{"id":25736,"date":"2025-09-18T18:15:37","date_gmt":"2025-09-18T11:15:37","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/mereka-menerima-yesus-yohanes-1916-1\/"},"modified":"2025-09-18T18:15:39","modified_gmt":"2025-09-18T11:15:39","slug":"mereka-menerima-yesus-yohanes-1916-1","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/mereka-menerima-yesus-yohanes-1916-1\/","title":{"rendered":"Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh. [Galatia 5:25]"},"content":{"rendered":"<button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Dua hal paling penting di dalam agama kudus kita adalah hidup beriman dan perjalanan iman. Dia yang dapat mengerti dengan benar akan hal ini tidak jauh dari seorang yang menguasai dalam teologi pengalaman, karena hidup beriman dan perjalanan iman adalah poin-poin sangat penting untuk seorang Kristen. Engkau tidak akan pernah menemukan iman yang benar tanpa adanya kesalehan sejati; sebaliknya, engkau tidak akan pernah menemukan kehidupan yang benar-benar kudus yang tidak berakar pada iman yang hidup kepada kebenaran Kristus. Celakalah mereka yang mengejar salah satunya saja! Ada orang-orang yang mempertumbuhkan iman dan melupakan kekudusan; mereka mungkin sangat hebat dalam doktrin ortodoks, tetapi mereka akan menerima penghukuman yang sangat dalam, karena mereka mengakui kebenaran dalam kelaliman; dan ada juga orang-orang yang memaksakan dirinya untuk hidup kudus, tapi menolak iman, seperti orang Farisi kuno, yang kepadanya Tuhan berkata mereka seperti &quot;kuburan yang dilabur putih.&quot; [Mat 23:27] Kita harus memiliki iman, karena iman ialah fondasi; kita harus memiliki hidup kudus, karena kekudusan ialah bangunan atas. Apa gunanya fondasi belaka dari sebuah gedung bagi manusia dalam hari-hari berbadai? Dapatkah ia bersembunyi di dalamnya? Ia menginginkan rumah untuk melindunginya, termasuk fondasi rumah itu. Begitu pula kita membutuhkan bangunan atas dari kehidupan rohani jika kita ingin memiliki kenyamanan dalam hari-hari keraguan. Tetapi jangan mencari hidup kudus tanpa iman, karena hal itu berarti mendirikan rumah yang tidak dapat memberikan perlindungan yang permanen, karena rumah itu tidak memiliki fondasi di atas batu karang. Biarlah iman dan hidup menjadi satu, dan, seperti kedua pangkal jembatan, keduanya akan membuat kesalehan kita bertahan. Seperti cahaya dan panas mengalir dari matahari yang sama, iman dan hidup juga sama-sama penuh dengan berkat. Seperti dua pilar rumah ibadah, keduanya demi keagungan dan keindahan. Keduanya adalah dua aliran dari air mancur anugerah; dua lampu yang dinyalakan api kudus; dua pohon zaitun yang diairi perawatan surgawi. O Tuhan, berikanlah pada hari ini hidup di dalam, agar hidup itu menyatakan dirinya di luar demi kemuliaan-Mu. RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button>\n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\">Dua hal paling penting di dalam agama kudus kita adalah <i>hidup beriman<\/i> dan <i>perjalanan iman<\/i>. Dia yang dapat mengerti dengan benar akan hal ini tidak jauh dari seorang yang menguasai dalam teologi pengalaman, karena hidup beriman dan perjalanan iman adalah poin-poin sangat penting untuk seorang Kristen. Engkau tidak akan pernah menemukan iman yang benar tanpa adanya kesalehan sejati; sebaliknya, engkau tidak akan pernah menemukan kehidupan yang benar-benar kudus yang tidak berakar pada iman yang hidup kepada kebenaran Kristus. Celakalah mereka yang mengejar salah satunya saja! Ada orang-orang yang mempertumbuhkan iman dan melupakan kekudusan; mereka mungkin sangat hebat dalam doktrin ortodoks, tetapi mereka akan menerima penghukuman yang sangat dalam, karena mereka mengakui kebenaran dalam kelaliman; dan ada juga orang-orang yang memaksakan dirinya untuk hidup kudus, tapi menolak iman, seperti orang Farisi kuno, yang kepadanya Tuhan berkata mereka seperti &#8220;kuburan yang dilabur putih.&#8221; [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Mat%2023:27\">Mat 23:27<\/a>] Kita harus memiliki iman, karena iman ialah fondasi; kita harus memiliki hidup kudus, karena kekudusan ialah bangunan atas. Apa gunanya fondasi belaka dari sebuah gedung bagi manusia dalam hari-hari berbadai? Dapatkah ia bersembunyi di dalamnya? Ia menginginkan rumah untuk melindunginya, termasuk fondasi rumah itu. Begitu pula kita membutuhkan bangunan atas dari kehidupan rohani jika kita ingin memiliki kenyamanan dalam hari-hari keraguan. Tetapi jangan mencari hidup kudus tanpa iman, karena hal itu berarti mendirikan rumah yang tidak dapat memberikan perlindungan yang permanen, karena rumah itu tidak memiliki fondasi di atas batu karang. Biarlah iman dan hidup menjadi satu, dan, seperti kedua pangkal jembatan, keduanya akan membuat kesalehan kita bertahan. Seperti cahaya dan panas mengalir dari matahari yang sama, iman dan hidup juga sama-sama penuh dengan berkat. Seperti dua pilar rumah ibadah, keduanya demi keagungan dan keindahan. Keduanya adalah dua aliran dari air mancur anugerah; dua lampu yang dinyalakan api kudus; dua pohon zaitun yang diairi perawatan surgawi. O Tuhan, berikanlah pada hari ini hidup di dalam, agar hidup itu menyatakan dirinya di luar demi kemuliaan-Mu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Dua hal paling penting di dalam agama kudus kita adalah hidup beriman dan perjalanan iman. Dia yang dapat mengerti dengan benar akan hal ini tidak jauh dari seorang yang menguasai dalam teologi pengalaman, karena hidup beriman dan perjalanan iman adalah poin-poin sangat penting untuk seorang Kristen. Engkau tidak akan pernah menemukan iman yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-25736","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":{"id":12887,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=768%2C510&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg"},"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=1024%2C680&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"133","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25736","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=25736"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25736\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":68137,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25736\/revisions\/68137"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=25736"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=25736"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=25736"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}