{"id":26502,"date":"2025-09-20T18:15:43","date_gmt":"2025-09-20T11:15:43","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/lalu-diletakkan-salib-itu-di-atas-bahunya-supaya-dipikulnya-sambil-mengikuti-yesus-lukas-2326\/"},"modified":"2025-09-20T18:15:45","modified_gmt":"2025-09-20T11:15:45","slug":"lalu-diletakkan-salib-itu-di-atas-bahunya-supaya-dipikulnya-sambil-mengikuti-yesus-lukas-2326","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/lalu-diletakkan-salib-itu-di-atas-bahunya-supaya-dipikulnya-sambil-mengikuti-yesus-lukas-2326\/","title":{"rendered":"Pedang demi TUHAN dan demi Gideon. [Hakim-hakim 7:20]"},"content":{"rendered":"<button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Gideon memerintahkan orang-orangnya untuk melakukan dua hal: menutupi suluh [obor] dengan buyung tanah liat, ia mohon, dengan isyarat yang diperintahkan, untuk memecahkan buyung dan membiarkan cahayanya bersinar, kemudian meniup sangkakala dan berseru, &quot;Pedang demi TUHAN, dan demi Gideon! pedang demi TUHAN, dan demi Gideon!&quot; Tepat seperti inilah yang seharusnya orang Kristen lakukan. Pertama, engkau harus bersinar; pecahkan buyung yang menutupi cahayamu; ke sampingkan gantang yang menyembunyikan lilinmu, dan bersinarlah. Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang; supaya mereka melihat perbuatan yang baik [Mat 5:16], maka ketika orang melihat engkau, mereka akan tahu bahwa engkau telah bersama Yesus. Lalu harus terdapat suara, tiupan sangkakala. Harus ada usaha aktif untuk mengumpulkan para pendosa dengan memproklamirkan Kristus yang tersalib. Ambil dan berikan injil kepada mereka; bawalah ke depan pintu mereka; taruhlah pada jalan mereka; jangan biarkan mereka kabur dari padanya; tiuplah sangkakala ke dalam telinga mereka. Ingatlah bahwa teriakan pertempuran yang benar dari Gereja ialah isyarat dari Gideon, &quot;Pedang demi TUHAN, dan demi Gideon!&quot; Allah harus melakukan pertempuran, itulah pekerjaan-Nya. Tetapi kita jangan berdiam; karena sebuah alat tersedia untuk digunakan \u2014 &quot;Pedang demi TUHAN,dan demi Gideon!&quot; Jika kita berteriak hanya, &quot;Pedang demi TUHAN!&quot; kita menjadi bersalah mungkin karena kemalasan kita; dan jika kita berteriak, &quot;Pedang demi Gideon!&quot; saja, kita menunjukkan pemujaan berhala dengan mengandalkan tangan kedagingan: kita harus menyatukan keduanya dalam keharmonisan yang nyata, &quot;Pedang demi TUHAN, dan demi Gideon!&quot; Kita tidak dapat berbuat apa-apa dari diri kita sendiri, tetapi kita dapat melakukan apa saja dengan pertolongan Allah kita; maka, hendaklah kita, di dalam nama-Nya menetapkan sendiri untuk keluar dan melayani dengan obor teladan kudus yang menyala-nyala, dan dengan nada sangkakala dari pernyataan dan kesaksian yang tulus, dan Allah akan beserta kita, dan Midian akan dijadikan kalut, dan TUHAN semesta alam akan memerintah selama-lamanya. RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button>\n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\">Gideon memerintahkan orang-orangnya untuk melakukan dua hal: menutupi suluh [obor] dengan buyung tanah liat, ia mohon, dengan isyarat yang diperintahkan, untuk memecahkan buyung dan membiarkan cahayanya bersinar, kemudian meniup sangkakala dan berseru, &#8220;Pedang demi TUHAN, dan demi Gideon! pedang demi TUHAN, dan demi Gideon!&#8221; Tepat seperti inilah yang seharusnya orang Kristen lakukan. Pertama, <i>engkau harus bersinar<\/i>; pecahkan buyung yang menutupi cahayamu; ke sampingkan gantang yang menyembunyikan lilinmu, dan bersinarlah. Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang; supaya mereka melihat perbuatan yang baik [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Mat%205:16\">Mat 5:16<\/a>], maka ketika orang melihat engkau, mereka akan tahu bahwa engkau telah bersama Yesus. Lalu <i>harus terdapat suara<\/i>, tiupan sangkakala. Harus ada usaha aktif untuk mengumpulkan para pendosa dengan memproklamirkan Kristus yang tersalib. Ambil dan berikan injil kepada mereka; bawalah ke depan pintu mereka; taruhlah pada jalan mereka; jangan biarkan mereka kabur dari padanya; tiuplah sangkakala ke dalam telinga mereka. Ingatlah bahwa teriakan pertempuran yang benar dari Gereja ialah isyarat dari Gideon, &#8220;<i>Pedang demi TUHAN<\/i>, dan demi Gideon!&#8221; Allah harus melakukan pertempuran, itulah pekerjaan-Nya. Tetapi kita jangan berdiam; karena sebuah alat tersedia untuk digunakan \u2014 &#8220;Pedang demi TUHAN,<i>dan demi Gideon<\/i>!&#8221; Jika kita berteriak hanya, &#8220;Pedang demi TUHAN!&#8221; kita menjadi bersalah mungkin karena kemalasan kita; dan jika kita berteriak, &#8220;Pedang demi Gideon!&#8221; saja, kita menunjukkan pemujaan berhala dengan mengandalkan tangan kedagingan: kita harus menyatukan keduanya dalam keharmonisan yang nyata, &#8220;Pedang demi TUHAN, dan demi Gideon!&#8221; Kita tidak dapat berbuat apa-apa dari diri kita sendiri, tetapi kita dapat melakukan apa saja dengan pertolongan Allah kita; maka, hendaklah kita, di dalam nama-Nya menetapkan sendiri untuk keluar dan melayani dengan obor teladan kudus yang menyala-nyala, dan dengan nada sangkakala dari pernyataan dan kesaksian yang tulus, dan Allah akan beserta kita, dan Midian akan dijadikan kalut, dan TUHAN semesta alam akan memerintah selama-lamanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Gideon memerintahkan orang-orangnya untuk melakukan dua hal: menutupi suluh [obor] dengan buyung tanah liat, ia mohon, dengan isyarat yang diperintahkan, untuk memecahkan buyung dan membiarkan cahayanya bersinar, kemudian meniup sangkakala dan berseru, &#8220;Pedang demi TUHAN, dan demi Gideon! pedang demi TUHAN, dan demi Gideon!&#8221; Tepat seperti inilah yang seharusnya orang Kristen lakukan. Pertama, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-26502","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":{"id":12887,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=768%2C510&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg"},"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=1024%2C680&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":1,"views":"295","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26502","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=26502"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26502\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":68143,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26502\/revisions\/68143"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=26502"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=26502"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=26502"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}