{"id":1542,"date":"2021-01-12T08:27:15","date_gmt":"2021-01-12T01:27:15","guid":{"rendered":"https:\/\/hkbp.diakonia.id\/?p=1542"},"modified":"2021-01-12T08:27:19","modified_gmt":"2021-01-12T01:27:19","slug":"orang-orang-yang-mengaku-juru-selamat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/orang-orang-yang-mengaku-juru-selamat\/","title":{"rendered":"Orang-Orang yang Mengaku Juru Selamat"},"content":{"rendered":"<div>\n<div>\n<p style=\"text-align: justify;\"><i class=\"italic ringkasan mb-2\"><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Di Tiongkok ada sekte Gereja Tuhan Yang Maha Kuasa atau Quannengshen yang mengklaim Yesus Kristus bangkit sebagai perempuan. Perempuan itu berdiri ketakutan di sudut McDonald\u2019s. Ia dikelilingi sejumlah perempuan lain yang meminta nomor teleponnya. Ia menolak. Sekelompok perempuan tersebut murka. Mereka menganggap sang perempuan menolak karena ia sedang dirasuki roh jahat. Beberapa dari mereka mengambil kursi dan gagang alat pel, dan memukuli si perempuan sampai mati. Sekelompok perempuan pembunuh tersebut merupakan anggota dari sekte Gereja Tuhan Yang Maha Kuasa. Kejadian tragis tersebut terjadi di kota Zhaoyuan, Mei 2014 silam. Seminggu yang lalu, ingar bingar kabar dari sekte agama yang sama kembali meramaikan pemberitaan. Delapan belas anggota sekte ini ditangkap oleh polisi Cina. Sekte bernama Gereja Tuhan Yang Maha Kuasa dan dikenal dengan sebutan Quannengshen di Cina ini didirikan pada 1990an. Mereka mengklaim bahwa Yesus Kristus dibangkitkan sebagai perempuan di Cina. Ajaran inti sekte ini adalah &quot;Tuhan Yang Maha Kuasa, Kristus Yang Terakhir&quot; telah kembali ke bumi sebagai perempuan Cina untuk memicu datangnya hari kiamat. Saat diminta tanggapan oleh BBC, Gereja Tuhan Yang Maha Kuasa ini menolak memberikan tanggapan dan menunjuk ke situs yang berbasis di AS yang berisi sejumlah kesaksian para penganutnya yang mengaku disiksa oleh pemerintah Cina. Sekte ini juga secara eksplisit bersikap anti-komunis, dengan menyebut partai komunis Cina sebagai &#039;naga merah&#039;. Di tengah banyaknya sekte Kristen yang kesulitan untuk beribadah dengan bebas di Cina, Gereja Tuhan Yang Maha Kuasa dituduh mengucilkan para anggota mereka dari sanak keluarga dan menekan mereka untuk menyumbangkan uang dengan imbalan keselamatan roh. Setelah insiden pembunuhan seorang perempuan berusia 35 tahun di gerai McDonald&#039;s lalu, beberapa anggota sekte telah ditangkap dan dua orang dieksekusi. Pada 2012 terjadi serangkaian penangkapan di Qinghhai dan Zhejiang, berbuntut hukuman penjara terhadap 100 anggota sekte, termasuk beberapa anggota senior. Pada 2014, lebih banyak lagi yang ditangkap di Hubei dan Xinjiang. Sementara itu, pada bulan Agustus 2016, polisi di Anhui menahan 36 anggota sekte yang dituduh membuat dan menyebarkan konten video terlarang. Sekte Quannengshen bukan sekte pertama yang mengajarkan bahwa Yesus telah kembali ke bumi sebagai perempuan. Di Indonesia sendiri, meski tak persis, kita mengenal Lia Eden yang pada 1998 silam pernah menyebut dirinya Mesias yang muncul di dunia sebelum hari kiamat untuk membawa keamanan dan keadilan di dunia. Selain itu, dia juga menyebut dirinya sebagai reinkarnasi Bunda Maria, ibu dari Yesus Kristus. Lia juga mengatakan bahwa anaknya, Ahmad Mukti, adalah reinkarnasi Isa. Ajaran yang dibawa oleh perempuan yang mempunyai nama asli Lia Aminuddin ini berhasil mendapat kurang lebih 100 penganut pada awal diajarkannya. Penganut agama ini terdiri dari para pakar budaya, golongan cendekiawan, artis musik, drama dan juga pelajar. Mereka disebut sebagai pengikut Salamullah. Pada 2000, Salamullah diresmikan oleh pengikut-pengikutnya sebagai nama kelompok. Kelompok Salamullah mengakui bahwa Nabi Muhammad SAW adalah nabi yang terakhir tetapi juga mempercayai bahwa pembawa kepercayaan yang lain seperti Buddha Gautama, Yesus Kristus, dan Dewi Kwan Im akan muncul kembali di dunia. Sejak 2003, kelompok Salamullah ini memegang kepercayaan bahwa setiap agama adalah benar. Kelompok yang diketuai Lia Eden ini yang kemudian berubah nama yang kini dikenal sebagai Kaum Eden. Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah melarang perkumpulan Salamullah ini pada bulan Desember 1997 karena ajarannya dianggap telah menyelewengkan ajaran Islam. Kaum Eden kemudian merespons dengan mengeluarkan &quot;Undang-undang Jibril&quot; (Gabriel&#039;s edict) yang mengutuk MUI karena menganggap MUI berlaku tidak adil dan telah menghakimi mereka dengan sewenang-wenang. Pada Desember 2008, Lia Eden beserta 20 pengikutnya ditangkap oleh petugas direktorat reserse kriminal umum Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya. Humas Polda Metro Jaya menyatakan bahwa Lia Eden ditangkap karena diduga melanggar pasal 156 KUHP tentang penodaan agama. Selain Lia Eden, pada bulan November 2011 lalu, Oscar Ramiro Ortega-Hernandez melepaskan sembilan tembakan dengan senapan AK-47-jenis di Gedung Putih di Washington DC. Dengan percaya diri, dia mengakui dirinya adalah Yesus Kristus yang dikirim untuk membunuh Presiden AS Barack Obama yang ia diyakini sebagai anti-Kristus. Di abad ke-20, terdapat Krishna Venta (1911-1958), yang lahir dengan nama Francis Herman Pencovic di San Francisco. Ia mendirikan WKFL (Wisdom, Knowledge, Faith and Love atau Kebijaksanaan, Pengetahuan, Iman dan Kasih) di Simi Valley, California pada akhir tahun 1940an. Pada 1948, ia menyatakan dirinya bahwa ia adalah Kristus, sang Mesias versi baru, dan mengklaim telah memimpin konvoi kapal roket ke Bumi dari planet yang sudah punah yang bernama Neophrates. Dia meninggal pada 10 Desember 1958 setelah bunuh diri dibom oleh dua mantan pengikutnya yang tidak puas dan menuduh Venta kesalahan penanganan dana ibadah dan telah berhubungan intim dengan istri-istri mereka. [tirto]\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; Di Tiongkok ada sekte Gereja Tuhan Yang Maha Kuasa atau Quannengshen yang mengklaim Yesus Kristus bangkit sebagai perempuan.<\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perempuan itu berdiri ketakutan di sudut McDonald\u2019s. Ia dikelilingi sejumlah perempuan lain yang meminta nomor teleponnya. Ia menolak. Sekelompok perempuan tersebut murka. Mereka menganggap sang perempuan menolak karena ia sedang dirasuki roh jahat.<\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<p>Beberapa dari mereka mengambil kursi dan gagang alat pel, dan memukuli si perempuan sampai mati.<\/p>\n<p>Sekelompok perempuan pembunuh tersebut merupakan anggota dari sekte Gereja Tuhan Yang Maha Kuasa. Kejadian tragis tersebut terjadi di kota Zhaoyuan, Mei 2014 silam.<\/p>\n<p>Seminggu yang lalu, ingar bingar kabar dari sekte agama yang sama kembali meramaikan pemberitaan. Delapan belas anggota sekte ini ditangkap oleh polisi Cina.<\/p>\n<p>Sekte bernama Gereja Tuhan Yang Maha Kuasa dan dikenal dengan sebutan Quannengshen di Cina ini didirikan pada 1990an. Mereka mengklaim bahwa Yesus Kristus dibangkitkan sebagai perempuan di Cina. Ajaran inti sekte ini adalah &#8220;Tuhan Yang Maha Kuasa, Kristus Yang Terakhir&#8221; telah kembali ke bumi sebagai perempuan Cina untuk memicu datangnya hari kiamat.<\/p>\n<p>Saat diminta tanggapan oleh <em>BBC,<\/em> Gereja Tuhan Yang Maha Kuasa ini menolak memberikan tanggapan dan menunjuk ke situs yang berbasis di AS yang berisi sejumlah kesaksian para penganutnya yang mengaku disiksa oleh pemerintah Cina.