{"id":26624,"date":"2025-10-08T18:15:58","date_gmt":"2025-10-08T11:15:58","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/tetapi-dalam-semuanya-itu-kita-lebih-dari-pada-orang-orang-yang-menang-oleh-dia-yang-telah-mengasihi-kita-roma-837\/"},"modified":"2025-10-08T18:16:00","modified_gmt":"2025-10-08T11:16:00","slug":"tetapi-dalam-semuanya-itu-kita-lebih-dari-pada-orang-orang-yang-menang-oleh-dia-yang-telah-mengasihi-kita-roma-837","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/tetapi-dalam-semuanya-itu-kita-lebih-dari-pada-orang-orang-yang-menang-oleh-dia-yang-telah-mengasihi-kita-roma-837\/","title":{"rendered":"Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan. [Lukas 5:4]"},"content":{"rendered":"<button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Dari narasi ini kita belajar perlunya fungsi manusia. Penangkapan ikan itu ajaib, tapi baik nelayan maupun kapalnya, bahkan alat memancingnya, tidak ada yang diabaikan; melainkan semuanya itu digunakan untuk menangkap ikan. Begitu pula saat menyelamatkan jiwa, Allah bekerja melalui sarana; dan selama ekonomi anugerah berjalan seperti saat ini, Allah puas dengan kebodohan pemberitaan Injil [1 Korintus 1:21] demi menyelamatkan mereka yang percaya. Ketika Allah bekerja tanpa alat-alat, sudah pasti Ia dimuliakan; tetapi Ia sendiri telah menetapkan suatu rencana dengan alat-alat yang melaluinya Dia paling diagungkan di bumi. Sarana itu sendiri tidak pernah berhasil. &quot;Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa.&quot; [Lukas 5:5] Apa alasannya? Apakah mereka bukan nelayan yang menjalankan panggilan khusus mereka? Benar, tangan mereka bukannya belum berpengalaman; mereka mengerti jelas pekerjaan mereka. Apa mereka berjerih lelah tanpa keterampilan? Tidak. Apa mereka kurang kerja keras? Tidak, mereka telah berjerih lelah. Apa mereka kurang tekun? Tidak, mereka telah berjerih lelah sepanjang malam. Apakah laut sedang kekurangan ikan? Jelas tidak, karena segera setelah Guru datang, kawanan ikan berenang ke dalam jala. Jadi, apakah alasannya? Apakah karena tidak ada kekuatan dalam diri mereka sebagai sarana tanpa ada kehadiran Yesus? \u201cSebab di luar Dia kita tidak dapat berbuat apa-apa.\u201d [Yoh 15:5] Tetapi dengan Kristus kita dapat melakukan segalanya. Kehadiran Kristus menganugerahkan kesuksesan. Yesus duduk di kapal Petrus, dan kehendak-Nya, dengan pengaruh yang misterius, menarik ikan menuju jala. Ketika Yesus ditinggikan di dalam gereja-Nya, kehadiran-Nya adalah kekuatan dari gereja itu\u2014sorak-sorak karena Raja ada di antara mereka [Bilangan 23:21]. \u201cDan Aku, apabila Aku ditinggikan dari bumi, Aku akan menarik semua orang datang kepada-Ku.\u201d [Yoh 12:32]. Marilah kita pagi ini pergi bekerja menjala jiwa, memandang ke atas dalam iman, dan melihat sekeliling dengan kegelisahan yang khidmat. Marilah kita berjerih lelah hingga malam tiba, kita tidak akan bekerja dengan sia-sia, karena Dia yang meminta kita menebarkan jala, akan memenuhinya dengan ikan. RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button>\n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\">Dari narasi ini kita belajar <i>perlunya fungsi manusia<\/i>. Penangkapan ikan itu ajaib, tapi baik nelayan maupun kapalnya, bahkan alat memancingnya, tidak ada yang diabaikan; melainkan semuanya itu digunakan untuk menangkap ikan. Begitu pula saat menyelamatkan jiwa, Allah bekerja melalui sarana; dan selama ekonomi anugerah berjalan seperti saat ini, Allah puas dengan kebodohan pemberitaan Injil [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?1%20Korintus%201:21\">1 Korintus 1:21<\/a>] demi menyelamatkan mereka yang percaya. Ketika Allah bekerja tanpa alat-alat, sudah pasti Ia dimuliakan; tetapi Ia sendiri telah menetapkan suatu rencana dengan alat-alat yang melaluinya Dia paling diagungkan di bumi. <i>Sarana itu sendiri tidak pernah berhasil.<\/i> &#8220;Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa.&#8221; [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Lukas%205:5\">Lukas 5:5<\/a>] Apa alasannya? Apakah mereka bukan nelayan yang menjalankan panggilan khusus mereka? Benar, tangan mereka bukannya belum berpengalaman; mereka mengerti jelas pekerjaan mereka. Apa mereka berjerih lelah tanpa keterampilan? Tidak. Apa mereka kurang kerja keras? Tidak, mereka telah berjerih lelah. Apa mereka kurang tekun? Tidak, mereka telah <i>berjerih lelah sepanjang malam<\/i>. Apakah laut sedang kekurangan ikan? Jelas tidak, karena segera setelah Guru datang, kawanan ikan berenang ke dalam jala. Jadi, apakah alasannya? Apakah karena tidak ada kekuatan dalam diri mereka sebagai sarana tanpa ada kehadiran Yesus? \u201cSebab di luar Dia kita tidak dapat berbuat apa-apa.\u201d [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Yoh%2015:5\">Yoh 15:5<\/a>] Tetapi dengan Kristus kita dapat melakukan segalanya. <i>Kehadiran Kristus menganugerahkan kesuksesan.<\/i> Yesus duduk di kapal Petrus, dan kehendak-Nya, dengan pengaruh yang misterius, menarik ikan menuju jala. Ketika Yesus ditinggikan di dalam gereja-Nya, kehadiran-Nya adalah kekuatan dari gereja itu\u2014sorak-sorak karena Raja ada di antara mereka [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Bilangan%2023:21\">Bilangan 23:21<\/a>]. \u201cDan Aku, apabila Aku ditinggikan dari bumi, Aku akan menarik semua orang datang kepada-Ku.\u201d [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Yoh%2012:32\">Yoh 12:32<\/a>]. Marilah kita pagi ini pergi bekerja menjala jiwa, memandang ke atas dalam iman, dan melihat sekeliling dengan kegelisahan yang khidmat. Marilah kita berjerih lelah hingga malam tiba, kita tidak akan bekerja dengan sia-sia, karena Dia yang meminta kita menebarkan jala, akan memenuhinya dengan ikan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Dari narasi ini kita belajar perlunya fungsi manusia. Penangkapan ikan itu ajaib, tapi baik nelayan maupun kapalnya, bahkan alat memancingnya, tidak ada yang diabaikan; melainkan semuanya itu digunakan untuk menangkap ikan. Begitu pula saat menyelamatkan jiwa, Allah bekerja melalui sarana; dan selama ekonomi anugerah berjalan seperti saat ini, Allah puas dengan kebodohan pemberitaan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-26624","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":{"id":12887,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=768%2C510&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg"},"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=1024%2C680&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"123","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26624","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=26624"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26624\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":68192,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26624\/revisions\/68192"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=26624"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=26624"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=26624"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}