{"id":26528,"date":"2025-09-22T18:16:04","date_gmt":"2025-09-22T11:16:04","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/hai-orang-orang-berapa-lama-lagi-kemuliaanku-dinodai-mazmur-42\/"},"modified":"2025-09-22T18:16:06","modified_gmt":"2025-09-22T11:16:06","slug":"hai-orang-orang-berapa-lama-lagi-kemuliaanku-dinodai-mazmur-42","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/hai-orang-orang-berapa-lama-lagi-kemuliaanku-dinodai-mazmur-42\/","title":{"rendered":"Biarlah Israel bersukacita atas Yang menjadikannya. [Mazmur 149:2]"},"content":{"rendered":"<button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Bersenang hati, O orang percaya, tetapi jagalah supaya kegembiraan itu bersumber di dalam Tuhan. Engkau memiliki banyak alasan untuk bergembira di dalam Allah, karena engkau dapat menyanyi bersama dengan Daud, &quot;Allah, yang adalah sukacitaku dan kegembiraanku.&quot; [Maz 43:4] Bersukalah karena Tuhan memerintah, karena TUHAN adalah Raja! Bersukacitalah karena Ia duduk di atas takhta-Nya, dan mengatur segalanya! Segala atribut Allah seharusnya menjadi cahaya segar dari sinar matahari sukacita kita. Bahwa Ia bijaksana seharusnya membuat kita senang, kita yang menyadari kebodohan kita sendiri. Bahwa Ia perkasa, seharusnya membuat kita bersukacita, kita yang gemetar akan kelemahan kita. Bahwa Ia kekal, harusnya selalu menjadi tema sukacita, ketika kita tahu bahwa kita layu seperti rumput. Bahwa Ia tidak pernah berubah, akan terus-menerus memberikan kita sebuah lagu, karena kita berubah setiap jam. Bahwa Ia penuh dengan anugerah, bahwa anugerah-Nya berlimpah ruah, dan dalam perjanjian anugerah-Nya telah diberikan-Nya pada kita; bahwa anugerah-Nya merupakan milik kita untuk membersihkan kita, milik kita untuk melindungi kita, milik kita untuk menguduskan kita, milik kita untuk menyempurnakan kita, milik kita untuk membawa kita kepada kemuliaan\u2014semuanya ini seharusnya membuat kita bersukacita dalam-Nya. Kegembiraan di dalam Allah seperti sungai yang dalam; kita baru menyentuh pinggirannya, kita tahu sedikit murninya dan manisnya aliran surgawi, tetapi semakin maju semakin dalam, dan arusnya semakin deras dalam sukacitanya. Orang Kristen merasa bahwa ia dapat menyukakan dirinya tidak hanya dalam Allah sebagaimana Dia berada, tetapi juga dalam segala yang Allah telah perbuat pada masa lalu. Kitab Mazmur menunjukkan bahwa umat Allah di masa lampau terbiasa merenungkan perbuatan Allah, dan menulis lagu untuk setiap perbuatan-Nya. Maka biarlah umat Allah di masa ini menyanyikan kembali perbuatan Tuhan! Biarlah mereka memberitakan perbuatan-Nya yang perkasa, dan &quot;menyanyi bagi TUHAN, sebab Ia tinggi luhur.&quot; [Kej 15:1] Jangan biarkan umat-Nya berhenti menyanyi, karena seperti halnya kasih setia baru mengalir kepada mereka setiap hari, seharusnyalah kesukaan mereka atas perbuatan kasih Tuhan dalam pemeliharaan dan anugerah, terungkap dalam ucapan syukur yang tanpa henti. Bersukalah kalian anak-anak Sion dan bersukacitalah di dalam TUHAN Allah kalian. RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button>\n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\">Bersenang hati, O orang percaya, tetapi jagalah supaya kegembiraan itu bersumber <i>di dalam Tuhan.<\/i> Engkau memiliki banyak alasan untuk bergembira di dalam Allah, karena engkau dapat menyanyi bersama dengan Daud, &#8220;Allah, yang adalah sukacitaku dan kegembiraanku.&#8221; [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Maz%2043:4\">Maz 43:4<\/a>] Bersukalah karena Tuhan memerintah, karena TUHAN adalah Raja! Bersukacitalah karena Ia duduk di atas takhta-Nya, dan mengatur segalanya! Segala atribut Allah seharusnya menjadi cahaya segar dari sinar matahari sukacita kita. Bahwa Ia bijaksana seharusnya membuat kita senang, kita yang menyadari kebodohan kita sendiri. Bahwa Ia <i>perkasa<\/i>, seharusnya membuat kita bersukacita, kita yang gemetar akan kelemahan kita. Bahwa Ia kekal, harusnya selalu menjadi tema sukacita, ketika kita tahu bahwa kita layu seperti rumput. Bahwa Ia <i>tidak pernah berubah<\/i>, akan terus-menerus memberikan kita sebuah lagu, karena <i>kita<\/i> berubah setiap jam. Bahwa Ia penuh dengan anugerah, bahwa anugerah-Nya berlimpah ruah, dan dalam perjanjian anugerah-Nya telah diberikan-Nya pada kita; bahwa anugerah-Nya merupakan milik kita untuk membersihkan kita, milik kita untuk melindungi kita, milik kita untuk menguduskan kita, milik kita untuk menyempurnakan kita, milik kita untuk membawa kita kepada kemuliaan\u2014semuanya ini seharusnya membuat kita bersukacita dalam-Nya. Kegembiraan di dalam Allah seperti sungai yang dalam; kita baru menyentuh pinggirannya, kita tahu sedikit murninya dan manisnya aliran surgawi, tetapi semakin maju semakin dalam, dan arusnya semakin deras dalam sukacitanya. Orang Kristen merasa bahwa ia dapat menyukakan dirinya tidak hanya dalam Allah sebagaimana Dia berada, tetapi juga dalam segala yang Allah <i>telah perbuat<\/i> pada masa lalu. Kitab Mazmur menunjukkan bahwa umat Allah di masa lampau terbiasa merenungkan perbuatan Allah, dan menulis lagu untuk setiap perbuatan-Nya. Maka biarlah umat Allah di masa ini menyanyikan kembali perbuatan Tuhan! Biarlah mereka memberitakan perbuatan-Nya yang perkasa, dan &#8220;menyanyi bagi TUHAN, sebab Ia tinggi luhur.&#8221; [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Kej%2015:1\">Kej 15:1<\/a>] Jangan biarkan umat-Nya berhenti menyanyi, karena seperti halnya kasih setia baru mengalir kepada mereka setiap hari, seharusnyalah kesukaan mereka atas perbuatan kasih Tuhan dalam pemeliharaan dan anugerah, terungkap dalam ucapan syukur yang tanpa henti. Bersukalah kalian anak-anak Sion dan bersukacitalah di dalam TUHAN Allah kalian.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Bersenang hati, O orang percaya, tetapi jagalah supaya kegembiraan itu bersumber di dalam Tuhan. Engkau memiliki banyak alasan untuk bergembira di dalam Allah, karena engkau dapat menyanyi bersama dengan Daud, &#8220;Allah, yang adalah sukacitaku dan kegembiraanku.&#8221; [Maz 43:4] Bersukalah karena Tuhan memerintah, karena TUHAN adalah Raja! Bersukacitalah karena Ia duduk di atas takhta-Nya, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-26528","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":{"id":12887,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=768%2C510&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg"},"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=1024%2C680&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"207","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26528","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=26528"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26528\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":68147,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26528\/revisions\/68147"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=26528"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=26528"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=26528"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}