemolekan, berkembang dari antara debu menjadi sekuntum bunga yang cantik. Musim dingin liang kubur memberikan jalan bagi musim semi penebusan dan musim panas kemuliaan. Terpujilah kematian, karena kematian, melalui kekuatan ilahi, menanggalkan pakaian dunia penuh keletihan ini dari kita, dan mengenakan kita sebuah pakaian pernikahan yang tidak akan rusak. Berbahagialah mereka yang &quot;meninggal dalam Yesus.&quot; RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button>\n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\">Janganlah kita membayangkan bahwa <i>jiwa<\/i> tidur dalam keadaan tidak sadar. \u201cSesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus,\u201d [<a href=\"https:\/\/alkitab.sabda.org\/?Luk%2023:43\">Luk 23:43<\/a>] adalah sebuah bisikan Kristus kepada setiap orang suci yang akan meninggal. Mereka \u201cmeninggal dalam Yesus\u201d, tetapi jiwa mereka berdiri di hadapan takhta Allah [<a href=\"https:\/\/alkitab.sabda.org\/?Why%207:15\">Why 7:15<\/a>], memuji Dia siang dan malam di bait-Nya, menyanyi haleluya kepada Dia yang membersihkan mereka dari dosa dalam darah-Nya. Tubuh tertidur di atas ranjangnya yang sepi di bumi, berselimutkan rumput. Namun apa sebenarnya tidur ini? Pengertian yang berhubungan dengan tidur adalah &#8220;<i>istirahat<\/i>&#8220;, dan itulah yang ingin Roh Allah sampaikan kepada kita. Tidur membuat setiap malam sebuah Sabat bagi hari itu. Tidur menutup pintu jiwa kita dengan cepat, dan memerintahkan semua penyusup melambat untuk sementara waktu, sehingga kehidupan di dalamnya dapat memasuki taman kelegaan musim panas. Orang percaya yang hidupnya membanting tulang tidur dengan tenang, bagaikan seorang anak yang kelelahan terlelap dalam dekapan ibunya. Oh! Betapa bahagianya mereka yang meninggal dalam Tuhan; mereka beristirahat dari pekerjaan mereka, dan karya-karya mereka mengikutinya. Istirahat mereka yang tenang tidak akan pernah terganggu sampai Allah membangunkan mereka kembali untuk memberikan mereka upah yang penuh. Dijaga malaikat pengawas, bertiraikan misteri abadi, mereka terus tidur, yaitu para pewaris kemuliaan, sampai kegenapan waktu yang menghadirkan kegenapan karya penebusan. Kebangunan itu akan menjadi milik mereka! Mereka dibaringkan dalam tempat peristirahatan yang terakhir, dengan letih dan usang, sedemikian sehingga mereka tidak dapat terbangun. Mereka pergi beristirahat dengan kening berkerut, dengan organ-organ yang terbuang, tetapi mereka bangkit dalam keindahan dan kemuliaan. Benih yang layu, begitu miskin akan bentuk dan kemolekan, berkembang dari antara debu menjadi sekuntum bunga yang cantik. Musim dingin liang kubur memberikan jalan bagi musim semi penebusan dan musim panas kemuliaan. Terpujilah kematian, karena kematian, melalui kekuatan ilahi, menanggalkan pakaian dunia penuh keletihan ini dari kita, dan mengenakan kita sebuah pakaian pernikahan yang tidak akan rusak. Berbahagialah mereka yang &#8220;meninggal dalam Yesus.&#8221;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Janganlah kita membayangkan bahwa jiwa tidur dalam keadaan tidak sadar. \u201cSesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus,\u201d [Luk 23:43] adalah sebuah bisikan Kristus kepada setiap orang suci yang akan meninggal. Mereka \u201cmeninggal dalam Yesus\u201d, tetapi jiwa mereka berdiri di hadapan takhta Allah [Why 7:15], memuji Dia siang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-14531","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":{"id":12887,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=768%2C510&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg"},"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=1024%2C680&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"16","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14531","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=14531"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14531\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":69128,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14531\/revisions\/69128"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=14531"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=14531"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=14531"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}