{"id":26600,"date":"2025-10-04T18:15:32","date_gmt":"2025-10-04T11:15:32","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/dan-lihatlah-tabir-bait-suci-terbelah-dua-dari-atas-sampai-ke-bawah-matius-2751\/"},"modified":"2025-10-04T18:15:34","modified_gmt":"2025-10-04T11:15:34","slug":"dan-lihatlah-tabir-bait-suci-terbelah-dua-dari-atas-sampai-ke-bawah-matius-2751","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/dan-lihatlah-tabir-bait-suci-terbelah-dua-dari-atas-sampai-ke-bawah-matius-2751\/","title":{"rendered":"Malam pun menjadi siang. [Zakharia 14:7]"},"content":{"rendered":"<button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Sering kali kita memandang masa tua dengan firasat buruk, lupa bahwa waktu malam akan ada terang. Bagi banyak orang suci, masa tua adalah masa berharga dalam hidup mereka. Tiupan udara yang hangat terasa di pipi si pelaut saat ia mendekati pantai keabadian, ombak yang bergemuruh di lautnya semakin sedikit, maka berkuasalah ketenangan yang dalam, tenang, dan khusyuk. Dari mezbah usia, kerlip api masa muda pun hilang, tetapi nyala api yang lebih nyata dari perasaan sesungguhnya tetap ada. Para peziarah telah mencapai dataran Beulah [&quot;yang bersuami&quot;, Yesaya 62:4], negara yang bahagia, yang hari-harinya bagaikan hari-hari surga di dunia. Para malaikat mengunjunginya, angin surgawi bertiup di atasnya, bunga-bunga Firdaus tumbuh dalamnya, dan udaranya dipenuhi dengan musik serafim. Ada yang tinggal di sini bertahun-tahun, ada juga yang datang ke sini hanya selama beberapa jam sebelum mereka berangkat lagi, namun inilah Eden di bumi. Kita mungkin saja rindu akan saatnya kita berbaring di hutannya yang rindang dan merasa puas dengan pengharapan hingga datangnya waktu tercapainya hasil. Matahari yang terbenam tampak lebih besar daripada saat berada tinggi di atas langit, dan semarak kemenangan mewarnai awan-awan yang mengelilingi terbenamnya matahari. Kesakitan tidak merobek ketenangan senja usia yang manis, karena kekuatan dalam kelemahan yang menjadi sempurna [2 Korintus 12:9] bertahan dengan sabar dalam segala kesakitan. Buah-buah matang dari pengalaman yang berharga dikumpulkan sebagai santapan yang luar biasa dalam senja hidup, dan jiwa siap-siap beristirahat. RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button>\n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\">Sering kali kita memandang <i>masa tua<\/i> dengan firasat buruk, lupa bahwa waktu malam akan ada terang. Bagi banyak orang suci, masa tua adalah masa berharga dalam hidup mereka. Tiupan udara yang hangat terasa di pipi si pelaut saat ia mendekati pantai keabadian, ombak yang bergemuruh di lautnya semakin sedikit, maka berkuasalah ketenangan yang dalam, tenang, dan khusyuk. Dari mezbah usia, kerlip api masa muda pun hilang, tetapi nyala api yang lebih nyata dari perasaan sesungguhnya tetap ada. Para peziarah telah mencapai dataran Beulah [&#8220;yang bersuami&#8221;, <a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Yesaya%2062:4\">Yesaya 62:4<\/a>], negara yang bahagia, yang hari-harinya bagaikan hari-hari surga di dunia. Para malaikat mengunjunginya, angin surgawi bertiup di atasnya, bunga-bunga Firdaus tumbuh dalamnya, dan udaranya dipenuhi dengan musik serafim. Ada yang tinggal di sini bertahun-tahun, ada juga yang datang ke sini hanya selama beberapa jam sebelum mereka berangkat lagi, namun inilah Eden di bumi. Kita mungkin saja rindu akan saatnya kita berbaring di hutannya yang rindang dan merasa puas dengan pengharapan hingga datangnya waktu tercapainya hasil. Matahari yang terbenam tampak lebih besar daripada saat berada tinggi di atas langit, dan semarak kemenangan mewarnai awan-awan yang mengelilingi terbenamnya matahari. Kesakitan tidak merobek ketenangan senja usia yang manis, karena kekuatan dalam kelemahan yang menjadi sempurna [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?2%20Korintus%2012:9\">2 Korintus 12:9<\/a>] bertahan dengan sabar dalam segala kesakitan. Buah-buah matang dari pengalaman yang berharga dikumpulkan sebagai santapan yang luar biasa dalam senja hidup, dan jiwa siap-siap beristirahat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Sering kali kita memandang masa tua dengan firasat buruk, lupa bahwa waktu malam akan ada terang. Bagi banyak orang suci, masa tua adalah masa berharga dalam hidup mereka. Tiupan udara yang hangat terasa di pipi si pelaut saat ia mendekati pantai keabadian, ombak yang bergemuruh di lautnya semakin sedikit, maka berkuasalah ketenangan yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-26600","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":{"id":12887,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=768%2C510&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg"},"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=1024%2C680&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"166","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26600","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=26600"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26600\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":68181,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26600\/revisions\/68181"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=26600"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=26600"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=26600"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}