{"id":25727,"date":"2025-09-17T18:15:42","date_gmt":"2025-09-17T11:15:42","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/tetapi-ia-tidak-menjawab-suatu-kata-pun-matius-2714\/"},"modified":"2025-09-17T18:15:44","modified_gmt":"2025-09-17T11:15:44","slug":"tetapi-ia-tidak-menjawab-suatu-kata-pun-matius-2714","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/tetapi-ia-tidak-menjawab-suatu-kata-pun-matius-2714\/","title":{"rendered":"Bawalah anak itu ke mari! [Markus 9:19]"},"content":{"rendered":"<button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Dalam keadaan putus asa, ayah yang kasihan dan kecewa itu berpaling dari para murid kepada Guru mereka. Anaknya berada dalam kondisi yang paling buruk, dan segala upaya telah gagal, namun anak yang menderita itu segera dilepaskan dari si jahat ketika orang tuanya dalam iman taat kepada perkataan Tuhan Yesus, \u201cBawalah anak itu ke mari!\u201d Anak-anak adalah hadiah yang berharga dari Tuhan, namun banyak kekhawatiran datang bersamanya. Mereka dapat merupakan sukacita yang besar maupun kepahitan yang besar terhadap orang tua mereka; mereka mungkin dipenuhi oleh Roh Allah, atau dirasuk oleh roh jahat. Apapun kasusnya, Firman Allah memberikan kita satu resep untuk menyembuhkan segala penyakit, \u201cBawalah anak itu ke mari!\u201d Hendaklah ada doa yang lebih nyeri demi mereka selama mereka masih bayi! Dosa ada di sana, hendaklah doa kita mulai menyerangnya. Seruan kita demi keturunan kita harus mendahului seruan yang menyatakan kedatangan aktual mereka ke dalam dunia dosa. Dalam masa muda mereka kita akan melihat tanda-tanda menyedihkan dari roh yang bodoh dan tuli itu yang tidak berdoa dengan benar, tidak juga mendengar suara Allah di dalam jiwa, namun Yesus tetap memerintahkan, \u201cBawalah anak itu ke mari!\u201d Ketika mereka dewasa mereka dapat berkubang di dalam dosa dan berbuih dalam kebencian terhadap Allah; lalu ketika hati kita hancur kita harus mengingat perkataan Dokter yang agung itu, \u201cBawalah anak itu ke mari!\u201d Kita tidak boleh berhenti berdoa sampai mereka berhenti bernafas. Tidak ada kasus yang tidak berpengharapan selama Yesus hidup. RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button>\n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\">Dalam keadaan putus asa, ayah yang kasihan dan kecewa itu berpaling dari para murid kepada Guru mereka. Anaknya berada dalam kondisi yang paling buruk, dan segala upaya telah gagal, namun anak yang menderita itu segera dilepaskan dari si jahat ketika orang tuanya dalam iman taat kepada perkataan Tuhan Yesus, \u201cBawalah anak itu ke mari!\u201d Anak-anak adalah hadiah yang berharga dari Tuhan, namun banyak kekhawatiran datang bersamanya. Mereka dapat merupakan sukacita yang besar maupun kepahitan yang besar terhadap orang tua mereka; mereka mungkin dipenuhi oleh Roh Allah, atau dirasuk oleh roh jahat. Apapun kasusnya, Firman Allah memberikan kita satu resep untuk menyembuhkan segala penyakit, \u201cBawalah anak itu ke mari!\u201d Hendaklah ada doa yang lebih nyeri demi mereka selama mereka masih bayi! Dosa ada di sana, hendaklah doa kita mulai menyerangnya. Seruan kita demi keturunan kita harus mendahului seruan yang menyatakan kedatangan aktual mereka ke dalam dunia dosa. Dalam masa muda mereka kita akan melihat tanda-tanda menyedihkan dari roh yang bodoh dan tuli itu yang tidak berdoa dengan benar, tidak juga mendengar suara Allah di dalam jiwa, namun Yesus tetap memerintahkan, \u201cBawalah anak itu ke mari!\u201d Ketika mereka dewasa mereka dapat berkubang di dalam dosa dan berbuih dalam kebencian terhadap Allah; lalu ketika hati kita hancur kita harus mengingat perkataan Dokter yang agung itu, \u201cBawalah anak itu ke mari!\u201d Kita tidak boleh berhenti berdoa sampai mereka berhenti bernafas. Tidak ada kasus yang tidak berpengharapan selama Yesus hidup.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Dalam keadaan putus asa, ayah yang kasihan dan kecewa itu berpaling dari para murid kepada Guru mereka. Anaknya berada dalam kondisi yang paling buruk, dan segala upaya telah gagal, namun anak yang menderita itu segera dilepaskan dari si jahat ketika orang tuanya dalam iman taat kepada perkataan Tuhan Yesus, \u201cBawalah anak itu ke [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-25727","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":{"id":12887,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=768%2C510&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg"},"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=1024%2C680&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"192","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25727","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=25727"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25727\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":68135,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25727\/revisions\/68135"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=25727"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=25727"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=25727"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}