{"id":14610,"date":"2025-07-08T18:18:18","date_gmt":"2025-07-08T11:18:18","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/jangan-kita-tidur-seperti-orang-orang-lain-1-tesalonika-56\/"},"modified":"2025-07-08T18:18:20","modified_gmt":"2025-07-08T11:18:20","slug":"jangan-kita-tidur-seperti-orang-orang-lain-1-tesalonika-56","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/jangan-kita-tidur-seperti-orang-orang-lain-1-tesalonika-56\/","title":{"rendered":"Ceritakanlah kiranya kepadaku, karena apakah kekuatanmu demikian besar. [Hakim-hakim 16:6]"},"content":{"rendered":"<button id=\"listenButton1\" class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" value=\"Play\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\"><span>&#128266; Baca Artikel<\/span><\/button>\n        <script>\n            listenButton1.onclick = function(){\n                if(responsiveVoice.isPlaying()){\n                    responsiveVoice.cancel();\n                }else{\n                    responsiveVoice.speak(\"Diakonia.id - Terletak di manakah rahasia kekuatan iman? Terletak di dalam makanan yang memberi kekuatan, karena iman mempelajari tentang apa itu janji \u2013 sebuah pancaran dari anugerah ilahi, sebuah luapan dari kebesaran hati Tuhan; dan iman berkata, \u201cTuhanku tidak dapat memberikan janji ini, kecuali karena cinta dan anugerah-Nya; oleh karena itu sangatlah meyakinkan bahwa Firman-Nya akan digenapi\u201d. Kemudian iman berpikir, \u201cSiapakah yang memberi janji ini?\u201d Pertimbangan ini tidak sebesar, \u201cSiapakah pengarang janji ini?\u201d Iman mengingat Allah yang tidak dapat berbohong \u2013 Allah yang Mahakuasa, Allah yang abadi; dan oleh karena itu disimpulkan bahwa janji haruslah digenapi; dan ke depannya, janji ini membawa pada keyakinan yang teguh. Iman mengingat mengapa janji diberikan, \u2014 yaitu, untuk kemuliaan Allah, dan iman merasa sangat yakin bahwa kemuliaan Allah itu tepat, dan Allah tidak akan pernah menodai nama baik-Nya sendiri, maupun merusak kilau mahkota-Nya sendiri; dan oleh karena itu, janji haruslah pasti dan akan terjadi. Iman juga mempertimbangkan karya Kristus yang ajaib sebagai bukti yang jelas dari maksud Allah Bapa untuk menggenapkan Firman-Nya. \u201cIa, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?\u201d [Roma 8:32] Apalagi iman melihat kembali masa lalu, sebab pertempurannya telah memperkuat dirinya, dan kemenangannya telah memberikan keberanian kepadanya. Iman mengingat bahwa Allah tidak pernah gagal, bahkan, bahwa dia tidak pernah sekalipun mengecewakan anak-anak-Nya. Dia mengingat kembali masa-masa di mana bahaya besar terjadi, ketika pembebasan datang; waktu-waktu yang penuh dengan kebutuhan, ketika pada harinya kekuatan iman ditemukan, iman berteriak, \u201cTidak, aku tidak akan diarahkan untuk berpikir bahwa Allah dapat berubah dan meninggalkan hamba-Nya. Sampai di sini TUHAN menolongku [1 Sam 7:12], dan Dia akan tetap menolongku\u201d. Jadi iman melihat setiap janji dalam hubungannya dengan Pemberi janji, dan, karena iman melakukan hal itu, kita bisa mengatakan dengan keyakinan, \u201cSesungguhnya kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku!\u201d [Mazmur 23:6] RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\", \"Indonesian Male\");\n                }\n            };\n        <\/script>\n    \n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\">Terletak di manakah rahasia kekuatan iman? Terletak di dalam makanan yang memberi kekuatan, karena iman mempelajari tentang apa itu janji \u2013 sebuah pancaran dari anugerah ilahi, sebuah luapan dari kebesaran hati Tuhan; dan iman berkata, \u201cTuhanku tidak dapat memberikan janji ini, kecuali karena cinta dan anugerah-Nya; oleh karena itu sangatlah meyakinkan bahwa Firman-Nya akan digenapi\u201d. Kemudian iman berpikir, \u201c<i>Siapakah yang memberi<\/i> janji ini?\u201d Pertimbangan ini tidak sebesar, \u201cSiapakah pengarang janji ini?\u201d Iman mengingat Allah yang tidak dapat berbohong \u2013 Allah yang Mahakuasa, Allah yang abadi; dan oleh karena itu disimpulkan bahwa janji haruslah digenapi; dan ke depannya, janji ini membawa pada keyakinan yang teguh. Iman mengingat <i>mengapa janji diberikan<\/i>, \u2014 yaitu, untuk kemuliaan Allah, dan iman merasa sangat yakin bahwa kemuliaan Allah itu tepat, dan Allah tidak akan pernah menodai nama baik-Nya sendiri, maupun merusak kilau mahkota-Nya sendiri; dan oleh karena itu, janji haruslah pasti dan akan terjadi. Iman juga mempertimbangkan <i>karya Kristus yang ajaib<\/i> sebagai bukti yang jelas dari maksud Allah Bapa untuk menggenapkan Firman-Nya. \u201cIa, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?\u201d [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Roma%208:32\">Roma 8:32<\/a>] Apalagi iman melihat kembali <i>masa lalu<\/i>, sebab pertempurannya telah memperkuat dirinya, dan kemenangannya telah memberikan keberanian kepadanya. Iman mengingat bahwa Allah tidak pernah gagal, bahkan, bahwa dia tidak pernah sekalipun mengecewakan anak-anak-Nya. Dia mengingat kembali masa-masa di mana bahaya besar terjadi, ketika pembebasan datang; waktu-waktu yang penuh dengan kebutuhan, ketika pada harinya kekuatan iman ditemukan, iman berteriak, \u201cTidak, aku tidak akan diarahkan untuk berpikir bahwa Allah dapat berubah dan meninggalkan hamba-Nya. Sampai di sini TUHAN menolongku [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?1%20Sam%207:12\">1 Sam 7:12<\/a>], dan Dia akan tetap menolongku\u201d. Jadi iman melihat setiap janji dalam hubungannya dengan Pemberi janji, dan, karena iman melakukan hal itu, kita bisa mengatakan dengan keyakinan, \u201cSesungguhnya kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku!\u201d [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Mazmur%2023:6\">Mazmur 23:6<\/a>]<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Terletak di manakah rahasia kekuatan iman? Terletak di dalam makanan yang memberi kekuatan, karena iman mempelajari tentang apa itu janji \u2013 sebuah pancaran dari anugerah ilahi, sebuah luapan dari kebesaran hati Tuhan; dan iman berkata, \u201cTuhanku tidak dapat memberikan janji ini, kecuali karena cinta dan anugerah-Nya; oleh karena itu sangatlah meyakinkan bahwa Firman-Nya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jetpack_post_was_ever_published":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-14610","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":{"id":12887,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=768%2C510&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg"},"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=1024%2C680&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"144","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14610","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=14610"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14610\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":67960,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14610\/revisions\/67960"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=14610"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=14610"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=14610"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}