{"id":14600,"date":"2026-07-02T18:15:36","date_gmt":"2026-07-02T11:15:36","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/jadi-semua-orang-israel-harus-pergi-kepada-orang-filistin-untuk-mengasah-mata-bajaknya-beliungnya-kapaknya-atau-aritnya-masing-masing-1-samuel-1320\/"},"modified":"2026-07-02T18:15:37","modified_gmt":"2026-07-02T11:15:37","slug":"jadi-semua-orang-israel-harus-pergi-kepada-orang-filistin-untuk-mengasah-mata-bajaknya-beliungnya-kapaknya-atau-aritnya-masing-masing-1-samuel-1320","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/jadi-semua-orang-israel-harus-pergi-kepada-orang-filistin-untuk-mengasah-mata-bajaknya-beliungnya-kapaknya-atau-aritnya-masing-masing-1-samuel-1320\/","title":{"rendered":"Ya, karena Dia hati kita bersukacita. [Mazmur 33:21]"},"content":{"rendered":"<button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Berbahagialah bahwa orang-orang Kristen dapat bersukacita, bahkan di dalam penderitaan yang terdalam; meskipun masalah mengelilingi mereka, mereka tetap bermazmur; dan seperti burung-burung, mereka berkicau sebaik mungkin di dalam sangkarnya. Ombak mungkin menggulingkan mereka, tetapi jiwa-jiwa mereka segera bangkit ke permukaan dan melihat cahaya wajah Allah; mereka memiliki daya apung yang menjaga kepala mereka tetap di atas air, dan menolong mereka untuk bernyanyi di tengah badai, \u201cAllah selalu menyertaiku\u201d. Kepada siapa kemuliaan diberikan? Oh! Kepada Yesus \u2013 semuanya hanya karena Yesus. Masalah tidak selalu membawa penghiburan kepada orang percaya, tetapi kehadiran Anak Allah dalam api pembakaran bersama orang percaya, itulah yang mengisi hati orang percaya dengan sukacita. Dia sakit dan menderita, tetapi Yesus mengunjunginya dan merapikan ranjangnya. Dia sekarat, air dingin dari Sungai Yordan menenggelamkannya sampai ke leher, tetapi Yesus menaruh tangan-Nya di sekelilingnya dan berkata \u201cJangan takut anak-Ku; mati adalah kebahagiaan; air kematian memiliki kepala air mancur di Surga; mereka tidak pahit, mereka semanis nektar, karena mereka mengalir dari takhta Allah. Seperti orang kudus berangkat menyeberangi aliran sungai, dan ombak berkumpul di sekitarnya, kedagingan berusaha menggagalkannya, suara yang sama terdengar di telinga, \u201cjanganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu;\u201d [Yesaya 41:10]. Saat orang kudus mendekati perbatasan yang tidak diketahui batasnya, dan hampir gemetar ketakutan memasuki dunia bayangan, Yesus berkata, \u201cJangan takut, karena Bapamu telah berkenan memberikan kamu kerajaan itu\u201d [Lukas 12:32]. Demikian dihibur dan dikuatkan, orang percaya tidak takut mati; tidak, dia bahkan mau beranjak pergi, sebab dia telah melihat Yesus sebagai bintang fajar, dia rindu memandang kepada-Nya seperti matahari di dalam kekuatannya. Sungguh, kehadiran Yesus adalah segala surga yang kita inginkan. Dia adalah sekaligus: RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button>\n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\">Berbahagialah bahwa orang-orang Kristen dapat bersukacita, bahkan di dalam penderitaan yang terdalam; meskipun masalah mengelilingi mereka, mereka tetap bermazmur; dan seperti burung-burung, mereka berkicau sebaik mungkin di dalam sangkarnya. Ombak mungkin menggulingkan mereka, tetapi jiwa-jiwa mereka segera bangkit ke permukaan dan melihat cahaya wajah Allah; mereka memiliki daya apung yang menjaga kepala mereka tetap di atas air, dan menolong mereka untuk bernyanyi di tengah badai, \u201cAllah selalu menyertaiku\u201d. Kepada siapa kemuliaan diberikan? Oh! Kepada Yesus \u2013 semuanya hanya karena Yesus. Masalah tidak selalu membawa penghiburan kepada orang percaya, tetapi kehadiran Anak Allah dalam api pembakaran bersama orang percaya, itulah yang mengisi hati orang percaya dengan sukacita. Dia sakit dan menderita, tetapi Yesus mengunjunginya dan merapikan ranjangnya. Dia sekarat, air dingin dari Sungai Yordan menenggelamkannya sampai ke leher, tetapi Yesus menaruh tangan-Nya di sekelilingnya dan berkata \u201cJangan takut anak-Ku; mati adalah kebahagiaan; air kematian memiliki kepala air mancur di Surga; mereka tidak pahit, mereka semanis nektar, karena mereka mengalir dari takhta Allah. Seperti orang kudus berangkat menyeberangi aliran sungai, dan ombak berkumpul di sekitarnya, kedagingan berusaha menggagalkannya, suara yang sama terdengar di telinga, \u201cjanganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu;\u201d [<a href=\"https:\/\/alkitab.sabda.org\/?Yesaya%2041:10\">Yesaya 41:10<\/a>]. Saat orang kudus mendekati perbatasan yang tidak diketahui batasnya, dan hampir gemetar ketakutan memasuki dunia bayangan, Yesus berkata, \u201cJangan takut, karena Bapamu telah berkenan memberikan kamu kerajaan itu\u201d [<a href=\"https:\/\/alkitab.sabda.org\/?Lukas%2012:32\">Lukas 12:32<\/a>]. Demikian dihibur dan dikuatkan, orang percaya tidak takut mati; tidak, dia bahkan mau beranjak pergi, sebab dia telah melihat Yesus sebagai bintang fajar, dia rindu memandang kepada-Nya seperti matahari di dalam kekuatannya. Sungguh, kehadiran Yesus adalah segala surga yang kita inginkan. Dia adalah sekaligus:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Berbahagialah bahwa orang-orang Kristen dapat bersukacita, bahkan di dalam penderitaan yang terdalam; meskipun masalah mengelilingi mereka, mereka tetap bermazmur; dan seperti burung-burung, mereka berkicau sebaik mungkin di dalam sangkarnya. Ombak mungkin menggulingkan mereka, tetapi jiwa-jiwa mereka segera bangkit ke permukaan dan melihat cahaya wajah Allah; mereka memiliki daya apung yang menjaga kepala mereka [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-14600","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":{"id":12887,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=768%2C510&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg"},"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=1024%2C680&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"19","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14600","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=14600"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14600\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":69134,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14600\/revisions\/69134"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=14600"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=14600"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=14600"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}