{"id":26668,"date":"2025-10-14T18:15:36","date_gmt":"2025-10-14T11:15:36","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/engkaulah-perlindunganku-pada-hari-malapetaka-yeremia-1717\/"},"modified":"2025-10-14T18:15:39","modified_gmt":"2025-10-14T11:15:39","slug":"engkaulah-perlindunganku-pada-hari-malapetaka-yeremia-1717","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/engkaulah-perlindunganku-pada-hari-malapetaka-yeremia-1717\/","title":{"rendered":"Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. [Filipi 3:8]"},"content":{"rendered":"<button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Pengenalan rohani akan Kristus akan menjadi pengenalan pribadi. Aku tidak dapat mengenal Yesus lewat kedekatan orang lain kepada-Nya. Tidak, aku sendiri harus mengenal-Nya; aku harus mengenal Dia secara pribadi. Pengenalan itu cerdas \u2014aku harus mengenal Dia, bukan sebagai mimpi khayalan akan Dia, tetapi sebagaimana Firman yang menyatakan Dia. Aku harus kenal sifat-Nya, ilahi dan manusiawi. Aku harus tahu jabatan-Nya\u2014atribut-Nya\u2014pekerjaaan-Nya\u2014kehinaan-Nya\u2014keagungan-Nya. Aku harus merenung tentang Dia hingga aku \u201cbersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan.\u201d [Efesus 3:18-19] Pengenalan itu penuh kasih sayang untuk Dia; memang, jika aku mengenal Dia sedikit saja, aku pasti mengasihi Dia. Satu ons pengenalan di hati berharga satu ton pengetahuan di kepala. Pengenalan kita akan Dia merupakan pengetahuan yang memuaskan. Saat aku mengenal Juruselamatku, pikiranku akan terasa penuh hingga meluap\u2014aku haruslah merasa telah mendapatkan apa yang jiwaku rindukan. \u201cInilah roti yang mana jika seseorang memakannya, ia tidak akan lapar lagi.\u201d [Yohanes 6:35] Di saat yang sama pengenalan ini merupakan pengetahuan yang menarik; semakin banyak aku mengenal Kekasihku, semakin aku ingin mengenal lebih. Semakin tinggi aku mendaki, semakin megah puncaknya, sehingga membangkitkan semangat langkah kakiku. Aku akan menginginkan lebih saat aku mendapatkan lebih. Seperti orang pelit dengan harta karunnya, emasku membuatku mendambakan lebih banyak. Kesimpulannya; pengenalan akan Yesus Kristus adalah hal yang paling bahagia; bahkan sangat mengangkat diri hingga terkadang pengenalan ini akan sepenuhnya menopangku di atas segala ujian, dan keraguan, dan kesedihan; dan ketika aku menikmatinya, pengenalan ini akan menjadikanku lebih daripada \u201cManusia yang lahir dari perempuan, singkat umurnya dan penuh kegelisahan\u201d [Ayub 14:1]; sebab pengenalan ini akan mengelilingiku dengan keabadian Juruselamat yang hidup selamanya, dan mengenakanku ikat pinggang emas sukacita kekal-Nya. Datanglah, jiwaku, duduklah di kaki Yesus dan kenali Dia sepanjang hari ini. RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button>\n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\">Pengenalan rohani akan Kristus akan menjadi pengenalan <i>pribadi<\/i>. Aku tidak dapat mengenal Yesus lewat kedekatan orang lain kepada-Nya. Tidak, aku <i>sendiri<\/i> harus mengenal-Nya; aku harus mengenal Dia secara pribadi. Pengenalan itu <i>cerdas<\/i> \u2014aku harus mengenal <i>Dia<\/i>, bukan sebagai mimpi khayalan akan Dia, tetapi sebagaimana Firman yang menyatakan Dia. Aku harus kenal sifat-Nya, ilahi dan manusiawi. Aku harus tahu jabatan-Nya\u2014atribut-Nya\u2014pekerjaaan-Nya\u2014kehinaan-Nya\u2014keagungan-Nya. Aku harus merenung tentang Dia hingga aku \u201cbersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan.\u201d [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Efesus%203:18-19\">Efesus 3:18-19<\/a>] Pengenalan itu <i>penuh kasih sayang<\/i> untuk Dia; memang, jika aku mengenal Dia sedikit saja, aku pasti mengasihi Dia. Satu ons pengenalan di hati berharga satu ton pengetahuan di kepala. Pengenalan kita akan Dia merupakan pengetahuan yang <i>memuaskan<\/i>. Saat aku mengenal Juruselamatku, pikiranku akan terasa penuh hingga meluap\u2014aku haruslah merasa telah mendapatkan apa yang jiwaku rindukan. \u201cInilah roti yang mana jika seseorang memakannya, ia tidak akan lapar lagi.\u201d [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Yohanes%206:35\">Yohanes 6:35<\/a>] Di saat yang sama pengenalan ini merupakan pengetahuan yang <i>menarik<\/i>; semakin banyak aku mengenal Kekasihku, semakin aku ingin mengenal lebih. Semakin tinggi aku mendaki, semakin megah puncaknya, sehingga membangkitkan semangat langkah kakiku. Aku akan menginginkan lebih saat aku mendapatkan lebih. Seperti orang pelit dengan harta karunnya, emasku membuatku mendambakan lebih banyak. Kesimpulannya; pengenalan akan Yesus Kristus adalah hal yang paling <i>bahagia<\/i>; bahkan sangat mengangkat diri hingga terkadang pengenalan ini akan sepenuhnya menopangku di atas segala ujian, dan keraguan, dan kesedihan; dan ketika aku menikmatinya, pengenalan ini akan menjadikanku lebih daripada \u201cManusia yang lahir dari perempuan, singkat umurnya dan penuh kegelisahan\u201d [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Ayub%2014:1\">Ayub 14:1<\/a>]; sebab pengenalan ini akan mengelilingiku dengan keabadian Juruselamat yang hidup selamanya, dan mengenakanku ikat pinggang emas sukacita kekal-Nya. Datanglah, jiwaku, duduklah di kaki Yesus dan kenali Dia sepanjang hari ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Pengenalan rohani akan Kristus akan menjadi pengenalan pribadi. Aku tidak dapat mengenal Yesus lewat kedekatan orang lain kepada-Nya. Tidak, aku sendiri harus mengenal-Nya; aku harus mengenal Dia secara pribadi. Pengenalan itu cerdas \u2014aku harus mengenal Dia, bukan sebagai mimpi khayalan akan Dia, tetapi sebagaimana Firman yang menyatakan Dia. Aku harus kenal sifat-Nya, ilahi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-26668","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":{"id":12887,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=768%2C510&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg"},"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=1024%2C680&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"212","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26668","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=26668"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26668\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":68224,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26668\/revisions\/68224"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=26668"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=26668"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=26668"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}