{"id":26696,"date":"2025-10-18T18:15:39","date_gmt":"2025-10-18T11:15:39","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/dalam-dunia-kamu-menderita-penganiayaan-yohanes-1633\/"},"modified":"2025-10-18T18:15:41","modified_gmt":"2025-10-18T11:15:41","slug":"dalam-dunia-kamu-menderita-penganiayaan-yohanes-1633","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/dalam-dunia-kamu-menderita-penganiayaan-yohanes-1633\/","title":{"rendered":"Jejak-Mu mengeluarkan lemak. [Mazmur 65:11]"},"content":{"rendered":"<button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Banyak \u201cjejak Tuhan\u201d yang \u201cmengeluarkan lemak,\u201d tetapi satu yang istimewa adalah jejak doa. Tidak ada orang percaya, yang banyak berada dalam kamar doanya, yang akan menangis, \u201cKurus merana aku, kurus merana aku. Celakalah aku!\u201d [Yesaya 24:16] Jiwa-jiwa yang lapar hidup di tempat yang jauh dari tutup pendamaian [Keluaran 25:18], dan menjadi seperti padang kering pada masa kemarau. Seringnya bersama Allah dalam pergelutan doa pastilah membuat orang percaya menjadi lebih kuat\u2014sekaligus gembira. Tempat paling dekat dengan pintu surga adalah takhta karunia surgawi. Dengan banyak sendirian, engkau memiliki banyak jaminan; dengan sedikit sendirian bersama Yesus, agamamu akan menjadi dangkal, tercemar banyak ragu dan takut, dan tidak berkilauan dengan sukacita Tuhan. Karena jejak doa yang memperkaya jiwa terbuka bagi orang kudus yang paling lemah sekalipun; karena tidak perlu prestasi yang tinggi; karena engkau tidak diminta datang karena engkau adalah orang kudus yang telah mahir, melainkan engkau diundang asalkan engkau seorang kudus; maka perhatikanlah, hai pembaca yang terkasih, agar dirimu jalan dalam berbakti secara pribadi. Seringlah berlutut, karena dengan demikianlah Elia menurunkan hujan pada ladang Israel yang kelaparan [1 Raja-raja 18]. RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button>\n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\">Banyak \u201cjejak Tuhan\u201d yang \u201cmengeluarkan lemak,\u201d tetapi satu yang istimewa adalah <i>jejak doa<\/i>. Tidak ada orang percaya, yang banyak berada dalam kamar doanya, yang akan menangis, \u201cKurus merana aku, kurus merana aku. Celakalah aku!\u201d [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Yesaya%2024:16\">Yesaya 24:16<\/a>] Jiwa-jiwa yang lapar hidup di tempat yang jauh dari tutup pendamaian [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Keluaran%2025:18\">Keluaran 25:18<\/a>], dan menjadi seperti padang kering pada masa kemarau. Seringnya bersama Allah dalam pergelutan doa pastilah membuat orang percaya menjadi lebih kuat\u2014sekaligus gembira. Tempat paling dekat dengan pintu surga adalah takhta karunia surgawi. Dengan banyak sendirian, engkau memiliki banyak jaminan; dengan sedikit sendirian bersama Yesus, agamamu akan menjadi dangkal, tercemar banyak ragu dan takut, dan tidak berkilauan dengan sukacita Tuhan. Karena jejak doa yang memperkaya jiwa terbuka bagi orang kudus yang paling lemah sekalipun; karena tidak perlu prestasi yang tinggi; karena engkau tidak diminta datang karena engkau adalah orang kudus yang telah mahir, melainkan engkau diundang asalkan engkau seorang kudus; maka perhatikanlah, hai pembaca yang terkasih, agar dirimu jalan dalam berbakti secara pribadi. Seringlah berlutut, karena dengan demikianlah Elia menurunkan hujan pada ladang Israel yang kelaparan [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?1%20Raja-raja%2018\">1 Raja-raja 18<\/a>].<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Banyak \u201cjejak Tuhan\u201d yang \u201cmengeluarkan lemak,\u201d tetapi satu yang istimewa adalah jejak doa. Tidak ada orang percaya, yang banyak berada dalam kamar doanya, yang akan menangis, \u201cKurus merana aku, kurus merana aku. Celakalah aku!\u201d [Yesaya 24:16] Jiwa-jiwa yang lapar hidup di tempat yang jauh dari tutup pendamaian [Keluaran 25:18], dan menjadi seperti padang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-26696","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":{"id":12887,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=768%2C510&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg"},"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=1024%2C680&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"207","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26696","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=26696"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26696\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":68233,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26696\/revisions\/68233"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=26696"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=26696"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=26696"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}