{"id":15066,"date":"2025-08-31T18:15:40","date_gmt":"2025-08-31T11:15:40","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/jadilah-kuat-oleh-kasih-karunia-dalam-kristus-yesus-2-timotius-21\/"},"modified":"2025-08-31T18:15:41","modified_gmt":"2025-08-31T11:15:41","slug":"jadilah-kuat-oleh-kasih-karunia-dalam-kristus-yesus-2-timotius-21","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/jadilah-kuat-oleh-kasih-karunia-dalam-kristus-yesus-2-timotius-21\/","title":{"rendered":"Perbuatan tangan-Ku mereka harapkan. [Yesaya 51:5]"},"content":{"rendered":"<button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Dalam masa-masa pencobaan yang berat, seorang Kristen tidak mempunyai apa-apa di bumi yang ia bisa harapkan, dan oleh karena itu ia terpaksa melemparkan dirinya kepada Allah saja. Ketika ujung perahu kehidupan sudah menyentuh permukaan, dan tidak ada pembebasan manusiawi yang tersedia, ia harus bergantung sepenuhnya kepada providensia dan pemeliharaan Allah saja. Adalah sebuah badai yang bahagia, yang membuat mendamparkan manusia ke atas batu yang seperti ini! Oh angin topan berkat yang membawa jiwa kepada Allah dan Allah saja! Kadangkala kita tidak mendapati Allah karena banyaknya teman kita, namun ketika seorang manusia itu sangat miskin, sangat tidak mempunyai teman, sangat tidak tertolong sampai ia tidak mempunyai tempat untuk berpaling, ia lari kepada tangan Allah Bapa, yang di dalamnya ia tergenggam dan mendapat berkat! Ketika ia terbebani dengan masalah-masalah yang sangat menekan dan sangat asing, sehingga ia tidak dapat memberitahukannya kepada siapa pun kecuali Allah, ia dapat bersyukur karenanya; sebab ia akan mengenal Tuhannya lebih daripada pada saat lainnya. Oh umat percaya yang terombang-ambingkan badai, adalah sebuah masalah yang berbahagia yang membawa engkau kepada Bapa! Sekarang ketika engkau hanya mempunyai Allahmu untuk diandalkan, lihatlah bahwa engkau menaruh keyakinan penuh di dalam Dia. Janganlah menghina Tuhan dan Tuanmu dengan keraguan dan ketakutan yang tidak pantas; namun teguhlah di dalam iman, memuliakan Tuhan. Perlihatkan kepada dunia bahwa Tuhanmu adalah berharga seperti sepuluh ribu dunia bagi engkau. Perlihatkanlah orang-orang kaya betapa kayanya engkau di dalam kemiskinanmu ketika Tuhan Allahmu adalah penolongmu. Tunjukkan orang-orang kuat betapa kuatnya engkau di dalam kelemahanmu ketika di bawahmu adalah tangan kekekalan. Sekarang adalah waktunya untuk prestasi iman dan keberanian yang perkasa. Jadilah kuat dan sangat berani, dan Tuhan Allahmu pasti akan, sepasti ketika ia membangun bumi dan langit, memuliakan diri-Nya di dalam kelemahanmu, dan memperbesar keperkasaan-Nya di tengah-tengah kesesakanmu. Kemegahan pelangi akan terganggu andaikata langit ditopang oleh suatu pilar yang kelihatan, dan imanmu akan kehilangan kemuliaannya jika imanmu bersandar kepada apa pun yang kelihatan oleh mata dunia. Kiranya Roh Kudus memberi engkau istirahat di dalam Yesus pada hari penutup bulan ini. RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button>\n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\">Dalam masa-masa pencobaan yang berat, seorang Kristen tidak mempunyai apa-apa di bumi yang ia bisa harapkan, dan oleh karena itu ia terpaksa melemparkan dirinya kepada Allah saja. Ketika ujung perahu kehidupan sudah menyentuh permukaan, dan tidak ada pembebasan manusiawi yang tersedia, ia harus bergantung sepenuhnya kepada providensia dan pemeliharaan Allah saja. Adalah sebuah badai yang bahagia, yang membuat mendamparkan manusia ke atas batu yang seperti ini! Oh angin topan berkat yang membawa jiwa kepada Allah dan Allah saja! Kadangkala kita tidak mendapati Allah karena banyaknya teman kita, namun ketika seorang manusia itu sangat miskin, sangat tidak mempunyai teman, sangat tidak tertolong sampai ia tidak mempunyai tempat untuk berpaling, ia lari kepada tangan Allah Bapa, yang di dalamnya ia tergenggam dan mendapat berkat! Ketika ia terbebani dengan masalah-masalah yang sangat menekan dan sangat asing, sehingga ia tidak dapat memberitahukannya kepada siapa pun kecuali Allah, ia dapat bersyukur karenanya; sebab ia akan mengenal Tuhannya lebih daripada pada saat lainnya. Oh umat percaya yang terombang-ambingkan badai, adalah sebuah masalah yang berbahagia yang membawa engkau kepada Bapa! Sekarang ketika engkau hanya mempunyai Allahmu untuk diandalkan, lihatlah bahwa engkau menaruh keyakinan penuh di dalam Dia. Janganlah menghina Tuhan dan Tuanmu dengan keraguan dan ketakutan yang tidak pantas; namun teguhlah di dalam iman, memuliakan Tuhan. Perlihatkan kepada dunia bahwa Tuhanmu adalah berharga seperti sepuluh ribu dunia bagi engkau. Perlihatkanlah orang-orang kaya betapa kayanya engkau di dalam kemiskinanmu ketika Tuhan Allahmu adalah penolongmu. Tunjukkan orang-orang kuat betapa kuatnya engkau di dalam kelemahanmu ketika di bawahmu adalah tangan kekekalan. Sekarang adalah waktunya untuk prestasi iman dan keberanian yang perkasa. Jadilah kuat dan sangat berani, dan Tuhan Allahmu pasti akan, sepasti ketika ia membangun bumi dan langit, memuliakan diri-Nya di dalam kelemahanmu, dan memperbesar keperkasaan-Nya di tengah-tengah kesesakanmu. Kemegahan pelangi akan terganggu andaikata langit ditopang oleh suatu pilar yang kelihatan, dan imanmu akan kehilangan kemuliaannya jika imanmu bersandar kepada apa pun yang kelihatan oleh mata dunia. Kiranya Roh Kudus memberi engkau istirahat di dalam Yesus pada hari penutup bulan ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Dalam masa-masa pencobaan yang berat, seorang Kristen tidak mempunyai apa-apa di bumi yang ia bisa harapkan, dan oleh karena itu ia terpaksa melemparkan dirinya kepada Allah saja. Ketika ujung perahu kehidupan sudah menyentuh permukaan, dan tidak ada pembebasan manusiawi yang tersedia, ia harus bergantung sepenuhnya kepada providensia dan pemeliharaan Allah saja. Adalah sebuah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-15066","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":{"id":12887,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=768%2C510&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg"},"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=1024%2C680&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"160","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15066","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=15066"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15066\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":68088,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15066\/revisions\/68088"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=15066"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=15066"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=15066"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}