{"id":26694,"date":"2025-10-17T18:18:20","date_gmt":"2025-10-17T11:18:20","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/aku-berdoa-bukan-supaya-engkau-mengambil-mereka-dari-dunia-yohanes-1715\/"},"modified":"2025-10-17T18:18:22","modified_gmt":"2025-10-17T11:18:22","slug":"aku-berdoa-bukan-supaya-engkau-mengambil-mereka-dari-dunia-yohanes-1715","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/aku-berdoa-bukan-supaya-engkau-mengambil-mereka-dari-dunia-yohanes-1715\/","title":{"rendered":"Tetapi Daud berpikir dalam hatinya: Bagaimanapun juga pada suatu hari aku akan binasa oleh tangan Saul. [1 Samuel 27:1]"},"content":{"rendered":"<button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Pikiran hati Daud saat itu adalah pemikiran yang salah, karena dia pasti tidak memiliki dasar untuk berpikir bahwa tindakan Allah mengurapinya melalui Samuel ternyata sekedar tindakan kosong yang tanpa arti. Tidak sekali pun Tuhan meninggalkan hamba-Nya; Daud telah sering sekali ditempatkan pada situasi yang berbahaya, tetapi tidak pernah sekali pun campur tangan ilahi tidak menyelamatkannya. Uji coba yang telah Daud alami memang bervariasi; tidak berupa satu jenis saja, melainkan berbagai jenis\u2014namun, dalam setiap peristiwa, Dia yang mengirim ujian juga telah dengan murah hati menetapkan suatu jalan keluar. Daud tidak bisa menunjuk dengan jarinya pada suatu rekaman dalam jurnal hariannya sambil berkata, &quot;Inilah buktinya Tuhan meninggalkan aku,&quot; karena seluruh masa hidup yang telah dilaluinya justru membuktikan hal yang sebaliknya. Berdasarkan apa sudah dilakukan Allah baginya, Daud seharusnya menyatakan bahwa Allah akan tetap menjadi pelindungnya. Tapi bukankah dengan cara yang seperti itu juga kita meragukan pertolongan Allah? Bukankah ketidakpercayaan itu tidak beralasan? Pernahkah kita punya seberkas alasan untuk meragukan kebaikan Bapa kita? Bukankah cinta kebaikan-Nya selalu mengagumkan? Apakah Ia pernah sekali pun gagal untuk memenuhi keyakinan kita? Ah, tidak! Allah kita tidak meninggalkan kita kapanpun. Kita telah mengalami malam gulita, tetapi bintang kasih telah bersinar terang di tengah kegelapan; kita telah berada dalam konflik yang keras, tetapi di atas kepala kita, Dia telah memegang tinggi-tinggi perisai pertahanan kita. Kita telah melalui banyak cobaan, tetapi tidak pernah demi kerugian kita, selalu demi keuntungan kita; dan kesimpulan dari pengalaman masa lampau kita adalah, bahwa Dia yang telah beserta kita dalam enam kesulitan, tidak akan meninggalkan kita dalam yang ketujuh. Apa yang telah kita kenal dari Allah kita yang setia, membuktikan bahwa Dia akan menjaga kita hingga akhir. Maka, marilah kita, jangan mempunyai alasan yang bertentangan dengan buktinya. Bagaimana kita bisa begitu kejam sampai meragukan Allah kita? Tuhan, singkirkan Izebel ketidakpercayaan kami, dan biarkan anjing-anjing memakannya [1 Raja-raja 21:23]. RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button>\n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\">Pikiran hati Daud saat itu adalah pemikiran yang <i>salah<\/i>, karena dia pasti tidak memiliki dasar untuk berpikir bahwa tindakan Allah mengurapinya melalui Samuel ternyata sekedar tindakan kosong yang tanpa arti. Tidak sekali pun Tuhan meninggalkan hamba-Nya; Daud telah sering sekali ditempatkan pada situasi yang berbahaya, tetapi tidak pernah sekali pun campur tangan ilahi tidak menyelamatkannya. Uji coba yang telah Daud alami memang bervariasi; tidak berupa satu jenis saja, melainkan berbagai jenis\u2014namun, dalam setiap peristiwa, Dia yang mengirim ujian juga telah dengan murah hati menetapkan suatu jalan keluar. Daud tidak bisa menunjuk dengan jarinya pada suatu rekaman dalam jurnal hariannya sambil berkata, &#8220;Inilah buktinya Tuhan meninggalkan aku,&#8221; karena seluruh masa hidup yang telah dilaluinya justru membuktikan hal yang sebaliknya. Berdasarkan apa <i>sudah<\/i> dilakukan Allah baginya, Daud seharusnya menyatakan bahwa Allah akan tetap menjadi pelindungnya. Tapi bukankah dengan cara yang seperti itu juga kita meragukan pertolongan Allah? Bukankah <i>ketidakpercayaan itu tidak beralasan<\/i>? Pernahkah kita punya seberkas alasan untuk meragukan kebaikan Bapa kita? Bukankah cinta kebaikan-Nya selalu mengagumkan? Apakah Ia pernah <i>sekali pun<\/i> gagal untuk memenuhi keyakinan kita? Ah, tidak! Allah kita tidak meninggalkan kita kapanpun. Kita telah mengalami malam gulita, tetapi bintang kasih telah bersinar terang di tengah kegelapan; kita telah berada dalam konflik yang keras, tetapi di atas kepala kita, Dia telah memegang tinggi-tinggi perisai pertahanan kita. Kita telah melalui banyak cobaan, tetapi tidak pernah demi kerugian kita, selalu demi keuntungan kita; dan kesimpulan dari pengalaman masa lampau kita adalah, bahwa Dia yang telah beserta kita dalam enam kesulitan, tidak akan meninggalkan kita dalam yang ketujuh. Apa yang telah kita kenal dari Allah kita yang setia, membuktikan bahwa Dia akan menjaga kita hingga akhir. Maka, marilah kita, jangan mempunyai alasan yang bertentangan dengan buktinya. Bagaimana kita bisa begitu kejam sampai <i>meragukan<\/i> Allah kita? Tuhan, singkirkan Izebel ketidakpercayaan kami, dan biarkan anjing-anjing memakannya [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?1%20Raja-raja%2021:23\">1 Raja-raja 21:23<\/a>].<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Pikiran hati Daud saat itu adalah pemikiran yang salah, karena dia pasti tidak memiliki dasar untuk berpikir bahwa tindakan Allah mengurapinya melalui Samuel ternyata sekedar tindakan kosong yang tanpa arti. Tidak sekali pun Tuhan meninggalkan hamba-Nya; Daud telah sering sekali ditempatkan pada situasi yang berbahaya, tetapi tidak pernah sekali pun campur tangan ilahi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-26694","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":{"id":12887,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=768%2C510&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg"},"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=1024%2C680&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"136","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26694","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=26694"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26694\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":68231,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26694\/revisions\/68231"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=26694"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=26694"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=26694"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}