{"id":25695,"date":"2025-09-11T18:15:44","date_gmt":"2025-09-11T11:15:44","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/jawab-yesus-jika-aku-yang-kamu-cari-biarkanlah-mereka-ini-pergi-yohanes-188\/"},"modified":"2025-09-11T18:15:47","modified_gmt":"2025-09-11T11:15:47","slug":"jawab-yesus-jika-aku-yang-kamu-cari-biarkanlah-mereka-ini-pergi-yohanes-188","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/jawab-yesus-jika-aku-yang-kamu-cari-biarkanlah-mereka-ini-pergi-yohanes-188\/","title":{"rendered":"Pisahkanlah dirimu dari mereka. [2 Korintus 6:17]"},"content":{"rendered":"<button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Orang Kristen, walaupun di dalam dunia, bukan dari dunia. Dia harus dapat dibedakan berdasarkan tujuan utama dalam hidupnya. Bagi dia, \u201chidup\u201d adalah \u201cKristus\u201d [Filipi 1:21]. Baik dia makan, minum, atau apapun juga yang dia lakukan, haruslah dilakukan semuanya bagi kemuliaan Allah [1 Kor 10:31]. Engkau boleh saja menimbun harta; tapi kumpulkanlah harta di sorga, di mana ngengat dan karat tidak merusakkannya, dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya [Mat 6:20]. Engkau boleh berusaha untuk menjadi kaya; tapi ambisi itu adalah untuk menjadi \u201ckaya dalam iman,\u201d dan perbuatan baik. Engkau boleh mempunyai kesenangan; tapi waktu engkau bersenang-senang, nyanyikanlah mazmur dan pujian-pujian dalam hatimu kepada Tuhan. Di dalam rohmu, dan jua tujuanmu, engkau haruslah berbeda dari dunia ini. Dengan rendah hati menanti di hadapan Allah, selalu sadar akan hadirat-Nya, bersukacita dalam hubungan yang erat dengan Dia, dan mencari kehendak-Nya, engkau akan terbukti sebagai warganegara sorgawi. Dan engkau harus terpisah dari dunia dalam hal tindakanmu. Jikalau sesuatu benar, meskipun engkau menjadi rugi, haruslah itu dilakukan; jikalau itu salah, meskipun engkau mendapat untung, engkau harus menolak dosa tersebut demi Tuanmu. Engkau tidak boleh bersekutu dengan perbuatan-perbuatan kegelapan yang tidak berbuah, melainkan harus menegur mereka. Berjalanlah sesuai dengan panggilan dan martabatmu yang tinggi. Ingatlah, hai orang Kristen, bahwa engkau seorang anak dari Raja segala raja. Karena itu, jagalah dirimu tidak terkena noda dunia ini. Jangan mengotori jari-jemari yang akan segera memetik senar sorgawi; jangan biarkan mata menjadi jendela nafsu kedagingan yang padahal akan melihat sang Raja dalam keindahan-Nya \u2014 jangan biarkan kaki kita dicemarkan dalam tempat-tempat berlumpur, yang padahal segera berjalan dalam jalan-jalan keemasan \u2014 jangan biarkan hati kita dipenuhi dengan kesombongan dan kepahitan yang tidak lama lagi akan dipenuhi dengan surga, dan meluap dengan sukacita yang luar biasa. RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button>\n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\">Orang Kristen, walaupun di dalam dunia, bukan dari dunia. Dia harus dapat dibedakan berdasarkan <i>tujuan utama dalam hidupnya<\/i>. Bagi dia, \u201chidup\u201d adalah \u201cKristus\u201d [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Filipi%201:21\">Filipi 1:21<\/a>]. Baik dia makan, minum, atau apapun juga yang dia lakukan, haruslah dilakukan semuanya bagi kemuliaan Allah [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?1%20Kor%2010:31\">1 Kor 10:31<\/a>]. Engkau boleh saja menimbun harta; tapi kumpulkanlah harta di sorga, di mana ngengat dan karat tidak merusakkannya, dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Mat%206:20\">Mat 6:20<\/a>]. Engkau boleh berusaha untuk menjadi kaya; tapi ambisi itu adalah untuk menjadi \u201ckaya dalam iman,\u201d dan perbuatan baik. Engkau boleh mempunyai kesenangan; tapi waktu engkau bersenang-senang, nyanyikanlah mazmur dan pujian-pujian dalam hatimu kepada Tuhan. Di dalam <i>rohmu<\/i>, dan jua tujuanmu, engkau haruslah berbeda dari dunia ini. Dengan rendah hati menanti di hadapan Allah, selalu sadar akan hadirat-Nya, bersukacita dalam hubungan yang erat dengan Dia, dan mencari kehendak-Nya, engkau akan terbukti sebagai warganegara sorgawi. Dan engkau harus terpisah dari dunia dalam hal <i>tindakanmu<\/i>. Jikalau sesuatu benar, meskipun engkau menjadi rugi, haruslah itu dilakukan; jikalau itu salah, meskipun engkau mendapat untung, engkau harus menolak dosa tersebut demi Tuanmu. Engkau tidak boleh bersekutu dengan perbuatan-perbuatan kegelapan yang tidak berbuah, melainkan harus menegur mereka. Berjalanlah sesuai dengan panggilan dan martabatmu yang tinggi. Ingatlah, hai orang Kristen, bahwa engkau seorang anak dari Raja segala raja. Karena itu, jagalah dirimu tidak terkena noda dunia ini. Jangan mengotori jari-jemari yang akan segera memetik senar sorgawi; jangan biarkan mata menjadi jendela nafsu kedagingan yang padahal akan melihat sang Raja dalam keindahan-Nya \u2014 jangan biarkan kaki kita dicemarkan dalam tempat-tempat berlumpur, yang padahal segera berjalan dalam jalan-jalan keemasan \u2014 jangan biarkan hati kita dipenuhi dengan kesombongan dan kepahitan yang tidak lama lagi akan dipenuhi dengan surga, dan meluap dengan sukacita yang luar biasa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Orang Kristen, walaupun di dalam dunia, bukan dari dunia. Dia harus dapat dibedakan berdasarkan tujuan utama dalam hidupnya. Bagi dia, \u201chidup\u201d adalah \u201cKristus\u201d [Filipi 1:21]. Baik dia makan, minum, atau apapun juga yang dia lakukan, haruslah dilakukan semuanya bagi kemuliaan Allah [1 Kor 10:31]. Engkau boleh saja menimbun harta; tapi kumpulkanlah harta di [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-25695","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":{"id":12887,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=768%2C510&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg"},"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=1024%2C680&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"161","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25695","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=25695"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25695\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":68122,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25695\/revisions\/68122"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=25695"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=25695"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=25695"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}