{"id":26705,"date":"2026-07-06T18:16:25","date_gmt":"2026-07-06T11:16:25","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/aku-akan-menjadi-allah-mereka-dan-mereka-akan-menjadi-umat-ku-2-korintus-616\/"},"modified":"2026-07-06T18:16:27","modified_gmt":"2026-07-06T11:16:27","slug":"aku-akan-menjadi-allah-mereka-dan-mereka-akan-menjadi-umat-ku-2-korintus-616","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/aku-akan-menjadi-allah-mereka-dan-mereka-akan-menjadi-umat-ku-2-korintus-616\/","title":{"rendered":"Tetapi siapa mendengarkan aku, ia akan tinggal dengan aman, terlindung daripada kedahsyatan malapetaka. [Amsal 1:33]"},"content":{"rendered":"<button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Cinta ilahi akan menonjol ketika bersinar di tengah-tengah penghakiman. Indahlah bintang tunggal yang tersenyum melalui celah guntur awan; teranglah oasis yang merekah di belantara pasir; begitu adil dan terangnya cinta di tengah-tengah murka. Ketika bangsa Israel menggusarkan Yang Mahatinggi dengan penyembahan berhala, Tuhan menghukum mereka dengan tidak menurunkan hujan dan embun, sehingga tanah mereka mengalami bencana kelaparan; tetapi sementara Tuhan melakukannya, Tuhan tetap memelihara orang-orang yang dipilih-Nya sehingga mereka tetap aman. Meski semua sungai mengering, tetap ada satu yang disediakan untuk Elia; dan ketika itu gagal, Tuhan tetap menyediakan baginya sumber makanan; bahkan tidak hanya itu, Allah tidak memiliki satu \u201cElia,\u201d tetapi Dia memiliki orang lain menurut pemilihan kasih karunia-Nya, yang disembunyikan lima puluh-lima puluh sekelompok di sebuah gua, dan meskipun seluruh tanah mengalami bencana kelaparan, namun kelompok-kelompok lima puluh ini di dalam gua tetap diberi makan dari meja Ahab oleh karena kesetiaan Obaja, pelayan Tuhan yang takut kepada-Nya. Marilah dari ini kita tarik kesimpulan, bahwa orang pilihan Tuhan aman. Biarlah ledakan menggoncangkan bumi, biarlah angkasa terbelah sendiri menjadi dua, namun di tengah-tengah kerusakan dunia, orang percaya tetap aman seperti pada jam-jam istirahat yang paling tenang. Jika di bawah Surga Tuhan tidak menyelamatkan umat-Nya, Dia akan menyelamatkan mereka di dalam Surga. Jika dunia menjadi terlampau panas untuk menahan mereka, maka Surga akan menjadi tempat penyambutan dan keamanan mereka. Maka tetaplah percaya diri ketika Anda mendengar deru dan rumor perang. Janganlah hasutan menyusahkan Anda, tapi tetaplah tenang dari ketakutan akan kejahatan. Apapun yang datang ke atas bumi, Anda akan aman di bawah sayap TUHAN. Tinggallah di dalam janji-Nya; beristirahat dalam kasih setia-Nya, dan mintalah penolakan akan masa depan yang terkelam, sebab tiada yang bisa menakutimu. Satu-satunya yang menjadi perhatian Anda haruslah menunjukkan kepada dunia kepenuhan berkat dari menyimak seruan hikmat. RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button>\n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\">Cinta ilahi akan menonjol ketika bersinar di tengah-tengah penghakiman. Indahlah bintang tunggal yang tersenyum melalui celah guntur awan; teranglah oasis yang merekah di belantara pasir; begitu adil dan terangnya cinta di tengah-tengah murka. Ketika bangsa Israel menggusarkan Yang Mahatinggi dengan penyembahan berhala, Tuhan menghukum mereka dengan tidak menurunkan hujan dan embun, sehingga tanah mereka mengalami bencana kelaparan; tetapi sementara Tuhan melakukannya, Tuhan tetap memelihara orang-orang yang dipilih-Nya sehingga mereka tetap aman. Meski semua sungai mengering, tetap ada satu yang disediakan untuk Elia; dan ketika itu gagal, Tuhan tetap menyediakan baginya sumber makanan; bahkan tidak hanya itu, Allah tidak memiliki satu \u201cElia,\u201d tetapi Dia memiliki orang lain menurut pemilihan kasih karunia-Nya, yang disembunyikan lima puluh-lima puluh sekelompok di sebuah gua, dan meskipun seluruh tanah mengalami bencana kelaparan, namun kelompok-kelompok lima puluh ini di dalam gua tetap diberi makan dari meja Ahab oleh karena kesetiaan Obaja, pelayan Tuhan yang takut kepada-Nya. Marilah dari ini kita tarik kesimpulan, bahwa orang pilihan Tuhan aman. Biarlah ledakan menggoncangkan bumi, biarlah angkasa terbelah sendiri menjadi dua, namun di tengah-tengah kerusakan dunia, orang percaya tetap aman seperti pada jam-jam istirahat yang paling tenang. Jika di bawah Surga Tuhan tidak menyelamatkan umat-Nya, Dia akan menyelamatkan mereka di dalam Surga. Jika dunia menjadi terlampau panas untuk menahan mereka, maka Surga akan menjadi tempat penyambutan dan keamanan mereka. Maka tetaplah percaya diri ketika Anda mendengar deru dan rumor perang. Janganlah hasutan menyusahkan Anda, tapi tetaplah tenang dari ketakutan akan kejahatan. Apapun yang datang ke atas bumi, Anda akan aman di bawah sayap TUHAN. Tinggallah di dalam janji-Nya; beristirahat dalam kasih setia-Nya, dan mintalah penolakan akan masa depan yang terkelam, sebab tiada yang bisa menakutimu. Satu-satunya yang menjadi perhatian Anda haruslah menunjukkan kepada dunia kepenuhan berkat dari menyimak seruan hikmat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Cinta ilahi akan menonjol ketika bersinar di tengah-tengah penghakiman. Indahlah bintang tunggal yang tersenyum melalui celah guntur awan; teranglah oasis yang merekah di belantara pasir; begitu adil dan terangnya cinta di tengah-tengah murka. Ketika bangsa Israel menggusarkan Yang Mahatinggi dengan penyembahan berhala, Tuhan menghukum mereka dengan tidak menurunkan hujan dan embun, sehingga tanah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-26705","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":{"id":12887,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=768%2C510&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg"},"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=1024%2C680&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"15","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26705","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=26705"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26705\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":69144,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26705\/revisions\/69144"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=26705"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=26705"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=26705"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}