{"id":26539,"date":"2025-09-24T18:15:47","date_gmt":"2025-09-24T11:15:47","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/sejumlah-besar-orang-mengikuti-dia-di-antaranya-banyak-perempuan-yang-menangisi-dan-meratapi-dia-lukas-2327\/"},"modified":"2025-09-24T18:15:49","modified_gmt":"2025-09-24T11:15:49","slug":"sejumlah-besar-orang-mengikuti-dia-di-antaranya-banyak-perempuan-yang-menangisi-dan-meratapi-dia-lukas-2327","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/sejumlah-besar-orang-mengikuti-dia-di-antaranya-banyak-perempuan-yang-menangisi-dan-meratapi-dia-lukas-2327\/","title":{"rendered":"Karena aku malu meminta tentara dan orang-orang berkuda kepada raja untuk mengawal kami terhadap musuh di jalan; sebab kami telah berkata kepada raja, demikian: &#8220;Tangan Allah kami melindungi semua orang yang mencari Dia demi keselamatan mereka, tetapi kuasa murka-Nya menimpa semua orang yang meninggalkan Dia.&#8221; [Ezra 8:22]"},"content":{"rendered":"<button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Dalam banyak hikayat, tentara kawalan akan sangat membantu para musafir, tetapi suatu keseganan yang kudus mencegah Ezra untuk mencarinya. Ia takut jangan sampai raja kafir menganggap pengakuan imannya dalam Allah adalah kemunafikan belaka, atau mengira bahwa Allah Israel tidak dapat menjaga pemuja-Nya sendiri. Ia tidak terpikir untuk bersandar pada lengan kedagingan dalam perkara yang nyata-nyata berkaitan dengan Tuhan, dan oleh karena itu karavan Ezra berangkat tanpa perlindungan yang terlihat, melainkan dijaga oleh Dia yang adalah pedang dan perisai umat-Nya. Betapa mengerikan bahwa hanya sedikit orang percaya yang merasakan kecemburuan kudus ini untuk Allah; bahkan mereka yang lumayan berjalan dalam iman, terkadang menodai kecemerlangan hidup mereka dengan mengidamkan pertolongan dari manusia. Sesungguhnya terberkatilah yang tidak mempunyai topangan dan penunjang dalam hidup, melainkan berdiri tegap berdasarkan Batu Zaman, ditopang oleh Tuhan sendiri. Akankah orang percaya mencari bantuan pemerintah untuk Gereja mereka, jika saja mereka mengingat Tuhan dipermalukan ketika mereka meminta bantuan Kaisar? seakan-akan Tuhan tidak dapat menyediakan kebutuhan gerakan-Nya sendiri! Haruskah kita tergesa-gesa meminta pertolongan dari teman-teman dan keluarga, jika saja kita mengingat bahwa Tuhan diagungkan dalam ketergantungan mutlak kita kepada Dia semata? Jiwaku, nantikanlah Allah saja. &quot;Tapi,&quot; ada yang berkata, &quot;bukankah sarana ada untuk digunakan?&quot; Tentu saja; tetapi biasanya salah kita adalah bukan dalam mengabaikan sarana: justru jauh lebih sering salah kita timbul dari percaya dengan bodohnya kepada sarana dan bukannya Allah. Sedikit orang yang terlalu mengabaikan tangan ciptaan, justru jauh lebih banyak orang yang berdosa besar dengan terlalu mementingkan ciptaan. Belajarlah, pembaca yang terkasih, untuk memuliakan Tuhan dengan membiarkan sarana dunia tidak dicoba, jika dengan menggunakannya engkau mencemarkan nama Tuhan. RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button>\n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\">Dalam banyak hikayat, tentara kawalan akan sangat membantu para musafir, tetapi suatu keseganan yang kudus mencegah Ezra untuk mencarinya. Ia takut jangan sampai raja kafir menganggap pengakuan imannya dalam Allah adalah kemunafikan belaka, atau mengira bahwa Allah Israel tidak dapat menjaga pemuja-Nya sendiri. Ia tidak terpikir untuk bersandar pada lengan kedagingan dalam perkara yang nyata-nyata berkaitan dengan Tuhan, dan oleh karena itu karavan Ezra berangkat tanpa perlindungan yang terlihat, melainkan dijaga oleh Dia yang adalah pedang dan perisai umat-Nya. Betapa mengerikan bahwa hanya sedikit orang percaya yang merasakan kecemburuan kudus ini untuk Allah; bahkan mereka yang lumayan berjalan dalam iman, terkadang menodai kecemerlangan hidup mereka dengan mengidamkan pertolongan dari manusia. Sesungguhnya terberkatilah yang tidak mempunyai topangan dan penunjang dalam hidup, melainkan berdiri tegap berdasarkan Batu Zaman, ditopang oleh Tuhan sendiri. Akankah orang percaya mencari bantuan pemerintah untuk Gereja mereka, jika saja mereka mengingat Tuhan dipermalukan ketika mereka meminta bantuan Kaisar? seakan-akan Tuhan tidak dapat menyediakan kebutuhan gerakan-Nya sendiri! Haruskah kita tergesa-gesa meminta pertolongan dari teman-teman dan keluarga, jika saja kita mengingat bahwa Tuhan diagungkan dalam ketergantungan mutlak kita kepada Dia semata? Jiwaku, nantikanlah Allah saja. &#8220;Tapi,&#8221; ada yang berkata, &#8220;bukankah sarana ada untuk digunakan?&#8221; Tentu saja; tetapi biasanya salah kita adalah bukan dalam mengabaikan sarana: justru jauh lebih sering salah kita timbul dari percaya dengan bodohnya kepada sarana dan bukannya Allah. Sedikit orang yang terlalu mengabaikan tangan ciptaan, justru jauh lebih banyak orang yang berdosa besar dengan terlalu mementingkan ciptaan. Belajarlah, pembaca yang terkasih, untuk memuliakan Tuhan dengan membiarkan sarana dunia tidak dicoba, jika dengan menggunakannya engkau mencemarkan nama Tuhan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Dalam banyak hikayat, tentara kawalan akan sangat membantu para musafir, tetapi suatu keseganan yang kudus mencegah Ezra untuk mencarinya. Ia takut jangan sampai raja kafir menganggap pengakuan imannya dalam Allah adalah kemunafikan belaka, atau mengira bahwa Allah Israel tidak dapat menjaga pemuja-Nya sendiri. Ia tidak terpikir untuk bersandar pada lengan kedagingan dalam perkara [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-26539","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":{"id":12887,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=768%2C510&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg"},"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=1024%2C680&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"223","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26539","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=26539"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26539\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":68152,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26539\/revisions\/68152"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=26539"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=26539"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=26539"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}