{"id":26673,"date":"2025-10-15T18:15:50","date_gmt":"2025-10-15T11:15:50","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/dan-bersungut-sungutlah-semua-orang-israel-bilangan-142\/"},"modified":"2025-10-15T18:15:53","modified_gmt":"2025-10-15T11:15:53","slug":"dan-bersungut-sungutlah-semua-orang-israel-bilangan-142","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/dan-bersungut-sungutlah-semua-orang-israel-bilangan-142\/","title":{"rendered":"Siapakah yang dapat tahan akan hari kedatangan-Nya? [Maleakhi 3:2]"},"content":{"rendered":"<button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Kedatangan-Nya yang pertama tidak dengan kemegahan atau pertunjukan kekuasaan, tetapi sebenarnya hanya sedikit orang yang bisa mengabaikan keperkasaannya yang merupakan ujian. Herodes dan seluruh Yerusalem bergolak mendengar berita kelahiran yang ajaib. Mereka yang mengaku menantikan Dia, menunjukkan kegagalan pengakuan mereka dengan menolak Dia ketika Dia datang. Kehidupan-Nya di bumi seperti kipas yang menampi, yang menguji kaum agamawan, dan sedikit saja yang bisa menjalani prosesnya. Tapi seperti apakah kedatangan kedua-Nya nanti? Orang berdosa mana yang dapat tahan memikirkannya? \u201cIa akan menghajar bumi dengan perkataannya seperti dengan tongkat, dan dengan nafas mulutnya ia akan membunuh orang fasik.\u201d [Yesaya 11:4] Ketika dalam penghinaan Dia berkata kepada para prajurit, &quot;Akulah Dia,&quot; [Yohanes 18:5] mereka terjengkang; akan seperti apa ketakutan musuh-musuh-Nya ketika Dia akan lebih sepenuhnya menyatakan diri-Nya sebagai &quot;Aku inilah?&quot; Kematian-Nya mengguncang bumi dan menggelapkan langit, kemegahan yang mengerikan apakah pada hari itu ketika Dia, sebagai Juruselamat yang hidup, memanggil orang-orang hidup dan mati? Oh, semoga ketakutan akan Tuhan akan membujuk orang untuk meninggalkan dosa-dosa mereka dan mencium Sang Anak supaya Dia tidak marah! Meskipun Dia adalah Anak Domba, Dia juga singa dari suku Yehuda, yang menyayat mangsanya; dan meskipun ia tidak memutuskan buluh yang patah terkulai [Yesaya 42:3], Dia akan mematahkan musuh-musuh-Nya dengan tongkat besi, dan memecahkan mereka berkeping-keping seperti tempayan tukang periuk [Yesaya 30:14]. Tidak satu pun musuhnya akan tahan di hadapan angin badai murka-Nya, atau sembunyi dari lawatan badai kemarahan-Nya; tapi orang-orang kekasih-Nya yang telah dibersihkan dengan darah menantikan kedatangan-Nya dengan sukacita, dan berharap untuk melewatinya tanpa rasa takut: bagi mereka Dia duduk sebagai pemurni bahkan saat ini, dan ketika Dia telah menguji mereka, mereka akan timbul seperti emas [Ayub 23:10]. Mari kita menelusuri diri sendiri pagi ini dan memastikan panggilan dan pemilihan kita, sehingga kedatangan Tuhan tidak akan menimbulkan firasat gelap dalam pikiran kita. Oh, semoga kasih karunia membuang semua kemunafikan, dan kita didapati tulus dan tanpa cela pada hari kedatangan-Nya. RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button>\n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\">Kedatangan-Nya yang pertama tidak dengan kemegahan atau pertunjukan kekuasaan, tetapi sebenarnya hanya sedikit orang yang bisa mengabaikan keperkasaannya yang merupakan ujian. Herodes dan seluruh Yerusalem bergolak mendengar berita kelahiran yang ajaib. Mereka yang mengaku menantikan Dia, menunjukkan kegagalan pengakuan mereka dengan menolak Dia ketika Dia datang. Kehidupan-Nya di bumi seperti kipas yang menampi, yang menguji kaum agamawan, dan sedikit saja yang bisa menjalani prosesnya. Tapi seperti apakah kedatangan kedua-Nya nanti? Orang berdosa mana yang dapat tahan memikirkannya? \u201cIa akan menghajar bumi dengan perkataannya seperti dengan tongkat, dan dengan nafas mulutnya ia akan membunuh orang fasik.\u201d [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Yesaya%2011:4\">Yesaya 11:4<\/a>] Ketika dalam penghinaan Dia berkata kepada para prajurit, &#8220;Akulah Dia,&#8221; [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Yohanes%2018:5\">Yohanes 18:5<\/a>] mereka terjengkang; akan seperti apa ketakutan musuh-musuh-Nya ketika Dia akan lebih sepenuhnya menyatakan diri-Nya sebagai &#8220;<i>Aku inilah<\/i>?&#8221; Kematian-Nya mengguncang bumi dan menggelapkan langit, kemegahan yang mengerikan apakah pada hari itu ketika Dia, sebagai Juruselamat yang hidup, memanggil orang-orang hidup dan mati? Oh, semoga ketakutan akan Tuhan akan membujuk orang untuk meninggalkan dosa-dosa mereka dan mencium Sang Anak supaya Dia tidak marah! Meskipun Dia adalah Anak Domba, Dia juga singa dari suku Yehuda, yang menyayat mangsanya; dan meskipun ia tidak memutuskan buluh yang patah terkulai [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Yesaya%2042:3\">Yesaya 42:3<\/a>], Dia akan mematahkan musuh-musuh-Nya dengan tongkat besi, dan memecahkan mereka berkeping-keping seperti tempayan tukang periuk [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Yesaya%2030:14\">Yesaya 30:14<\/a>]. Tidak satu pun musuhnya akan tahan di hadapan angin badai murka-Nya, atau sembunyi dari lawatan badai kemarahan-Nya; tapi orang-orang kekasih-Nya yang telah dibersihkan dengan darah menantikan kedatangan-Nya dengan sukacita, dan berharap untuk melewatinya tanpa rasa takut: bagi mereka Dia duduk sebagai pemurni bahkan saat ini, dan ketika Dia telah menguji mereka, mereka akan timbul seperti emas [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Ayub%2023:10\">Ayub 23:10<\/a>]. Mari kita menelusuri diri sendiri pagi ini dan memastikan panggilan dan pemilihan kita, sehingga kedatangan Tuhan tidak akan menimbulkan firasat gelap dalam pikiran kita. Oh, semoga kasih karunia membuang semua kemunafikan, dan kita didapati tulus dan tanpa cela pada hari kedatangan-Nya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Kedatangan-Nya yang pertama tidak dengan kemegahan atau pertunjukan kekuasaan, tetapi sebenarnya hanya sedikit orang yang bisa mengabaikan keperkasaannya yang merupakan ujian. Herodes dan seluruh Yerusalem bergolak mendengar berita kelahiran yang ajaib. Mereka yang mengaku menantikan Dia, menunjukkan kegagalan pengakuan mereka dengan menolak Dia ketika Dia datang. Kehidupan-Nya di bumi seperti kipas yang menampi, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-26673","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":{"id":12887,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=768%2C510&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg"},"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=1024%2C680&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"137","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26673","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=26673"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26673\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":68226,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26673\/revisions\/68226"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=26673"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=26673"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=26673"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}