{"id":14639,"date":"2025-08-26T18:16:08","date_gmt":"2025-08-26T11:16:08","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/dalam-kesenanganku-aku-berkata-aku-takkan-goyah-untuk-selama-lamanya-mazmur-306\/"},"modified":"2025-08-26T18:16:09","modified_gmt":"2025-08-26T11:16:09","slug":"dalam-kesenanganku-aku-berkata-aku-takkan-goyah-untuk-selama-lamanya-mazmur-306","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/dalam-kesenanganku-aku-berkata-aku-takkan-goyah-untuk-selama-lamanya-mazmur-306\/","title":{"rendered":"Diperintahkan-Nya supaya perjanjian-Nya itu untuk selama-lamanya. [Mazmur 111:9]"},"content":{"rendered":"<button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Pengikut Tuhan berbahagia dalam perjanjian-Nya itu sendiri. Perjanjian-Nya adalah sumber penghiburan yang tak ada habisnya bagi mereka setiap kali Roh Kudus menuntun mereka ke dalam rumah perjamuan dan melambaikan bendera kasih-Nya. Mereka senang merenungkan kekunoan perjanjian tersebut, ingat bahwa sebelum mentari mengetahui tempatnya, atau planet-planet mengikuti orbitnya, kepentingan orang-orang kudus telah dibuat aman dalam Kristus Yesus. Secara khusus mereka senang mengingat kepastian perjanjian itu, sambil merenungkan &quot;kasih setia yang teguh yang Kujanjikan kepada Daud.&quot; [Yes 55:3] Mereka berbahagia untuk merayakan perjanjian-Nya sebagai yang &quot;ditandatangani, dan disegel, dan disahkan, dalam segala hal diatur dengan baik.&quot; Sering kali perjanjian-Nya membuat hati mereka terbelalak gembira ketika berpikir bahwa perjanjian-Nya tidak berubah, sebagai perjanjian yang mana baik waktu maupun kekekalan, hidup ataupun mati, tidak akan pernah sanggup membatalkan\u2014sebuah perjanjian yang setua kekekalan dan seabadi Batu zaman. Mereka juga bersukacita dan berpesta atas pemenuhan janji ini, sebab mereka melihatnya di dalam segala hal yang tersedia bagi mereka. Allah adalah bagian dari mereka, Kristus kawan mereka, Roh adalah Penghibur mereka, bumi hanyalah singgahan, surga adalah rumah mereka. Mereka melihat dalam janji-Nya warisan yang disiapkan di diserahkan kepada setiap jiwa yang memiliki ketertarikan akan janji yang kuno dan akta kekal hadiah itu. Mata mereka berbinar-binar ketika mereka melihat janji-Nya sebagai harta karun di dalam Alkitab, tetapi oh! betapa jiwa mereka gembira ketika mereka melihat dalam surat wasiat kerabat-kerabat ilahi mereka, bahwa warisan itu telah diwariskan kepada mereka! Lebih-lebih, umat Allah senang untuk merenungkan kemurahan janji ini. Mereka melihat bahwa hukum taurat tidak berlaku lagi karena itu adalah perjanjian ketaatan dan bergantung kepada perbuatan baik, tetapi janji ini mereka dapati dapat bertahan karena dasarnya adalah anugerah, kondisinya adalah anugerah, kekuatannya adalah anugerah, benteng pertahanannya adalah anugerah, batu fondasinya adalah anugerah, dan batu yang di puncaknya adalah anugerah. Perjanjian ini adalah harta kekayaan, lumbung makanan, sumber mata air kehidupan, gudang keselamatan, piagam kedamaian, dan surga sukacita. RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button>\n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\">Pengikut Tuhan berbahagia dalam perjanjian-Nya itu sendiri. Perjanjian-Nya adalah sumber penghiburan yang tak ada habisnya bagi mereka setiap kali Roh Kudus menuntun mereka ke dalam rumah perjamuan dan melambaikan bendera kasih-Nya. Mereka senang merenungkan <i>kekunoan<\/i> perjanjian tersebut, ingat bahwa sebelum mentari mengetahui tempatnya, atau planet-planet mengikuti orbitnya, kepentingan orang-orang kudus telah dibuat aman dalam Kristus Yesus. Secara khusus mereka senang mengingat <i>kepastian<\/i> perjanjian itu, sambil merenungkan &#8220;kasih setia yang teguh yang Kujanjikan kepada Daud.&#8221; [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Yes%2055:3\">Yes 55:3<\/a>] Mereka berbahagia untuk merayakan perjanjian-Nya sebagai yang &#8220;ditandatangani, dan disegel, dan disahkan, dalam segala hal diatur dengan baik.&#8221; Sering kali perjanjian-Nya membuat hati mereka terbelalak gembira ketika berpikir bahwa perjanjian-Nya <i>tidak berubah<\/i>, sebagai perjanjian yang mana baik waktu maupun kekekalan, hidup ataupun mati, tidak akan pernah sanggup membatalkan\u2014sebuah perjanjian yang setua kekekalan dan seabadi Batu zaman. Mereka juga bersukacita dan berpesta atas <i>pemenuhan<\/i> janji ini, sebab mereka melihatnya di dalam segala hal yang tersedia bagi mereka. Allah adalah bagian dari mereka, Kristus kawan mereka, Roh adalah Penghibur mereka, bumi hanyalah singgahan, surga adalah rumah mereka. Mereka melihat dalam janji-Nya warisan yang disiapkan di diserahkan kepada setiap jiwa yang memiliki ketertarikan akan janji yang kuno dan akta kekal hadiah itu. Mata mereka berbinar-binar ketika mereka melihat janji-Nya sebagai harta karun di dalam Alkitab, tetapi oh! betapa jiwa mereka gembira ketika mereka melihat dalam surat wasiat kerabat-kerabat ilahi mereka, bahwa warisan itu telah diwariskan kepada mereka! Lebih-lebih, umat Allah senang untuk merenungkan <i>kemurahan<\/i> janji ini. Mereka melihat bahwa hukum taurat tidak berlaku lagi karena itu adalah perjanjian ketaatan dan bergantung kepada perbuatan baik, tetapi janji ini mereka dapati dapat bertahan karena dasarnya adalah anugerah, kondisinya adalah anugerah, kekuatannya adalah anugerah, benteng pertahanannya adalah anugerah, batu fondasinya adalah anugerah, dan batu yang di puncaknya adalah anugerah. Perjanjian ini adalah harta kekayaan, lumbung makanan, sumber mata air kehidupan, gudang keselamatan, piagam kedamaian, dan surga sukacita.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Pengikut Tuhan berbahagia dalam perjanjian-Nya itu sendiri. Perjanjian-Nya adalah sumber penghiburan yang tak ada habisnya bagi mereka setiap kali Roh Kudus menuntun mereka ke dalam rumah perjamuan dan melambaikan bendera kasih-Nya. Mereka senang merenungkan kekunoan perjanjian tersebut, ingat bahwa sebelum mentari mengetahui tempatnya, atau planet-planet mengikuti orbitnya, kepentingan orang-orang kudus telah dibuat aman [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-14639","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":{"id":12887,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=768%2C510&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg"},"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=1024%2C680&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":1,"views":"281","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14639","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=14639"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14639\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":68079,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14639\/revisions\/68079"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=14639"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=14639"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=14639"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}