{"id":14622,"date":"2025-08-23T18:15:32","date_gmt":"2025-08-23T11:15:32","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/percayalah-kepada-allah-markus-1122\/"},"modified":"2025-08-23T18:15:33","modified_gmt":"2025-08-23T11:15:33","slug":"percayalah-kepada-allah-markus-1122","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/percayalah-kepada-allah-markus-1122\/","title":{"rendered":"Di dalamnya tidak akan kedengaran lagi bunyi tangisan. [Yesaya 65:19]"},"content":{"rendered":"<button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Mereka yang dimuliakan tidak akan menangis lagi, karena segala penyebab kesedihan yang datang dari luar telah tiada. Tidak ada persahabatan yang rusak, atau putus harapan di surga. Kemiskinan, kelaparan, bahaya, penganiayaan, dan fitnah tidak dikenal di surga. Tidak ada sakit penyakit, tidak ada pikiran akan kematian atau perkabungan yang menyebabkan kesedihan. Mereka tidak menangis lagi, karena mereka telah sempurna disucikan. Tidak ada &quot;hati yang jahat oleh ketidakpercayaan&quot; yang menyebabkan mereka pergi dari Allah yang hidup; mereka tanpa cacat di hadapan takhta-Nya, dan sepenuhnya sesuai dengan gambar-Nya. Bahkan mereka tidak lagi melakukan perkabungan bagi mereka yang telah berhenti berbuat dosa. Mereka tidak akan menangis lagi, karena segala kekuatiran akan perubahan telah berlalu. Mereka mengetahui bahwa mereka selamanya aman. Dosa telah dicegah masuk, dan mereka dikurung di dalam. Mereka tinggal dalam kota yang tidak pernah diserang badai; mereka berjemur di bawah matahari yang tidak akan pernah terbenam; mereka minum dari sungai yang tidak akan pernah kering; mereka memetik buah dari pohon yang tidak pernah layu. Siklus berputar terus hingga tak terhitung, tetapi keabadian tidak akan habis, dan saat keabadian bertahan, hidup kekal dan kebahagiaan mereka akan berada berdampingan dengan keabadian. Mereka selamanya bersama dengan Tuhan. Mereka tidak menangis lagi, karena segala keinginan telah terpenuhi. Mereka tidak dapat berharap apapun yang belum mereka punyai. Mata dan telinga, hati dan tangan, penghakiman, imajinasi, harapan, keinginan, kehendak, dan semua indera, telah sepenuhnya terpuaskan; dan walaupun ide-ide yang saat ini kita miliki mengenai hal-hal yang sudah Allah sediakan bagi mereka yang mengasihi Dia tidak sempurna, kita cukup tahu, melalui pewahyuan Roh, bahwa orang-orang kudus di atas sana diberkati dengan sangat. Sukacita Kristus, yaitu penuhnya kegembiraan yang tak terbatas, berada di dalam mereka. Mereka mandi dalam laut penuh berkat tak terhingga yang tidak berdasar dan tidak berbatas. Kebahagiaan yang sama tersedia bagi kita. Kebahagiaan itu mungkin tidak jauh. Dengan segera batang pohon tangisan akan ditukar dengan cabang palma kemenangan, dan tetesan embun kesedihan akan diubah menjadi butiran mutiara kesenangan yang kekal. &quot;Karena itu hiburkanlah seorang akan yang lain dengan perkataan-perkataan ini.&quot; [1 Tes 4:18] RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button>\n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\">Mereka yang dimuliakan tidak akan menangis lagi, karena <i>segala penyebab kesedihan yang datang dari luar telah tiada.<\/i> Tidak ada persahabatan yang rusak, atau putus harapan di surga. Kemiskinan, kelaparan, bahaya, penganiayaan, dan fitnah tidak dikenal di surga. Tidak ada sakit penyakit, tidak ada pikiran akan kematian atau perkabungan yang menyebabkan kesedihan. Mereka tidak menangis lagi, karena <i>mereka telah sempurna disucikan.<\/i> Tidak ada &#8220;hati yang jahat oleh ketidakpercayaan&#8221; yang menyebabkan mereka pergi dari Allah yang hidup; mereka tanpa cacat di hadapan takhta-Nya, dan sepenuhnya sesuai dengan gambar-Nya. Bahkan mereka tidak lagi melakukan perkabungan bagi mereka yang telah berhenti berbuat dosa. Mereka tidak akan menangis lagi, karena <i>segala kekuatiran akan perubahan telah berlalu.<\/i> Mereka mengetahui bahwa mereka selamanya aman. Dosa telah dicegah masuk, dan mereka dikurung di dalam. Mereka tinggal dalam kota yang tidak pernah diserang badai; mereka berjemur di bawah matahari yang tidak akan pernah terbenam; mereka minum dari sungai yang tidak akan pernah kering; mereka memetik buah dari pohon yang tidak pernah layu. Siklus berputar terus hingga tak terhitung, tetapi keabadian tidak akan habis, dan saat keabadian bertahan, hidup kekal dan kebahagiaan mereka akan berada berdampingan dengan keabadian. Mereka selamanya bersama dengan Tuhan. Mereka tidak menangis lagi, karena <i>segala keinginan telah terpenuhi<\/i>. Mereka tidak dapat berharap apapun yang belum mereka punyai. Mata dan telinga, hati dan tangan, penghakiman, imajinasi, harapan, keinginan, kehendak, dan semua indera, telah sepenuhnya terpuaskan; dan walaupun ide-ide yang saat ini kita miliki mengenai hal-hal yang sudah Allah sediakan bagi mereka yang mengasihi Dia tidak sempurna, kita cukup tahu, melalui pewahyuan Roh, bahwa orang-orang kudus di atas sana diberkati dengan sangat. Sukacita Kristus, yaitu penuhnya kegembiraan yang tak terbatas, berada di dalam mereka. Mereka mandi dalam laut penuh berkat tak terhingga yang tidak berdasar dan tidak berbatas. Kebahagiaan yang sama tersedia bagi kita. Kebahagiaan itu mungkin tidak jauh. Dengan segera batang pohon tangisan akan ditukar dengan cabang palma kemenangan, dan tetesan embun kesedihan akan diubah menjadi butiran mutiara kesenangan yang kekal. &#8220;Karena itu hiburkanlah seorang akan yang lain dengan perkataan-perkataan ini.&#8221; [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?1%20Tes%204:18\">1 Tes 4:18<\/a>]<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Mereka yang dimuliakan tidak akan menangis lagi, karena segala penyebab kesedihan yang datang dari luar telah tiada. Tidak ada persahabatan yang rusak, atau putus harapan di surga. Kemiskinan, kelaparan, bahaya, penganiayaan, dan fitnah tidak dikenal di surga. Tidak ada sakit penyakit, tidak ada pikiran akan kematian atau perkabungan yang menyebabkan kesedihan. Mereka tidak [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-14622","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":{"id":12887,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=768%2C510&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg"},"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=1024%2C680&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"258","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14622","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=14622"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14622\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":68073,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14622\/revisions\/68073"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=14622"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=14622"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=14622"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}