{"id":14602,"date":"2026-07-03T18:15:30","date_gmt":"2026-07-03T11:15:30","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/aku-telah-menguji-engkau-dalam-dapur-kesengsaraan-yesaya-4810\/"},"modified":"2026-07-03T18:15:32","modified_gmt":"2026-07-03T11:15:32","slug":"aku-telah-menguji-engkau-dalam-dapur-kesengsaraan-yesaya-4810","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/aku-telah-menguji-engkau-dalam-dapur-kesengsaraan-yesaya-4810\/","title":{"rendered":"Lembu-lembu yang buruk bangunnya dan kurus badannya itu memakan ketujuh ekor lembu yang indah bangunnya dan gemuk itu. [Kejadian 41:4]"},"content":{"rendered":"<button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Mimpi Firaun sudah terlalu sering menjadi pengalaman yang membangunkanku. Hari-hari kemalasanku telah menghancur-leburkan semua yang telah aku capai pada saat keemasanku. Musim dinginku telah membekukan semua sinar cahaya riang dari masa-masa kekuatan dan semangatku; aku menuruti akan keduniawian telah melemparkanku kembali jauh dari kemajuan hidup ilahiku. Aku harus waspada terhadap doa yang lemah, tugas yang lemah, pujian yang lemah, dan pengalaman yang lemah, sebab ini akan banyak memakan lemak kedamaian dan kenyamananku. Jika aku mengabaikan doa karena tidak punya waktu luang, aku kehilangan seluruh kerohanian yang telah aku dapatkan; jika aku tidak menarik pasokan segar dari Surga, jagung tua di dalam lumbungku akan segera dikonsumsi oleh kelaparan yang mengamuk dalam jiwaku. Ketika ulat ketidakpedulian, ulat bulu keduniawian, dan ulat palem pemuasan diri, membaringkanku hingga hatiku sepenuhnya sunyi, dan membuat jiwaku merana, semua kesuburan dan pertumbuhan awal di dalam anugerah menjadi tidak berfaedah apapun bagiku. Betapa aku akan menjadi cemas karena tidak memiliki hari duniawi yang buruk, tidak ada waktu-waktu yang buruk! Jika setiap hari aku berangkat menuju tujuan akhir dari keinginanku, aku harus segera menggapainya, tetapi kebiasaan lama yang aku kerjakan membuat aku masih jauh dari hadiah panggilanku yang mulia, dan merampas kemajuan yang telah susah payah kubuat. Satu-satunya cara dimana semua hari-hariku dapat menjadi seperti \u201clemak\u201d, adalah memberinya makan di padang rumput, menghabiskan waktuku dengan Tuhan, di dalam pekerjaan-Nya, di dalam kerajaan-Nya, di dalam ketakutan-Nya, dan di dalam jalan-Nya. Kenapa setiap tahun tidak menjadi lebih kaya dari yang lalu, di dalam kasih, manfaat, dan sukacita? \u2013 Aku lebih dekat pada bukit angkasa, aku memiliki lebih banyak pengalaman bersama Tuhanku, dan seharusnya aku lebih serupa dengan-Nya. Oh Tuhan, jauhkanlah terus aku dari kutuk kekurusan jiwa; biarlah aku tidak meratap: \u201cKurus merana aku, kurus merana aku. Celakalah aku!\u201d [Yesaya 24:16] Namun biarlah makananku cukup dan aku dipelihara dalam rumah-Mu, supaya aku dapat memuji nama-Mu. RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button>\n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\">Mimpi Firaun sudah terlalu sering menjadi pengalaman yang membangunkanku. Hari-hari kemalasanku telah menghancur-leburkan semua yang telah aku capai pada saat keemasanku. Musim dinginku telah membekukan semua sinar cahaya riang dari masa-masa kekuatan dan semangatku; aku menuruti akan keduniawian telah melemparkanku kembali jauh dari kemajuan hidup ilahiku. Aku harus waspada terhadap doa yang lemah, tugas yang lemah, pujian yang lemah, dan pengalaman yang lemah, sebab ini akan banyak memakan lemak kedamaian dan kenyamananku. Jika aku mengabaikan doa karena tidak punya waktu luang, aku kehilangan seluruh kerohanian yang telah aku dapatkan; jika aku tidak menarik pasokan segar dari Surga, jagung tua di dalam lumbungku akan segera dikonsumsi oleh kelaparan yang mengamuk dalam jiwaku. Ketika ulat ketidakpedulian, ulat bulu keduniawian, dan ulat palem pemuasan diri, membaringkanku hingga hatiku sepenuhnya sunyi, dan membuat jiwaku merana, semua kesuburan dan pertumbuhan awal di dalam anugerah menjadi tidak berfaedah apapun bagiku. Betapa aku akan menjadi cemas karena tidak memiliki hari duniawi yang buruk, tidak ada waktu-waktu yang buruk! Jika setiap hari aku berangkat menuju tujuan akhir dari keinginanku, aku harus segera menggapainya, tetapi kebiasaan lama yang aku kerjakan membuat aku masih jauh dari hadiah panggilanku yang mulia, dan merampas kemajuan yang telah susah payah kubuat. Satu-satunya cara dimana semua hari-hariku dapat menjadi seperti \u201clemak\u201d, adalah memberinya makan di padang rumput, menghabiskan waktuku dengan Tuhan, di dalam pekerjaan-Nya, di dalam kerajaan-Nya, di dalam ketakutan-Nya, dan di dalam jalan-Nya. Kenapa setiap tahun tidak menjadi lebih kaya dari yang lalu, di dalam kasih, manfaat, dan sukacita? \u2013 Aku lebih dekat pada bukit angkasa, aku memiliki lebih banyak pengalaman bersama Tuhanku, dan seharusnya aku lebih serupa dengan-Nya. Oh Tuhan, jauhkanlah terus aku dari kutuk kekurusan jiwa; biarlah aku tidak meratap: \u201cKurus merana aku, kurus merana aku. Celakalah aku!\u201d [<a href=\"https:\/\/alkitab.sabda.org\/?Yesaya%2024:16\">Yesaya 24:16<\/a>] Namun biarlah makananku cukup dan aku dipelihara dalam rumah-Mu, supaya aku dapat memuji nama-Mu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Mimpi Firaun sudah terlalu sering menjadi pengalaman yang membangunkanku. Hari-hari kemalasanku telah menghancur-leburkan semua yang telah aku capai pada saat keemasanku. Musim dinginku telah membekukan semua sinar cahaya riang dari masa-masa kekuatan dan semangatku; aku menuruti akan keduniawian telah melemparkanku kembali jauh dari kemajuan hidup ilahiku. Aku harus waspada terhadap doa yang lemah, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-14602","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":{"id":12887,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=768%2C510&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg"},"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=1024%2C680&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"15","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14602","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=14602"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14602\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":69137,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14602\/revisions\/69137"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=14602"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=14602"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=14602"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}