{"id":25709,"date":"2025-09-12T18:16:02","date_gmt":"2025-09-12T11:16:02","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/kasih-kristus-yang-melampaui-segala-pengetahuan-efesus-319\/"},"modified":"2025-09-12T18:16:05","modified_gmt":"2025-09-12T11:16:05","slug":"kasih-kristus-yang-melampaui-segala-pengetahuan-efesus-319","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/kasih-kristus-yang-melampaui-segala-pengetahuan-efesus-319\/","title":{"rendered":"Allah yang cemburu. [Nahum 1:2]"},"content":{"rendered":"<button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Tuhan kita sangat cemburu dengan cinta kasihmu, hai orang percaya. Tidakkah Dia memilih engkau? Dia tidak tahan kalau engkau memilih yang lain. Tidakkah Dia membeli engkau dengan darah-Nya sendiri? Dia tidak tahan kalau engkau berpikir bahwa engkau adalah milik dirimu sendiri, atau milik dunia ini. Dia mengasihi engkau dengan cinta kasih yang mana Dia tidak mungkin tinggal diam di surga tanpa engkau; Dia lebih memilih segera mati daripada engkau binasa, dan Dia tidak tahan melihat ada sesuatu lain yang terletak di antara cinta kasih hatimu dan diri-Nya. Dia sangat cemburu dengan kepercayaanmu. Dia tidak akan mengizinkan engkau bergantung pada lengan kedagingan. Dia tidak tahan bahwa engkau harus membuat lubang pada bejana yang bocor, padahal air mancur yang melimpah selalu tersedia cuma-cuma bagimu. Waktu kita bergantung pada-Nya, Dia senang, namun ketika kita memindahkan kepercayaan kita kepada hal yang lain, seperti mengandalkan hikmat sendiri atau teman kita \u2014 apalagi mengandalkan usaha apapun yang kita sendiri lakukan, Dia tidak berkenan, sehingga Dia akan manghajar kita supaya kita dapat dibawa kembali lagi kepada-Nya. Dia juga sangat cemburu dengan teman-teman kita. Seharusnya tidak ada seorang pun yang dengannya kita bercakap-cakap lebih daripada Yesus. Tinggal hanya dalam Dia, itulah kasih yang sejati; tapi untuk hidup bergaul dengan dunia, merasa cukup dengan kenyamanan daging, bahkan lebih memilih bersama-sama dengan orang Kristen lainnya daripada bersekutu secara diam-diam dengan-Nya, sangat mendukakan hati Allah yang cemburu. Dia sangat ingin kita tinggal di dalam Dia, dan mempunyai relasi yang terus-menerus dengan diri-Nya; dan banyak dari ujian yang Dia kirimkan pada kita memang bertujuan untuk membiasakan hati kita untuk tidak bergantung pada ciptaan, dan mengarahkan hati kita agar lebih dekat dengan diri-Nya. Biarlah kecemburuan ini yang membuat kita terus dekat dengan Kristus menjadi kelegaan bagi kita, karena jika Dia sebegitu mencintai kita hingga peduli akan kasih kita, sudah pasti Dia tidak akan membiarkan apapun menyakiti engkau, dan akan melindungi kita dari segala musuh kita. Oh, betapa indahnya anugerah hari ini yang menjaga hati kita dalam kemurnian yang suci bagi sang Kekasih, yang dengan kecemburuan yang kudus menutup mata kita dari segala pesona dunia! RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button>\n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\"><i>Tuhan kita sangat cemburu dengan cinta kasihmu<\/i>, hai orang percaya. Tidakkah Dia memilih engkau? Dia tidak tahan kalau engkau memilih yang lain. Tidakkah Dia membeli engkau dengan darah-Nya sendiri? Dia tidak tahan kalau engkau berpikir bahwa engkau adalah milik dirimu sendiri, atau milik dunia ini. Dia mengasihi engkau dengan cinta kasih yang mana Dia tidak mungkin tinggal diam di surga tanpa engkau; Dia lebih memilih segera mati daripada engkau binasa, dan Dia tidak tahan melihat ada sesuatu lain yang terletak di antara cinta kasih hatimu dan diri-Nya. <i>Dia sangat cemburu dengan kepercayaanmu<\/i>. Dia tidak akan mengizinkan engkau bergantung pada lengan kedagingan. Dia tidak tahan bahwa engkau harus membuat lubang pada bejana yang bocor, padahal air mancur yang melimpah selalu tersedia cuma-cuma bagimu. Waktu kita bergantung pada-Nya, Dia senang, namun ketika kita memindahkan kepercayaan kita kepada hal yang lain, seperti mengandalkan hikmat sendiri atau teman kita \u2014 apalagi mengandalkan usaha apapun yang kita sendiri lakukan, Dia tidak berkenan, sehingga Dia akan manghajar kita supaya kita dapat dibawa kembali lagi kepada-Nya. <i>Dia juga sangat cemburu dengan teman-teman kita<\/i>. Seharusnya tidak ada seorang pun yang dengannya kita bercakap-cakap lebih daripada Yesus. Tinggal hanya dalam Dia, itulah kasih yang sejati; tapi untuk hidup bergaul dengan dunia, merasa cukup dengan kenyamanan daging, bahkan lebih memilih bersama-sama dengan orang Kristen lainnya daripada bersekutu secara diam-diam dengan-Nya, sangat mendukakan hati Allah yang cemburu. Dia sangat ingin kita tinggal di dalam Dia, dan mempunyai relasi yang terus-menerus dengan diri-Nya; dan banyak dari ujian yang Dia kirimkan pada kita memang bertujuan untuk membiasakan hati kita untuk tidak bergantung pada ciptaan, dan mengarahkan hati kita agar lebih dekat dengan diri-Nya. Biarlah kecemburuan ini yang membuat kita terus dekat dengan Kristus <i>menjadi kelegaan<\/i> bagi kita, karena jika Dia sebegitu mencintai kita hingga peduli akan kasih <i>kita<\/i>, sudah pasti Dia tidak akan membiarkan apapun menyakiti engkau, dan akan melindungi kita dari segala musuh kita. Oh, betapa indahnya anugerah hari ini yang menjaga hati kita dalam kemurnian yang suci bagi sang Kekasih, yang dengan kecemburuan yang kudus menutup mata kita dari segala pesona dunia!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Tuhan kita sangat cemburu dengan cinta kasihmu, hai orang percaya. Tidakkah Dia memilih engkau? Dia tidak tahan kalau engkau memilih yang lain. Tidakkah Dia membeli engkau dengan darah-Nya sendiri? Dia tidak tahan kalau engkau berpikir bahwa engkau adalah milik dirimu sendiri, atau milik dunia ini. Dia mengasihi engkau dengan cinta kasih yang mana [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-25709","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":{"id":12887,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=768%2C510&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg"},"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=1024%2C680&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"198","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25709","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=25709"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25709\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":68124,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25709\/revisions\/68124"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=25709"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=25709"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=25709"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}