{"id":14645,"date":"2025-08-27T18:15:46","date_gmt":"2025-08-27T11:15:46","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/dosa-lebih-nyata-lagi-keadaannya-sebagai-dosa-roma-713\/"},"modified":"2025-08-27T18:15:47","modified_gmt":"2025-08-27T11:15:47","slug":"dosa-lebih-nyata-lagi-keadaannya-sebagai-dosa-roma-713","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/dosa-lebih-nyata-lagi-keadaannya-sebagai-dosa-roma-713\/","title":{"rendered":"Berapa lama lagi mereka tidak mau percaya kepada-Ku? [Bilangan 14:11]"},"content":{"rendered":"<button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Berjuanglah dengan segala ketekunan untuk menyingkirkan raksasa ketidakpercayaan. Ini begitu menghina Kristus, sehingga Dia akan menarik kehadiran-Nya yang kelihatan jika kita mencela-Nya dengan membiarkan hati dalam ketidakpercayaan. Memang benar ini adalah rumput liar, benih yang tidak akan pernah bisa sepenuhnya kita cabut dari tanah, namun kita harus membidik akarnya dengan kerajinan dan ketekunan. Di antara segala yang dibenci, inilah yang paling harus dibenci. Sifatnya yang merugikan sangatlah berbisa sehingga dia yang melakukannya dan dia yang kepadanya dilakukan pun terluka karenanya. Dalam kasus Anda, hai orang percaya! ini adalah yang paling jahat, karena segala kemurahan Tuhanmu di masa lampau justru meningkatkan kesalahanmu dalam meragukan Dia sekarang. Ketika Anda tidak percaya kepada Tuhan Yesus, Ia mungkin saja berteriak, \u201dLihatlah, Aku tertekan di bawah kamu seperti gerobak yang penuh dengan berkas panen yang dijejalkan.\u201d [Amos 2:13, KJV] Ini adalah memahkotai kepala-Nya dengan duri dari jenis yang paling tajam. Begitu kejamnya istri yang sangat dicintai untuk menaruh curiga kepada suaminya yang baik dan setia. Dosa itu tiada berguna, bebal, dan tidak dapat dibenarkan. Yesus tidak pernah memberi sedikit pun alasan mencurigai-Nya, seperti halnya orang-orang sulit meragukan perbuatan kita jika kepada mereka kita selalu penuh kasih dan tulus. Yesus adalah Anak Allah yang Mahatinggi [Lukas 1:32], dan memiliki kekayaan yang tidak terbatas; sangat memalukan untuk meragukan Maha Kuasa dan sangsi kepada Maha Cukup. Ternak di seribu bukit akan cukup untuk memberi makan kita di saat paling lapar, dan lumbung-lumbung surga tidak mungkin menjadi kosong karena kita makan. Jika Kristus hanyalah perigi, kita mungkin segera haus akan kepenuhan-Nya, namun siapa yang dapat mengeringkan sebuah mata air? Berjuta-juta roh telah mengambil perbekalannya dari Dia, dan tidak satupun dari mereka telah bersungut-sungut akan kelangkaan sumber daya-Nya. Enyahlah, ketidakpercayaan pengkhianat dan pembohong, sebab tugasnya hanya untuk memotong ikatan persekutuan dan membuat kita berkabung atas ketidakhadiran Juruselamat. Bunyan mengatakan kepada kita bahwa ketidakpercayaan punya \u201cnyawa sebanyak seekor kucing:\u201d jika demikian, mari sekarang kita bunuh satu nyawa, dan lanjutkan pekerjaan itu sampai kesembilan nyawanya itu hilang. Jatuhlah engkau, kau pengkhianat, hatiku membenci engkau. RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button>\n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\"><i>Berjuanglah dengan segala ketekunan untuk menyingkirkan raksasa ketidakpercayaan.<\/i> Ini begitu menghina Kristus, sehingga Dia akan menarik kehadiran-Nya yang kelihatan jika kita mencela-Nya dengan membiarkan hati dalam ketidakpercayaan. Memang benar ini adalah rumput liar, benih yang tidak akan pernah bisa sepenuhnya kita cabut dari tanah, namun kita harus membidik akarnya dengan kerajinan dan ketekunan. Di antara segala yang dibenci, inilah yang paling harus dibenci. Sifatnya yang merugikan sangatlah berbisa sehingga dia yang melakukannya dan dia yang kepadanya dilakukan pun terluka karenanya. Dalam kasus Anda, hai orang percaya! ini adalah yang paling jahat, karena segala kemurahan Tuhanmu di masa lampau justru meningkatkan kesalahanmu dalam meragukan Dia sekarang. Ketika Anda tidak percaya kepada Tuhan Yesus, Ia mungkin saja berteriak, \u201dLihatlah, Aku tertekan di bawah kamu seperti gerobak yang penuh dengan berkas panen yang dijejalkan.\u201d [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Amos%202:13\">Amos 2:13<\/a>, KJV] Ini adalah memahkotai kepala-Nya dengan duri dari jenis yang paling tajam. Begitu kejamnya istri yang sangat dicintai untuk menaruh curiga kepada suaminya yang baik dan setia. Dosa itu tiada berguna, bebal, dan tidak dapat dibenarkan. Yesus tidak pernah memberi sedikit pun alasan mencurigai-Nya, seperti halnya orang-orang sulit meragukan perbuatan kita jika kepada mereka kita selalu penuh kasih dan tulus. Yesus adalah Anak Allah yang Mahatinggi [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Lukas%201:32\">Lukas 1:32<\/a>], dan memiliki kekayaan yang tidak terbatas; sangat memalukan untuk meragukan Maha Kuasa dan sangsi kepada Maha Cukup. Ternak di seribu bukit akan cukup untuk memberi makan kita di saat paling lapar, dan lumbung-lumbung surga tidak mungkin menjadi kosong karena kita makan. Jika Kristus hanyalah perigi, kita mungkin segera haus akan kepenuhan-Nya, namun siapa yang dapat mengeringkan sebuah mata air? Berjuta-juta roh telah mengambil perbekalannya dari Dia, dan tidak satupun dari mereka telah bersungut-sungut akan kelangkaan sumber daya-Nya. Enyahlah, ketidakpercayaan pengkhianat dan pembohong, sebab tugasnya hanya untuk memotong ikatan persekutuan dan membuat kita berkabung atas ketidakhadiran Juruselamat. Bunyan mengatakan kepada kita bahwa ketidakpercayaan punya \u201cnyawa sebanyak seekor kucing:\u201d jika demikian, mari sekarang kita bunuh satu nyawa, dan lanjutkan pekerjaan itu sampai kesembilan nyawanya itu hilang. Jatuhlah engkau, kau pengkhianat, hatiku membenci engkau.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Berjuanglah dengan segala ketekunan untuk menyingkirkan raksasa ketidakpercayaan. Ini begitu menghina Kristus, sehingga Dia akan menarik kehadiran-Nya yang kelihatan jika kita mencela-Nya dengan membiarkan hati dalam ketidakpercayaan. Memang benar ini adalah rumput liar, benih yang tidak akan pernah bisa sepenuhnya kita cabut dari tanah, namun kita harus membidik akarnya dengan kerajinan dan ketekunan. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-14645","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":{"id":12887,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=768%2C510&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg"},"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=1024%2C680&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"153","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14645","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=14645"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14645\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":68082,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14645\/revisions\/68082"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=14645"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=14645"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=14645"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}