{"id":26536,"date":"2025-09-23T18:15:54","date_gmt":"2025-09-23T11:15:54","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/jikalau-orang-berbuat-demikian-dengan-kayu-hidup-apakah-yang-akan-terjadi-dengan-kayu-kering-lukas-2331\/"},"modified":"2025-09-23T18:15:57","modified_gmt":"2025-09-23T11:15:57","slug":"jikalau-orang-berbuat-demikian-dengan-kayu-hidup-apakah-yang-akan-terjadi-dengan-kayu-kering-lukas-2331","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/jikalau-orang-berbuat-demikian-dengan-kayu-hidup-apakah-yang-akan-terjadi-dengan-kayu-kering-lukas-2331\/","title":{"rendered":"Dikaruniakan-Nya kepada kita di dalam Dia yang dikasihi-Nya. [Efesus 1:6]"},"content":{"rendered":"<button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Betapa besarnya hak kita! Hak yang mencakup bukan hanya atas pembenaran di hadapan Allah, tapi istilah &quot;dikaruniakan&quot; dalam bahasa Yunaninya berarti lebih dari itu. Kita telah menjadi obyek kepuasan ilahi, bahkan kenikmatan ilahi. Betapa menakjubkan bahwa kita, ulat, fana, pendosa adanya, dapat menjadi obyek kasih ilahi! Tetapi hanyalah &quot;di dalam Dia yang dikasihi-Nya.&quot; Beberapa orang Kristen merasa dikaruniakan dalam pengertian atau pengalaman mereka sendiri. Saat semangat mereka terangkat, dan harapan mereka besar, mereka berpikir bahwa Allah telah menerima mereka, karena mereka merasa sangat ditinggikan, sangat berpikiran surgawi, sangat terangkat di atas bumi! Tetapi ketika jiwa mereka berpaut dengan debu, mereka termakan ketakutan bahwa mereka tidak lagi diterima. Kalau saja mereka dapat melihat bahwa kesukaan yang membubung tidak meninggikan mereka, dan keremukan hati tidak menjatuhkan mereka dalam pandangan Bapa mereka; melainkan bahwa mereka tetap diterima oleh Satu yang tidak pernah berubah, dalam Satu yang selalu dikasihi Allah, selalu sempurna, selalu tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu [Efesus 5:27]; betapa mereka akan lebih berbahagia, dan betapa mereka dapat lebih memuliakan Sang Juruselamat! Maka bersukacitalah dalam ini, hai orang percaya: engkau diterima &quot;di dalam Dia yang dikasihi-Nya.&quot; Engkau melihat ke dalam dan berkata, &quot;Tidak ada yang dapat diterima di sini!&quot; Tetapi pandanglah kepada Kristus, dan lihatlah bukankah segala sesuatu diterima di sana. Dosamu menyusahkanmu; tetapi Allah telah membuang dosamu ke belakang punggung-Nya, dan engkau diterima oleh Yang Benar. Engkau harus bertarung melawan kebusukan, dan bergelut dengan godaan, tetapi engkau telah diterima dalam Dia yang telah mengalahkan kuasa kejahatan. Setan menggoda engkau; kuatkanlah hatimu, setan tidak dapat menghancurkan engkau, karena engkau telah diterima di dalam Dia yang telah menghancurkan kepala Iblis. Dengan keyakinan penuh ketahuilah agungnya kedudukanmu. Bahkan jiwa-jiwa yang dimuliakan tidak lebih diterima daripada engkau. Mereka hanya diterima di dalam surga &quot;di dalam Dia yang dikasihi-Nya,&quot; dan sedemikian pula engkau bahkan pada saat ini telah diterima di dalam Kristus. RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button>\n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\">Betapa besarnya hak kita! Hak yang mencakup bukan hanya atas <i>pembenaran<\/i> di hadapan Allah, tapi istilah &#8220;dikaruniakan&#8221; dalam bahasa Yunaninya berarti lebih dari itu. Kita telah menjadi obyek <i>kepuasan ilahi<\/i>, bahkan <i>kenikmatan ilahi<\/i>. Betapa menakjubkan bahwa kita, ulat, fana, pendosa adanya, dapat menjadi obyek kasih ilahi! Tetapi hanyalah &#8220;<i>di dalam Dia yang dikasihi-Nya.<\/i>&#8221; Beberapa orang Kristen merasa dikaruniakan dalam pengertian atau pengalaman mereka sendiri. Saat semangat mereka terangkat, dan harapan mereka besar, mereka berpikir bahwa Allah telah menerima mereka, karena mereka merasa sangat ditinggikan, sangat berpikiran surgawi, sangat terangkat di atas bumi! Tetapi ketika jiwa mereka berpaut dengan debu, mereka termakan ketakutan bahwa mereka tidak lagi diterima. Kalau saja mereka dapat melihat bahwa kesukaan yang membubung tidak meninggikan mereka, dan keremukan hati tidak menjatuhkan mereka dalam pandangan Bapa mereka; melainkan bahwa mereka tetap diterima oleh Satu yang tidak pernah berubah, dalam Satu yang selalu dikasihi Allah, selalu sempurna, selalu tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Efesus%205:27\">Efesus 5:27<\/a>]; betapa mereka akan lebih berbahagia, dan betapa mereka dapat lebih memuliakan Sang Juruselamat! Maka bersukacitalah dalam ini, hai orang percaya: engkau diterima &#8220;di dalam Dia yang dikasihi-Nya.&#8221; Engkau melihat ke dalam dan berkata, &#8220;Tidak ada yang dapat diterima <i>di sini<\/i>!&#8221; Tetapi pandanglah kepada Kristus, dan lihatlah bukankah segala sesuatu diterima <i>di sana<\/i>. Dosamu menyusahkanmu; tetapi Allah telah membuang dosamu ke belakang punggung-Nya, dan engkau diterima oleh Yang Benar. Engkau harus bertarung melawan kebusukan, dan bergelut dengan godaan, tetapi engkau telah diterima dalam Dia yang telah mengalahkan kuasa kejahatan. Setan menggoda engkau; kuatkanlah hatimu, setan tidak dapat menghancurkan engkau, karena engkau telah diterima di dalam Dia yang telah menghancurkan kepala Iblis. Dengan keyakinan penuh ketahuilah agungnya kedudukanmu. Bahkan jiwa-jiwa yang dimuliakan tidak lebih diterima daripada engkau. Mereka hanya diterima di dalam surga &#8220;di dalam Dia yang dikasihi-Nya,&#8221; dan sedemikian pula engkau bahkan pada saat ini telah diterima di dalam Kristus.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Betapa besarnya hak kita! Hak yang mencakup bukan hanya atas pembenaran di hadapan Allah, tapi istilah &#8220;dikaruniakan&#8221; dalam bahasa Yunaninya berarti lebih dari itu. Kita telah menjadi obyek kepuasan ilahi, bahkan kenikmatan ilahi. Betapa menakjubkan bahwa kita, ulat, fana, pendosa adanya, dapat menjadi obyek kasih ilahi! Tetapi hanyalah &#8220;di dalam Dia yang dikasihi-Nya.&#8221; [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-26536","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":{"id":12887,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=768%2C510&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg"},"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=1024%2C680&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"143","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26536","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=26536"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26536\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":68150,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26536\/revisions\/68150"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=26536"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=26536"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=26536"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}