{"id":14608,"date":"2026-07-04T18:15:51","date_gmt":"2026-07-04T11:15:51","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/cukuplah-kasih-karunia-ku-bagimu-2-korintus-129\/"},"modified":"2026-07-04T18:15:52","modified_gmt":"2026-07-04T11:15:52","slug":"cukuplah-kasih-karunia-ku-bagimu-2-korintus-129","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/cukuplah-kasih-karunia-ku-bagimu-2-korintus-129\/","title":{"rendered":"Kuduskanlah mereka dalam kebenaran. [Yohanes 17:17]"},"content":{"rendered":"<button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Pengudusan bermula dalam kelahiran kembali. Roh Tuhan menanamkan prinsip hidup baru ke dalam manusia, dimana manusia tersebut menjadi \u201cciptaan baru\u201d di dalam Yesus Kristus. Karya ini, yang dimulai dalam kelahiran baru, dilakukan dengan dua cara \u2013 penyiksaan, dimana nafsu daging ditundukkan dan ditekan, dan pengaktifan, di mana kehidupan yang Allah telah tempatkan di dalam kita dibuat menjadi sumur air yang bersemi hingga hidup kekal. Ini dilakukan setiap hari di dalam apa yang disebut \u201cketekunan\u201d, di mana orang Kristen ditopang dan dilanjutkan di dalam keadaan anugerah, dan dibuat berlimpah-limpah dalam setiap pekerjaan baik untuk pujian dan kemuliaan Allah. Dan ini memuncak atau menjadi sempurna dalam \u201ckemuliaan\u201d, ketika jiwa yang benar-benar dibersihkan, ditangkap untuk berdiam bersama hal-hal suci di tangan kanan Yang Mahabesar di tempat yang tinggi. Namun, meskipun Roh Tuhan merupakan pemrakarsa pengudusan, tetap ada lembaga nyata yang bekerja dan tidak boleh dilupakan. \u201cKuduskanlah mereka\u201d, kata Yesus, \u201cmelalui kebenaran-Mu: Firman-Mu adalah kebenaran\u201d. Ayat-ayat Alkitab yang membuktikan bahwa alat dari pengudusan kita adalah Firman Tuhan, sangatlah banyak. Roh Tuhan membawa ke dalam pikiran kita, ajaran dan doktrin kebenaran, dan menerapkannya dengan kuasa. Ini semua terdengar di telinga, dan diterima dalam hati, mereka bekerja dalam kita baik dalam kemauan maupun dalam melakukan pekerjaan menurut kerelaan Allah yang baik. Kebenaran merupakan alat pengudusan, dan jika kita tidak mendengar atau membaca kebenaran, kita tidak akan bertumbuh dalam pengudusan. Kita hanya maju di dalam kehidupan sebagaimana kita maju di dalam pengertian. \u201cFirman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku\u201d. [Mazmur 119:105] Jangan katakan kesalahan ini, \u201cIni hanyalah masalah pendapat belaka\u201d. Tidak seorang pun yang memuaskan diri dalam kesalahan pengambilan keputusan, tanpa cepat atau lambat menoleransi kesalahan dalam prakteknya. Pegang teguh kebenaran, sebab dengan begitu Anda akan dikuduskan oleh Roh Tuhan. RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button>\n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\">Pengudusan bermula dalam kelahiran kembali. Roh Tuhan menanamkan prinsip hidup baru ke dalam manusia, dimana manusia tersebut menjadi \u201cciptaan baru\u201d di dalam Yesus Kristus. Karya ini, yang dimulai dalam kelahiran baru, dilakukan dengan dua cara \u2013 penyiksaan, dimana nafsu daging ditundukkan dan ditekan, dan pengaktifan, di mana kehidupan yang Allah telah tempatkan di dalam kita dibuat menjadi sumur air yang bersemi hingga hidup kekal. Ini dilakukan setiap hari di dalam apa yang disebut \u201cketekunan\u201d, di mana orang Kristen ditopang dan dilanjutkan di dalam keadaan anugerah, dan dibuat berlimpah-limpah dalam setiap pekerjaan baik untuk pujian dan kemuliaan Allah. Dan ini memuncak atau menjadi sempurna dalam \u201ckemuliaan\u201d, ketika jiwa yang benar-benar dibersihkan, ditangkap untuk berdiam bersama hal-hal suci di tangan kanan Yang Mahabesar di tempat yang tinggi. Namun, meskipun Roh Tuhan merupakan pemrakarsa pengudusan, tetap ada lembaga nyata yang bekerja dan tidak boleh dilupakan. \u201cKuduskanlah mereka\u201d, kata Yesus, \u201cmelalui <i>kebenaran<\/i>-Mu: Firman-Mu adalah kebenaran\u201d. Ayat-ayat Alkitab yang membuktikan bahwa alat dari pengudusan kita adalah Firman Tuhan, sangatlah banyak. Roh Tuhan membawa ke dalam pikiran kita, ajaran dan doktrin kebenaran, dan menerapkannya dengan kuasa. Ini semua terdengar di telinga, dan diterima dalam hati, mereka bekerja dalam kita baik dalam kemauan maupun dalam melakukan pekerjaan menurut kerelaan Allah yang baik. Kebenaran merupakan alat pengudusan, dan jika kita tidak mendengar atau membaca kebenaran, kita tidak akan bertumbuh dalam pengudusan. Kita hanya maju di dalam kehidupan sebagaimana kita maju di dalam pengertian. \u201cFirman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku\u201d. [<a href=\"https:\/\/alkitab.sabda.org\/?Mazmur%20119:105\">Mazmur 119:105<\/a>] Jangan katakan kesalahan ini, \u201cIni hanyalah masalah pendapat belaka\u201d. Tidak seorang pun yang memuaskan diri dalam kesalahan pengambilan keputusan, tanpa cepat atau lambat menoleransi kesalahan dalam prakteknya. Pegang teguh kebenaran, sebab dengan begitu Anda akan dikuduskan oleh Roh Tuhan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Pengudusan bermula dalam kelahiran kembali. Roh Tuhan menanamkan prinsip hidup baru ke dalam manusia, dimana manusia tersebut menjadi \u201cciptaan baru\u201d di dalam Yesus Kristus. Karya ini, yang dimulai dalam kelahiran baru, dilakukan dengan dua cara \u2013 penyiksaan, dimana nafsu daging ditundukkan dan ditekan, dan pengaktifan, di mana kehidupan yang Allah telah tempatkan di [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-14608","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":{"id":12887,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=768%2C510&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg"},"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=1024%2C680&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"13","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14608","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=14608"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14608\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":69139,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14608\/revisions\/69139"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=14608"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=14608"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=14608"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}