<\/p>\n<p>Sekte ini juga secara eksplisit bersikap anti-komunis, dengan menyebut partai komunis Cina sebagai &#8216;naga merah&#8217;.<\/p>\n<p>Di tengah banyaknya sekte Kristen yang kesulitan untuk beribadah dengan bebas di Cina, Gereja Tuhan Yang Maha Kuasa dituduh mengucilkan para anggota mereka dari sanak keluarga dan menekan mereka untuk menyumbangkan uang dengan imbalan keselamatan roh.<\/p>\n<p>Setelah insiden pembunuhan seorang perempuan berusia 35 tahun di gerai McDonald&#8217;s lalu, beberapa anggota sekte telah ditangkap dan dua orang dieksekusi. Pada 2012 terjadi serangkaian penangkapan di Qinghhai dan Zhejiang, berbuntut hukuman penjara terhadap 100 anggota sekte, termasuk beberapa anggota senior. Pada 2014, lebih banyak lagi yang ditangkap di Hubei dan Xinjiang.<br \/>\n<ins data-revive-zoneid=\"22\" data-revive-id=\"baff033da4ed9a0ed37f394b92017071\"><\/ins><br \/>\nSementara itu, pada bulan Agustus 2016, polisi di Anhui menahan 36 anggota sekte yang dituduh membuat dan menyebarkan konten video terlarang.<\/p>\n<p>Sekte Quannengshen bukan sekte pertama yang mengajarkan bahwa Yesus telah kembali ke bumi sebagai perempuan.<\/p>\n<p>Di Indonesia sendiri, meski tak persis, kita mengenal Lia Eden yang pada 1998 silam pernah menyebut dirinya Mesias yang muncul di dunia sebelum hari kiamat untuk membawa keamanan dan keadilan di dunia. Selain itu, dia juga menyebut dirinya sebagai reinkarnasi Bunda Maria, ibu dari Yesus Kristus. Lia juga mengatakan bahwa anaknya, Ahmad Mukti, adalah reinkarnasi Isa.<\/p>\n<p>Ajaran yang dibawa oleh perempuan yang mempunyai nama asli Lia Aminuddin ini berhasil mendapat kurang lebih 100 penganut pada awal diajarkannya. Penganut agama ini terdiri dari para pakar budaya, golongan cendekiawan, artis musik, drama dan juga pelajar. Mereka disebut sebagai pengikut Salamullah.<\/p>\n<p>Pada 2000, Salamullah diresmikan oleh pengikut-pengikutnya sebagai nama kelompok. Kelompok Salamullah mengakui bahwa Nabi Muhammad SAW adalah nabi yang terakhir tetapi juga mempercayai bahwa pembawa kepercayaan yang lain seperti Buddha Gautama, Yesus Kristus, dan Dewi Kwan Im akan muncul kembali di dunia.<\/p>\n<p>Sejak 2003, kelompok Salamullah ini memegang kepercayaan bahwa setiap agama adalah benar. Kelompok yang diketuai Lia Eden ini yang kemudian berubah nama yang kini dikenal sebagai Kaum Eden.<\/p>\n<p>Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah melarang perkumpulan Salamullah ini pada bulan Desember 1997 karena ajarannya dianggap telah menyelewengkan ajaran Islam. Kaum Eden kemudian merespons dengan mengeluarkan &#8220;Undang-undang Jibril&#8221; (Gabriel&#8217;s edict) yang mengutuk MUI karena menganggap MUI berlaku tidak adil dan telah menghakimi mereka dengan sewenang-wenang.<\/p>\n<p>Pada Desember 2008, Lia Eden beserta 20 pengikutnya ditangkap oleh petugas direktorat reserse kriminal umum Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya.<\/p>\n<p>Humas Polda Metro Jaya menyatakan bahwa Lia Eden ditangkap karena diduga melanggar pasal 156 KUHP tentang penodaan agama.<\/p>\n<div class=\"col-md-12\"><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/hkbp.diakonia.id\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/633f9a8026423734a5d0a5090d4dead3.jpeg?ssl=1\" alt=\"Infografik para mesias kontemporer\"  \/><\/div>\n<p>Selain Lia Eden, pada bulan November 2011 lalu, Oscar Ramiro Ortega-Hernandez melepaskan sembilan tembakan dengan senapan AK-47-jenis di Gedung Putih di Washington DC. Dengan percaya diri, dia mengakui dirinya adalah Yesus Kristus yang dikirim untuk membunuh Presiden AS Barack Obama yang ia diyakini sebagai anti-Kristus.