{"id":14620,"date":"2025-08-22T18:15:49","date_gmt":"2025-08-22T11:15:49","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/kamu-harus-dilahirkan-kembali-yohanes-37\/"},"modified":"2025-08-22T18:15:50","modified_gmt":"2025-08-22T11:15:50","slug":"kamu-harus-dilahirkan-kembali-yohanes-37","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/kamu-harus-dilahirkan-kembali-yohanes-37\/","title":{"rendered":"Kusumpahi kamu, puteri-puteri Yerusalem: bila kamu menemukan kekasihku, apakah yang akan kamu katakan kepadanya? Katakanlah, bahwa sakit asmara aku! [Kid 5:8]"},"content":{"rendered":"<button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Begitulah bahasa orang percaya yang terengah-engah mengharapkan persekutuan saat ini dengan Yesus, dia kangen Tuhannya. Jiwa-jiwa yang anggun tidak akan pernah tenang dengan sempurna kecuali mereka ada di dalam suatu keadaan yang dekat dengan Kristus; sebab ketika mereka jauh dari Dia, mereka kehilangan damai. Semakin dekat dengan-Nya, semakin dekat dengan ketenangan yang sempurna dari surga; semakin dekat dengan-Nya, semakin penuhlah hati, tidak hanya dengan damai, tetapi juga dengan kehidupan, dan kekuatan, dan sukacita, sebab semuanya ini tergantung dengan keintiman yang tetap dengan Yesus. Bagaikan matahari bagi siang, bagaikan bulan bagi malam, bagaikan embun bagi bunga, seperti itulah Yesus Kristus bagi kita. Bagaikan roti bagi yang lapar, pakaian bagi yang telanjang, bayangan dari batu besar bagi musafir di tanah keletihan, seperti itulah Yesus Kristus untuk kita; maka, jika kita tidak dengan sadar bersatu dengan Dia, tidak mengherankan jika jiwa kita menangis dalam kata-kata Kidung Agung, \u201cKusumpahi kamu, puteri-puteri Yerusalem: bila kamu menemukan kekasihku, apakah yang akan kamu katakan kepadanya? Katakanlah, bahwa sakit asmara aku!\u201d Kerinduan yang sungguh-sungguh akan Yesus ini mengandung berkat yang menyertainya: \u201cBerbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran;\u201d [Mat 5:6] maka, amat diberkatilah mereka yang haus akan Yang Benar. Diberkatilah rasa lapar itu, sebab itu datang dari Tuhan: kalaupun aku tidak mendapatkan kebahagiaan yang utuh dari rasa kenyang, aku akan mencari kebahagiaan yang sama dalam kemeranaan yang manis dalam kekosongan dan kerinduan, hingga saatnya aku dikenyangkan dengan Kristus. Kalaupun aku tidak diberi makan Yesus, perasaan lapar dan haus akan Yesus sendiri adalah selangkah dari surga. Ada kemuliaan dalam rasa lapar itu, sebab rasa lapar itu berkilau di antara sabda-sabda bahagia Tuhan kita. Namun, berkat bersangkut paut dengan sebuah janji. Yang lapar &quot;akan dikenyangkan&quot; dengan apa yang mereka idamkan. Maka, jika Kristus menyebabkan kita rindu akan Dia, Dia pastinya akan memuaskan kerinduan itu; dan ketika Dia datang kepada kita, dan memang Dia akan datang, oh, betapa manisnya itu! RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button>\n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\">Begitulah bahasa orang percaya yang terengah-engah mengharapkan persekutuan saat ini dengan Yesus, <i>dia kangen Tuhannya<\/i>. Jiwa-jiwa yang anggun tidak akan pernah tenang dengan sempurna kecuali mereka ada di dalam suatu keadaan yang dekat dengan Kristus; sebab ketika mereka jauh dari Dia, mereka kehilangan damai. Semakin dekat dengan-Nya, semakin dekat dengan ketenangan yang sempurna dari surga; semakin dekat dengan-Nya, semakin penuhlah hati, tidak hanya dengan damai, tetapi juga dengan kehidupan, dan kekuatan, dan sukacita, sebab semuanya ini tergantung dengan keintiman yang tetap dengan Yesus. Bagaikan matahari bagi siang, bagaikan bulan bagi malam, bagaikan embun bagi bunga, seperti itulah Yesus Kristus bagi kita. Bagaikan roti bagi yang lapar, pakaian bagi yang telanjang, bayangan dari batu besar bagi musafir di tanah keletihan, seperti itulah Yesus Kristus untuk kita; maka, jika kita tidak dengan sadar bersatu dengan Dia, tidak mengherankan jika jiwa kita menangis dalam kata-kata Kidung Agung, \u201cKusumpahi kamu, puteri-puteri Yerusalem: bila kamu menemukan kekasihku, apakah yang akan kamu katakan kepadanya? Katakanlah, bahwa sakit asmara aku!\u201d <i>Kerinduan yang sungguh-sungguh akan Yesus ini mengandung berkat yang menyertainya<\/i>: \u201cBerbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran;\u201d [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Mat%205:6\">Mat 5:6<\/a>] maka, amat diberkatilah mereka yang haus akan Yang Benar. Diberkatilah rasa lapar itu, sebab itu datang dari Tuhan: kalaupun aku tidak mendapatkan kebahagiaan yang utuh dari rasa kenyang, aku akan mencari kebahagiaan yang sama dalam kemeranaan yang manis dalam kekosongan dan kerinduan, hingga saatnya aku dikenyangkan dengan Kristus. Kalaupun aku tidak diberi makan Yesus, perasaan lapar dan haus akan Yesus sendiri adalah selangkah dari surga. Ada kemuliaan dalam rasa lapar itu, sebab rasa lapar itu berkilau di antara sabda-sabda bahagia Tuhan kita. Namun, berkat <i>bersangkut paut dengan sebuah janji<\/i>. Yang lapar &#8220;<i>akan dikenyangkan<\/i>&#8221; dengan apa yang mereka idamkan. Maka, jika Kristus menyebabkan kita rindu akan Dia, Dia pastinya akan memuaskan kerinduan itu; dan ketika Dia datang kepada kita, dan memang Dia akan datang, <i>oh, betapa manisnya itu<\/i>!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Begitulah bahasa orang percaya yang terengah-engah mengharapkan persekutuan saat ini dengan Yesus, dia kangen Tuhannya. Jiwa-jiwa yang anggun tidak akan pernah tenang dengan sempurna kecuali mereka ada di dalam suatu keadaan yang dekat dengan Kristus; sebab ketika mereka jauh dari Dia, mereka kehilangan damai. Semakin dekat dengan-Nya, semakin dekat dengan ketenangan yang sempurna [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-14620","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":{"id":12887,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=768%2C510&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg"},"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=1024%2C680&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"248","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14620","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=14620"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14620\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":68071,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14620\/revisions\/68071"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=14620"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=14620"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=14620"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}