{"id":25693,"date":"2025-09-10T18:16:33","date_gmt":"2025-09-10T11:16:33","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/engkau-menyerahkan-anak-manusia-dengan-ciuman-lukas-2248\/"},"modified":"2025-09-10T18:16:34","modified_gmt":"2025-09-10T11:16:34","slug":"engkau-menyerahkan-anak-manusia-dengan-ciuman-lukas-2248","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/engkau-menyerahkan-anak-manusia-dengan-ciuman-lukas-2248\/","title":{"rendered":"Kemudian naiklah Yesus ke atas bukit, Ia memanggil orang-orang yang dikehendaki-Nya dan mereka pun datang kepada-Nya. [Markus 3:13]"},"content":{"rendered":"<button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Inilah kedaulatan. Jiwa-jiwa yang tidak sabar mungkin rewel dan marah, karena mereka tidak dipanggil kepada tempat yang tertinggi di dalam pelayanan; namun hai pembaca bersukacitalah bahwa Yesus memanggil siapa yang Ia kehendaki. Jikalau Ia membiarkan aku menjadi penjaga pintu rumah-Nya, aku akan dengan senang hati memuji Dia atas anugerah-Nya memperbolehkan aku berbuat sesuatu dalam pelayanan-Nya. Panggilan hamba-hamba Kristus datang dari atas. Yesus berdiri di atas bukit, selalu diatas dunia dalam kesucian, kesungguhan, kasih dan kuasa. Mereka yang Ia panggil harus naik ke atas bukit kepada-Nya, mereka harus berusaha naik kepada tingkat-Nya dengan hidup dalam persekutuan yang terus-menerus dengan-Nya. Mereka mungkin tidak dapat mendaki kehormatan klasik, atau mencapai keunggulan pendidikan, namun mereka harus seperti Musa naik ke dalam bukit Allah dan memiliki keintiman yang akrab dengan Allah yang tidak kelihatan, atau mereka tidak akan pernah diperlengkapi untuk menyerukan Injil perdamaian. Yesus pergi memisahkan diri untuk mengadakan persekutuan yang tinggi dengan Bapa, kita pun harus masuk dalam persekutuan ilahi yang sama jikalau kita hendak memberkati sesama. Tidak heran rasul-rasul dikenakan kuasa ketika mereka baru turun dari bukit di mana Yesus berada. Pagi ini kita harus berupaya untuk naik ke bukit persekutuan, agar di sana kita dapat ditahbiskan untuk perkerjaan yang untuknya kita dikhususkan. Marilah kita tidak melihat wajah manusia hari ini sebelum kita melihat Yesus. Waktu yang dilewati bersama-Nya memiliki bunga [keuntungan] yang penuh berkat. Kita pun akan mengusir setan dan melakukan keajaiban jika kita turun ke dalam dunia menyandang energi ilahi yang hanya dapat diberikan Kristus itu. Percuma pergi ke peperangan Tuhan sebelum kita diperlengkapi dengan senjata-senjata surgawi. Kita harus menemui Yesus, ini sangat perlu. Pada tutup pendamaian kita akan menanti hingga Ia memanifestasikan diri-Nya kepada kita tidak seperti kepada dunia, dan hingga kita dapat berkata dengan jujur, \u201ckita bersama-sama dengan Dia di atas gunung yang kudus.\u201d [2 Pet 1:18] RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button>\n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\">Inilah kedaulatan. Jiwa-jiwa yang tidak sabar mungkin rewel dan marah, karena mereka tidak dipanggil kepada tempat yang tertinggi di dalam pelayanan; namun hai pembaca bersukacitalah bahwa Yesus memanggil siapa yang Ia kehendaki. Jikalau Ia membiarkan aku menjadi penjaga pintu rumah-Nya, aku akan dengan senang hati memuji Dia atas anugerah-Nya memperbolehkan aku berbuat sesuatu dalam pelayanan-Nya. Panggilan hamba-hamba Kristus datang dari atas. Yesus berdiri di atas bukit, selalu diatas dunia dalam kesucian, kesungguhan, kasih dan kuasa. Mereka yang Ia panggil harus naik ke atas bukit kepada-Nya, mereka harus berusaha naik kepada tingkat-Nya dengan hidup dalam persekutuan yang terus-menerus dengan-Nya. Mereka mungkin tidak dapat mendaki kehormatan klasik, atau mencapai keunggulan pendidikan, namun mereka harus seperti Musa naik ke dalam bukit Allah dan memiliki keintiman yang akrab dengan Allah yang tidak kelihatan, atau mereka tidak akan pernah diperlengkapi untuk menyerukan Injil perdamaian. Yesus pergi memisahkan diri untuk mengadakan persekutuan yang tinggi dengan Bapa, kita pun harus masuk dalam persekutuan ilahi yang sama jikalau kita hendak memberkati sesama. Tidak heran rasul-rasul dikenakan kuasa ketika mereka baru turun dari bukit di mana Yesus berada. Pagi ini kita harus berupaya untuk naik ke bukit persekutuan, agar di sana kita dapat ditahbiskan untuk perkerjaan yang untuknya kita dikhususkan. Marilah kita tidak melihat wajah manusia hari ini sebelum kita melihat Yesus. Waktu yang dilewati bersama-Nya memiliki bunga [keuntungan] yang penuh berkat. Kita pun akan mengusir setan dan melakukan keajaiban jika kita turun ke dalam dunia menyandang energi ilahi yang hanya dapat diberikan Kristus itu. Percuma pergi ke peperangan Tuhan sebelum kita diperlengkapi dengan senjata-senjata surgawi. Kita <i>harus<\/i> menemui Yesus, ini sangat perlu. Pada tutup pendamaian kita akan menanti hingga Ia memanifestasikan diri-Nya kepada kita tidak seperti kepada dunia, dan hingga kita dapat berkata dengan jujur, \u201ckita bersama-sama dengan Dia di atas gunung yang kudus.\u201d [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?2%20Pet%201:18\">2 Pet 1:18<\/a>]<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Inilah kedaulatan. Jiwa-jiwa yang tidak sabar mungkin rewel dan marah, karena mereka tidak dipanggil kepada tempat yang tertinggi di dalam pelayanan; namun hai pembaca bersukacitalah bahwa Yesus memanggil siapa yang Ia kehendaki. Jikalau Ia membiarkan aku menjadi penjaga pintu rumah-Nya, aku akan dengan senang hati memuji Dia atas anugerah-Nya memperbolehkan aku berbuat sesuatu [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-25693","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":{"id":12887,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=768%2C510&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg"},"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=1024%2C680&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"313","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25693","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=25693"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25693\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":68120,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25693\/revisions\/68120"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=25693"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=25693"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=25693"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}