{"id":26640,"date":"2025-10-09T18:15:57","date_gmt":"2025-10-09T11:15:57","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/berdasarkan-semuanya-ini-kami-mengikat-perjanjian-yang-teguh-nehemia-938\/"},"modified":"2025-10-09T18:16:00","modified_gmt":"2025-10-09T11:16:00","slug":"berdasarkan-semuanya-ini-kami-mengikat-perjanjian-yang-teguh-nehemia-938","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/berdasarkan-semuanya-ini-kami-mengikat-perjanjian-yang-teguh-nehemia-938\/","title":{"rendered":"Menjaga supaya jangan kamu tersandung. [Yudas 1:24]"},"content":{"rendered":"<button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Dalam suatu pengertian, jalan menuju surga sangat aman, tetapi dalam sisi lain, tidak ada jalan yang sebahaya ini. Jalan ini dikepung berbagai kesulitan. Satu langkah salah (dan betapa mudahnya itu terjadi bila tidak ada kasih karunia), jatuhlah kita. Berapa licinnya jalan yang harus ditempuh beberapa dari kita! Berapa kali kita sudah berseru bersama para Pemazmur, \u201cTetapi aku, sedikit lagi maka kakiku terpeleset, nyaris aku tergelincir.\u201d [Maz 73:2] Seandainya kita kuat, seperti pendaki gunung yang kakinya kokoh, ini mungkin bukan masalah besar; tetapi kita sendiri, betapa lemahnya kita! Di jalanan yang terbaik kita segera goyah, di jalan yang paling mulus kita cepat tersandung. Lutut-lutut kita yang lemah ini hampir tidak mungkin menunjang beban kita yang terhuyung-huyung. Sehelai jerami dapat menjatuhkan kita, dan sebuah kerikil dapat melukai kita; kita tidak lebih dari anak-anak yang dengan gemetar melangkah pertama kali pada perjalanan iman, Bapa kita di Surga menuntun kita atau kita akan segera tumbang. Oh, jika kita dijaga agar tidak jatuh, betapa kita harus memuji kuasa yang sabar itu, yang mengawasi kita hari demi hari! Pikirkan, betapa rawannya kita berbuat dosa, betapa mudahnya kita memilih bahaya, betapa kuatnya kecenderungan kita untuk menjatuhkan diri sendiri, dan pemikiran-pemikiran akan hal itu akan membuat kita bernyanyi lebih manis daripada yang pernah kita lakukan, \u201cMulia bagi-Nya, yang mampu menjaga supaya jangan kita tersandung.\u201d Kita memiliki banyak musuh yang mencoba mendorong kita ke bawah. Jalan begitu sulit dan kita lemah, tetapi lebih dari itu, musuh-musuh bersembunyi dan siap menyergap, menyerbu saat kita paling lengah, dan bekerja keras untuk menyandung kita, atau melempari kita hingga jatuh ke jurang terdekat. Hanyalah lengan Maha Kuasa yang dapat menjaga kita dari musuh-musuh yang tak terlihat itu, yang terus berusaha menghancurkan kita. Lengan sedemikianlah yang bertempur melindungi kita. Ia yang setia telah memberikan janji, dan Ia mampu menjaga kita agar tidak terjatuh, sehingga dengan menyadari bahwa kita sama sekali lemah, kita dapat menyimpan dalam hati kepercayaan yang teguh akan keamanan kita yang sempurna, dan mengatakan, dengan keyakinan yang riang, RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button>\n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\">Dalam suatu pengertian, jalan menuju surga sangat aman, tetapi dalam sisi lain, <i>tidak ada jalan yang sebahaya ini<\/i>. Jalan ini dikepung berbagai kesulitan. Satu langkah salah (dan betapa mudahnya itu terjadi bila tidak ada kasih karunia), jatuhlah kita. Berapa licinnya jalan yang harus ditempuh beberapa dari kita! Berapa kali kita sudah berseru bersama para Pemazmur, \u201cTetapi aku, sedikit lagi maka kakiku terpeleset, nyaris aku tergelincir.\u201d [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Maz%2073:2\">Maz 73:2<\/a>] Seandainya kita kuat, seperti pendaki gunung yang kakinya kokoh, ini mungkin bukan masalah besar; tetapi kita sendiri, <i>betapa lemahnya kita<\/i>! Di jalanan yang terbaik <i>kita segera goyah<\/i>, di jalan yang paling mulus kita cepat tersandung. Lutut-lutut kita yang lemah ini hampir tidak mungkin menunjang beban kita yang terhuyung-huyung. Sehelai jerami dapat menjatuhkan kita, dan sebuah kerikil dapat melukai kita; kita tidak lebih dari anak-anak yang dengan gemetar melangkah pertama kali pada perjalanan iman, Bapa kita di Surga menuntun kita atau kita akan segera tumbang. Oh, jika kita dijaga agar tidak jatuh, betapa kita harus memuji kuasa yang sabar itu, yang mengawasi kita hari demi hari! Pikirkan, betapa rawannya kita berbuat dosa, betapa mudahnya kita memilih bahaya, betapa kuatnya kecenderungan kita untuk menjatuhkan diri sendiri, dan pemikiran-pemikiran akan hal itu akan membuat kita bernyanyi lebih manis daripada yang pernah kita lakukan, \u201cMulia bagi-Nya, yang mampu menjaga supaya jangan kita tersandung.\u201d <i>Kita memiliki banyak musuh<\/i> yang mencoba mendorong kita ke bawah. Jalan begitu sulit dan kita lemah, tetapi lebih dari itu, musuh-musuh bersembunyi dan siap menyergap, menyerbu saat kita paling lengah, dan bekerja keras untuk menyandung kita, atau melempari kita hingga jatuh ke jurang terdekat. Hanyalah lengan Maha Kuasa yang dapat menjaga kita dari musuh-musuh yang tak terlihat itu, yang terus berusaha menghancurkan kita. Lengan sedemikianlah yang bertempur melindungi kita. Ia yang setia telah memberikan janji, dan Ia mampu menjaga kita agar tidak terjatuh, sehingga dengan menyadari bahwa kita sama sekali lemah, kita dapat menyimpan dalam hati kepercayaan yang teguh akan keamanan kita yang sempurna, dan mengatakan, dengan keyakinan yang riang,<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Dalam suatu pengertian, jalan menuju surga sangat aman, tetapi dalam sisi lain, tidak ada jalan yang sebahaya ini. Jalan ini dikepung berbagai kesulitan. Satu langkah salah (dan betapa mudahnya itu terjadi bila tidak ada kasih karunia), jatuhlah kita. Berapa licinnya jalan yang harus ditempuh beberapa dari kita! Berapa kali kita sudah berseru bersama [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-26640","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":{"id":12887,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=768%2C510&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg"},"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=1024%2C680&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"197","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26640","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=26640"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26640\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":68194,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26640\/revisions\/68194"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=26640"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=26640"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=26640"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}