{"id":25632,"date":"2025-09-07T18:15:33","date_gmt":"2025-09-07T11:15:33","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/maka-ia-maju-sedikit-lalu-sujud-dan-berdoa-matius-2639\/"},"modified":"2025-09-07T18:15:34","modified_gmt":"2025-09-07T11:15:34","slug":"maka-ia-maju-sedikit-lalu-sujud-dan-berdoa-matius-2639","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/maka-ia-maju-sedikit-lalu-sujud-dan-berdoa-matius-2639\/","title":{"rendered":"Tetapi mereka tidak dapat membawanya kepada-Nya karena orang banyak itu, lalu mereka membuka atap yang di atas-Nya, sesudah terbuka mereka menurunkan tilam, tempat orang lumpuh itu terbaring. [Markus 2:4]"},"content":{"rendered":"<button id=\"listenButton1\" class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" value=\"Play\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\"><span>&#128266; Baca Artikel<\/span><\/button>\n        <script>\n            listenButton1.onclick = function(){\n                if(responsiveVoice.isPlaying()){\n                    responsiveVoice.cancel();\n                }else{\n                    responsiveVoice.speak(\"Diakonia.id - Iman itu penuh dengan inovasi. Rumah itu penuh, orang banyak memblokir pintu, namun iman menemukan sebuah cara untuk mencapai Tuhan dan menaruh orang lumpuh itu di depan-Nya. Jikalau kita tidak dapat membawa orang berdosa ke tempat Yesus berada melalui cara biasa, kita harus menggunakan cara-cara yang luar biasa. Kelihatannya, berdasarkan Lukas 5:19, sebuah atap harus dilepaskan, yang akan mengakibatkan debu dan membahayakan mereka yang ada di bawah, namun ketika situasi sangat mendesak kita tidak boleh sungkan untuk mengambil resiko dan mengguncang sedikit tata krama. Yesus di sana untuk menyembuhkan, maka apapun yang mungkin terjadi, iman berusaha setuntasnya agar orang tanggung jawabnya yang miskin dan lumpuh itu dosanya diampuni. Oh kiranya kita dapat memiliki iman yang lebih berani di dalam kita! Apakah kita tidak dapat, pembaca yang terkasih, mencarinya pagi ini untuk diri kita sendiri dan rekan sekerja kita, dan tidak inginkah kita mencoba pada hari ini melakukan sedikit perbuatan yang gagah berani demi kasih akan jiwa-jiwa dan kemuliaan Tuhan? RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\", \"Indonesian Male\");\n                }\n            };\n        <\/script>\n    \n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\"><i>Iman itu penuh dengan inovasi<\/i>. Rumah itu penuh, orang banyak memblokir pintu, namun iman menemukan sebuah cara untuk mencapai Tuhan dan menaruh orang lumpuh itu di depan-Nya. Jikalau kita tidak dapat membawa orang berdosa ke tempat Yesus berada melalui cara biasa, kita harus menggunakan cara-cara yang luar biasa. Kelihatannya, berdasarkan <a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Lukas%205:19\">Lukas 5:19<\/a>, sebuah atap harus dilepaskan, yang akan mengakibatkan debu dan membahayakan mereka yang ada di bawah, namun ketika situasi sangat mendesak kita tidak boleh sungkan untuk mengambil resiko dan mengguncang sedikit tata krama. Yesus di sana untuk menyembuhkan, maka apapun yang mungkin terjadi, iman berusaha setuntasnya agar orang tanggung jawabnya yang miskin dan lumpuh itu dosanya diampuni. Oh kiranya kita dapat memiliki iman yang lebih berani di dalam kita! Apakah kita tidak dapat, pembaca yang terkasih, mencarinya pagi ini untuk diri kita sendiri dan rekan sekerja kita, dan tidak inginkah kita mencoba pada hari ini melakukan sedikit perbuatan yang gagah berani demi kasih akan jiwa-jiwa dan kemuliaan Tuhan?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Iman itu penuh dengan inovasi. Rumah itu penuh, orang banyak memblokir pintu, namun iman menemukan sebuah cara untuk mencapai Tuhan dan menaruh orang lumpuh itu di depan-Nya. Jikalau kita tidak dapat membawa orang berdosa ke tempat Yesus berada melalui cara biasa, kita harus menggunakan cara-cara yang luar biasa. Kelihatannya, berdasarkan Lukas 5:19, sebuah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jetpack_post_was_ever_published":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-25632","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":{"id":12887,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=768%2C510&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg"},"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=1024%2C680&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"117","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25632","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=25632"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25632\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":68114,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25632\/revisions\/68114"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=25632"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=25632"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=25632"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}