<\/p>\n<p>Di abad ke-20, terdapat Krishna Venta (1911-1958), yang lahir dengan nama Francis Herman Pencovic di San Francisco.<\/p>\n<p>Ia mendirikan WKFL (Wisdom, Knowledge, Faith and Love atau Kebijaksanaan, Pengetahuan, Iman dan Kasih) di Simi Valley, California pada akhir tahun 1940an.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada 1948, ia menyatakan dirinya bahwa ia adalah Kristus, sang Mesias versi baru, dan mengklaim telah memimpin konvoi kapal roket ke Bumi dari planet yang sudah punah yang bernama Neophrates. Dia meninggal pada 10 Desember 1958 setelah bunuh diri dibom oleh dua mantan pengikutnya yang tidak puas dan menuduh Venta kesalahan penanganan dana ibadah dan telah berhubungan intim dengan istri-istri mereka. [tirto]<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Di Tiongkok ada sekte Gereja Tuhan Yang Maha Kuasa atau Quannengshen yang mengklaim Yesus Kristus bangkit sebagai perempuan. Perempuan itu berdiri ketakutan di sudut McDonald\u2019s. Ia dikelilingi sejumlah perempuan lain yang meminta nomor teleponnya. Ia menolak. Sekelompok perempuan tersebut murka. Mereka menganggap sang perempuan menolak karena ia sedang dirasuki roh jahat. Beberapa dari [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":32041,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"subtitle":"","format":"standard","video":"","gallery":"","source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override":[{"single_blog_custom":"","sidebar":"","second_sidebar":"","share_position":"","share_float_style":"","post_date_format":"","post_date_format_custom":"","post_reading_time_wpm":"","zoom_button_out_step":"1","zoom_button_in_step":"1","number_popup_post":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"","single_post_gallery_size":""}],"trending_post_position":"","trending_post_label":"","sponsored_post_label":"","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"3"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[5,3],"tags":[361,352,360,357,362,359,353,358,363,354],"class_list":["post-1542","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-gereja","category-umum","tag-francis-herman-pencovic","tag-gereja-tuhan-yang-maha-kuasa","tag-krishna-venta","tag-lia-aminuddin","tag-neophrates","tag-oscar-ramiro-ortega-hernandez","tag-quannengshen","tag-salamullah","tag-sun-myung-moon","tag-the-church-of-almighty-god"],"better_featured_image":{"id":32041,"alt_text":"","caption":"","description":"54164558472093b0174d47dc4cd25da7","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/antikristus-dan-presiden-amerika-sebuah-hubungan-yang-terputus_5df70d0c49e5a.jpeg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/antikristus-dan-presiden-amerika-sebuah-hubungan-yang-terputus_5df70d0ba7466.jpeg?fit=531%2C277&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/antikristus-dan-presiden-amerika-sebuah-hubungan-yang-terputus_5df70d0ba7466.jpeg"},"categories_detail":[{"id":5,"name":"Gereja","description":"","slug":"gereja","count":204,"parent":0},{"id":3,"name":"Umum","description":"","slug":"umum","count":768,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/antikristus-dan-presiden-amerika-sebuah-hubungan-yang-terputus_5df70d0c49e5a.jpeg?fit=531%2C277&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"1461","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1542","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1542"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1542\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1542"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1542"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1542"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}