{"id":26551,"date":"2025-09-25T18:15:29","date_gmt":"2025-09-25T11:15:29","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/tempat-yang-disebut-kalvari-lukas-2333\/"},"modified":"2025-09-25T18:15:31","modified_gmt":"2025-09-25T11:15:31","slug":"tempat-yang-disebut-kalvari-lukas-2333","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/tempat-yang-disebut-kalvari-lukas-2333\/","title":{"rendered":"Benar dan juga membenarkan orang yang percaya. [Roma 3:26]"},"content":{"rendered":"<button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Dengan dibenarkan oleh iman, kita memiliki perdamaian dengan Allah. Hati nurani tidak lagi menyalahkan. Penghakiman kini memihak pendosa alih-alih melawannya. Kenangan menoleh ke belakang dengan kesedihan mendalam akan dosa-dosa masa lampau, tetapi tanpa ketakutan akan hukuman yang akan datang; karena Kristus telah membayar hutang umat-Nya hingga titik terakhir, dan menerima bukti ilahi; dan kecuali Allah mungkar, meminta bayaran ganda untuk setiap hutang, jiwa yang untuknya Yesus telah mati sebagai pengganti tidak ada yang akan dilemparkan ke dalam neraka. Sepertinya kodrat kita telah dicelikkan untuk percaya bahwa Allah adil; kita merasa memang seharusnya demikian, dan pada awalnya hal ini memberikan kita ketakutan; tetapi bukankah menakjubkan bahwa keyakinan yang sama \u2014 bahwa Allah adalah adil \u2014 kemudian menjadi pilar keyakinan dan damai kita! Jika Allah adil, saya, seorang pendosa, seorang diri dan tanpa seorang pengganti, harus dihukum; tetapi Yesus menggantikanku dan Dia dihukum demi saya; dan sekarang, jika Allah adil, saya, seorang pendosa, berdiri dalam Kristus, tidak akan bisa dihukum. Allah harus mengubah kodrat-Nya sebelum ada kemungkinan untuk satu saja jiwa yang telah digantikan Yesus dapat merasakan cambuk hukum. Oleh karena itu, dengan Yesus yang telah menggantikan orang percaya \u2014 yang telah menerima keseluruhan murka ilahi yang seharusnya dijatuhkan atas umat-Nya yang berdosa, orang percaya dapat berteriak dengan kemenangan yang mulia, &quot;Siapakah yang akan menggugat orang-orang pilihan Allah?&quot; [Roma 8:33] Bukan Allah, karena Ia telah membenarkan; bukan pula Kristus, karena Ia telah mati, &quot;bahkan lebih lagi: yang telah bangkit.&quot; [Roma 8:34] Pengharapanku hidup bukan karena saya bukan seorang pendosa, tetapi karena saya seorang pendosa yang baginya Kristus mati; saya percaya bukan karena saya kudus, tetapi karena sebagai makhluk tidak kudus, Ia adalah kebenaranku. Imanku bersandar bukan pada siapa saya, atau saya akan sebagai apa, atau perasaan atau pengetahuan saya, tetapi dalam siapa Kristus, dalam apa yang telah Ia lakukan, dan apa yang sedang Ia kerjakan bagi saya sekarang. Di atas singa keadilan, putri harapan bertunggang layaknya ratu. RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button>\n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\">Dengan dibenarkan oleh iman, kita memiliki perdamaian dengan Allah. Hati nurani tidak lagi menyalahkan. Penghakiman kini memihak pendosa alih-alih melawannya. Kenangan menoleh ke belakang dengan kesedihan mendalam akan dosa-dosa masa lampau, tetapi tanpa ketakutan akan hukuman yang akan datang; karena Kristus telah membayar hutang umat-Nya hingga titik terakhir, dan menerima bukti ilahi; dan kecuali Allah mungkar, meminta bayaran ganda untuk setiap hutang, jiwa yang untuknya Yesus telah mati sebagai pengganti tidak ada yang akan dilemparkan ke dalam neraka. Sepertinya kodrat kita telah dicelikkan untuk percaya bahwa Allah adil; kita merasa memang seharusnya demikian, dan pada awalnya hal ini memberikan kita ketakutan; tetapi bukankah menakjubkan bahwa keyakinan yang sama \u2014 bahwa Allah adalah adil \u2014 kemudian menjadi pilar keyakinan dan damai kita! Jika Allah adil, saya, seorang pendosa, seorang diri dan tanpa seorang pengganti, harus dihukum; tetapi Yesus menggantikanku dan Dia dihukum demi saya; dan sekarang, jika Allah adil, saya, seorang pendosa, berdiri dalam Kristus, tidak akan bisa dihukum. Allah harus mengubah kodrat-Nya sebelum ada kemungkinan untuk satu saja jiwa yang telah digantikan Yesus dapat merasakan cambuk hukum. Oleh karena itu, dengan Yesus yang telah menggantikan orang percaya \u2014 yang telah menerima keseluruhan murka ilahi yang seharusnya dijatuhkan atas umat-Nya yang berdosa, orang percaya dapat berteriak dengan kemenangan yang mulia, &#8220;Siapakah yang akan menggugat orang-orang pilihan Allah?&#8221; [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Roma%208:33\">Roma 8:33<\/a>] Bukan Allah, karena Ia telah membenarkan; bukan pula Kristus, karena Ia telah mati, &#8220;bahkan lebih lagi: yang telah bangkit.&#8221; [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Roma%208:34\">Roma 8:34<\/a>] Pengharapanku hidup bukan karena saya bukan seorang pendosa, tetapi karena saya seorang pendosa yang baginya Kristus mati; saya percaya bukan karena saya kudus, tetapi karena sebagai makhluk tidak kudus, <i>Ia<\/i> adalah kebenaranku. Imanku bersandar bukan pada siapa saya, atau saya akan sebagai apa, atau perasaan atau pengetahuan saya, tetapi dalam siapa Kristus, dalam apa yang telah Ia lakukan, dan apa yang sedang Ia kerjakan bagi saya sekarang. Di atas singa keadilan, putri harapan bertunggang layaknya ratu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Dengan dibenarkan oleh iman, kita memiliki perdamaian dengan Allah. Hati nurani tidak lagi menyalahkan. Penghakiman kini memihak pendosa alih-alih melawannya. Kenangan menoleh ke belakang dengan kesedihan mendalam akan dosa-dosa masa lampau, tetapi tanpa ketakutan akan hukuman yang akan datang; karena Kristus telah membayar hutang umat-Nya hingga titik terakhir, dan menerima bukti ilahi; dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-26551","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":{"id":12887,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=768%2C510&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg"},"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=1024%2C680&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"163","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26551","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=26551"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26551\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":68154,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26551\/revisions\/68154"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=26551"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=26551"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=26551"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}