{"id":26582,"date":"2025-10-01T18:16:08","date_gmt":"2025-10-01T11:16:08","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/darah-yang-mahal-yaitu-darah-kristus-1-petrus-119\/"},"modified":"2025-10-01T18:16:11","modified_gmt":"2025-10-01T11:16:11","slug":"darah-yang-mahal-yaitu-darah-kristus-1-petrus-119","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/darah-yang-mahal-yaitu-darah-kristus-1-petrus-119\/","title":{"rendered":"Pelbagai buah-buah yang lezat, yang telah lama dan yang baru saja dipetik. Itu telah kusimpan bagimu, kekasihku! [Kidung Agung 7:13]"},"content":{"rendered":"<button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Sang isteri berkeinginan untuk memberikan kepada Yesus semua yang ia hasilkan. Hati kita memiliki \u201cpelbagai buah yang lezat\u201d baik yang \u201ctelah lama maupun baru saja dipetik,\u201d dan semuanya itu disimpan bagi Kekasih kita. Pada musim gugur ini yang kaya akan buah, mari kita periksa gudang penyimpanan kita. Kita memiliki buah-buah baru. Kita ingin merasakan hidup baru, sukacita baru, rasa syukur baru; kita berharap untuk membuat resolusi-resolusi baru dan melaksanakannya lewat pekerjaan-pekerjaan baru; hati kita mekar dengan doa-doa baru dan jiwa kita berjanji akan usaha-usaha baru. Akan tetapi, kita juga memiliki buah-buah lama. Ada cinta pertama kita: itulah buah pilihan! dan Yesus berkenan akannya. Terdapat iman pertama kita: iman sederhana yang olehnya, kita yang tidak memiliki apa-apa, menjadi pemilik dari segalanya. Terdapat sukacita saat pertama kali kita mengenal Tuhan: marilah kita membangkitkannya. Kita memiliki kenangan lama akan janji-janji. Betapa Allah telah setia! Dalam sakit, betapa lembutnya Ia menyiapkan tempat tidur kita! Dalam air yang dalam, betapa tenangnya Ia mengangkat kita ke permukaan! Dalam perapian yang menyala-nyala, betapa anggunnya Ia menyelamatkan kita. Sungguh, buah-buah yang lama! Banyak buah yang kita miliki, karena kemurahan-Nya telah berjumlah lebih dari rambut di kepala kita. Dosa-dosa lama harus kita sesali, tetapi setelahnya kita telah memiliki pertobatan yang Ia berikan, yang olehnya kita telah menangis dalam perjalanan kita menuju salib, dan memahami akan jasa darah-Nya. Pagi ini, kita memiliki buah-buah; baik yang baru maupun lama; tapi inilah yang harus ditekankan \u2014 semuanya itu disimpan bagi Yesus. Sesungguhnya, buah-buah itu merupakan pelayanan yang terbaik dan paling pantas, yang di dalamnya Yesus adalah satu-satunya tujuan jiwa kita, dan kemuliaan-Nya belaka, tanpa campuran apapun, adalah tujuan dari segala usaha kita. Biarlah banyak buah yang kita miliki disimpan hanya bagi Kekasih kita; mari tunjukkan semuanya itu saat Ia beserta kita, dan jangan mempertunjukkannya di depan pandangan manusia. Yesus, kami akan mengunci pintu kebun kami, dan tidak ada yang boleh masuk untuk mencuri satu pun buah baik yang tumbuh dari tanah yang telah Engkau airi dengan peluh darah-Mu. Semua milik kami haruslah menjadi kepunyaan-Mu, hanya kepunyaan-Mu, ya Yesus, Kekasih kami! RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button>\n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\">Sang isteri berkeinginan untuk memberikan kepada Yesus semua yang ia hasilkan. Hati kita memiliki \u201cpelbagai buah yang lezat\u201d baik yang \u201ctelah lama maupun baru saja dipetik,\u201d dan semuanya itu disimpan bagi Kekasih kita. Pada musim gugur ini yang kaya akan buah, mari kita periksa gudang penyimpanan kita. Kita memiliki buah-buah <i>baru<\/i>. Kita ingin merasakan hidup baru, sukacita baru, rasa syukur baru; kita berharap untuk membuat resolusi-resolusi baru dan melaksanakannya lewat pekerjaan-pekerjaan baru; hati kita mekar dengan doa-doa baru dan jiwa kita berjanji akan usaha-usaha baru. Akan tetapi, kita juga memiliki buah-buah <i>lama<\/i>. Ada cinta pertama kita: itulah buah pilihan! dan Yesus berkenan akannya. Terdapat iman pertama kita: iman sederhana yang olehnya, kita yang tidak memiliki apa-apa, menjadi pemilik dari segalanya. Terdapat sukacita saat pertama kali kita mengenal Tuhan: marilah kita membangkitkannya. Kita memiliki kenangan lama akan janji-janji. Betapa Allah telah setia! Dalam sakit, betapa lembutnya Ia menyiapkan tempat tidur kita! Dalam air yang dalam, betapa tenangnya Ia mengangkat kita ke permukaan! Dalam perapian yang menyala-nyala, betapa anggunnya Ia menyelamatkan kita. Sungguh, buah-buah yang lama! Banyak buah yang kita miliki, karena kemurahan-Nya telah berjumlah lebih dari rambut di kepala kita. Dosa-dosa lama harus kita sesali, tetapi setelahnya kita telah memiliki pertobatan yang Ia berikan, yang olehnya kita telah menangis dalam perjalanan kita menuju salib, dan memahami akan jasa darah-Nya. Pagi ini, kita memiliki buah-buah; baik yang baru maupun lama; tapi inilah yang harus ditekankan \u2014 <i>semuanya itu disimpan bagi Yesus<\/i>. Sesungguhnya, buah-buah itu merupakan pelayanan yang terbaik dan paling pantas, yang di dalamnya Yesus adalah satu-satunya tujuan jiwa kita, dan kemuliaan-Nya belaka, tanpa campuran apapun, adalah tujuan dari segala usaha kita. Biarlah banyak buah yang kita miliki disimpan hanya bagi Kekasih kita; mari tunjukkan semuanya itu saat Ia beserta kita, dan jangan mempertunjukkannya di depan pandangan manusia. Yesus, kami akan mengunci pintu kebun kami, dan tidak ada yang boleh masuk untuk mencuri satu pun buah baik yang tumbuh dari tanah yang telah Engkau airi dengan peluh darah-Mu. Semua milik kami haruslah menjadi kepunyaan-Mu, hanya kepunyaan-Mu, ya Yesus, Kekasih kami!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Sang isteri berkeinginan untuk memberikan kepada Yesus semua yang ia hasilkan. Hati kita memiliki \u201cpelbagai buah yang lezat\u201d baik yang \u201ctelah lama maupun baru saja dipetik,\u201d dan semuanya itu disimpan bagi Kekasih kita. Pada musim gugur ini yang kaya akan buah, mari kita periksa gudang penyimpanan kita. Kita memiliki buah-buah baru. Kita ingin [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-26582","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":{"id":12887,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=768%2C510&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg"},"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=1024%2C680&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"204","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26582","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=26582"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26582\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":68175,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26582\/revisions\/68175"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=26582"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=26582"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=26582"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}