{"id":26720,"date":"2026-07-08T18:16:24","date_gmt":"2026-07-08T11:16:24","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/tetapi-orang-yang-baru-sembuh-itu-tidak-tahu-siapa-orang-itu-yohanes-513\/"},"modified":"2026-07-08T18:16:25","modified_gmt":"2026-07-08T11:16:25","slug":"tetapi-orang-yang-baru-sembuh-itu-tidak-tahu-siapa-orang-itu-yohanes-513","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/tetapi-orang-yang-baru-sembuh-itu-tidak-tahu-siapa-orang-itu-yohanes-513\/","title":{"rendered":"Ceritakanlah kiranya kepadaku, karena apakah kekuatanmu demikian besar. [Hakim-hakim 16:6]"},"content":{"rendered":"<button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Terletak di manakah rahasia kekuatan iman? Terletak di dalam makanan yang memberi kekuatan, karena iman mempelajari tentang apa itu janji \u2013 sebuah pancaran dari anugerah ilahi, sebuah luapan dari kebesaran hati Tuhan; dan iman berkata, \u201cTuhanku tidak dapat memberikan janji ini, kecuali karena cinta dan anugerah-Nya; oleh karena itu sangatlah meyakinkan bahwa Firman-Nya akan digenapi\u201d. Kemudian iman berpikir, \u201cSiapakah yang memberi janji ini?\u201d Pertimbangan ini tidak sebesar, \u201cSiapakah pengarang janji ini?\u201d Iman mengingat Allah yang tidak dapat berbohong \u2013 Allah yang Mahakuasa, Allah yang abadi; dan oleh karena itu disimpulkan bahwa janji haruslah digenapi; dan ke depannya, janji ini membawa pada keyakinan yang teguh. Iman mengingat mengapa janji diberikan, \u2014 yaitu, untuk kemuliaan Allah, dan iman merasa sangat yakin bahwa kemuliaan Allah itu tepat, dan Allah tidak akan pernah menodai nama baik-Nya sendiri, maupun merusak kilau mahkota-Nya sendiri; dan oleh karena itu, janji haruslah pasti dan akan terjadi. Iman juga mempertimbangkan karya Kristus yang ajaib sebagai bukti yang jelas dari maksud Allah Bapa untuk menggenapkan Firman-Nya. \u201cIa, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?\u201d [Roma 8:32] Apalagi iman melihat kembali masa lalu, sebab pertempurannya telah memperkuat dirinya, dan kemenangannya telah memberikan keberanian kepadanya. Iman mengingat bahwa Allah tidak pernah gagal, bahkan, bahwa dia tidak pernah sekalipun mengecewakan anak-anak-Nya. Dia mengingat kembali masa-masa di mana bahaya besar terjadi, ketika pembebasan datang; waktu-waktu yang penuh dengan kebutuhan, ketika pada harinya kekuatan iman ditemukan, iman berteriak, \u201cTidak, aku tidak akan diarahkan untuk berpikir bahwa Allah dapat berubah dan meninggalkan hamba-Nya. Sampai di sini TUHAN menolongku [1 Sam 7:12], dan Dia akan tetap menolongku\u201d. Jadi iman melihat setiap janji dalam hubungannya dengan Pemberi janji, dan, karena iman melakukan hal itu, kita bisa mengatakan dengan keyakinan, \u201cSesungguhnya kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku!\u201d [Mazmur 23:6] RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button>\n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\">Terletak di manakah rahasia kekuatan iman? Terletak di dalam makanan yang memberi kekuatan, karena iman mempelajari tentang apa itu janji \u2013 sebuah pancaran dari anugerah ilahi, sebuah luapan dari kebesaran hati Tuhan; dan iman berkata, \u201cTuhanku tidak dapat memberikan janji ini, kecuali karena cinta dan anugerah-Nya; oleh karena itu sangatlah meyakinkan bahwa Firman-Nya akan digenapi\u201d. Kemudian iman berpikir, \u201c<i>Siapakah yang memberi<\/i> janji ini?\u201d Pertimbangan ini tidak sebesar, \u201cSiapakah pengarang janji ini?\u201d Iman mengingat Allah yang tidak dapat berbohong \u2013 Allah yang Mahakuasa, Allah yang abadi; dan oleh karena itu disimpulkan bahwa janji haruslah digenapi; dan ke depannya, janji ini membawa pada keyakinan yang teguh. Iman mengingat <i>mengapa janji diberikan<\/i>, \u2014 yaitu, untuk kemuliaan Allah, dan iman merasa sangat yakin bahwa kemuliaan Allah itu tepat, dan Allah tidak akan pernah menodai nama baik-Nya sendiri, maupun merusak kilau mahkota-Nya sendiri; dan oleh karena itu, janji haruslah pasti dan akan terjadi. Iman juga mempertimbangkan <i>karya Kristus yang ajaib<\/i> sebagai bukti yang jelas dari maksud Allah Bapa untuk menggenapkan Firman-Nya. \u201cIa, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?\u201d [<a href=\"https:\/\/alkitab.sabda.org\/?Roma%208:32\">Roma 8:32<\/a>] Apalagi iman melihat kembali <i>masa lalu<\/i>, sebab pertempurannya telah memperkuat dirinya, dan kemenangannya telah memberikan keberanian kepadanya. Iman mengingat bahwa Allah tidak pernah gagal, bahkan, bahwa dia tidak pernah sekalipun mengecewakan anak-anak-Nya. Dia mengingat kembali masa-masa di mana bahaya besar terjadi, ketika pembebasan datang; waktu-waktu yang penuh dengan kebutuhan, ketika pada harinya kekuatan iman ditemukan, iman berteriak, \u201cTidak, aku tidak akan diarahkan untuk berpikir bahwa Allah dapat berubah dan meninggalkan hamba-Nya. Sampai di sini TUHAN menolongku [<a href=\"https:\/\/alkitab.sabda.org\/?1%20Sam%207:12\">1 Sam 7:12<\/a>], dan Dia akan tetap menolongku\u201d. Jadi iman melihat setiap janji dalam hubungannya dengan Pemberi janji, dan, karena iman melakukan hal itu, kita bisa mengatakan dengan keyakinan, \u201cSesungguhnya kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku!\u201d [<a href=\"https:\/\/alkitab.sabda.org\/?Mazmur%2023:6\">Mazmur 23:6<\/a>]<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Terletak di manakah rahasia kekuatan iman? Terletak di dalam makanan yang memberi kekuatan, karena iman mempelajari tentang apa itu janji \u2013 sebuah pancaran dari anugerah ilahi, sebuah luapan dari kebesaran hati Tuhan; dan iman berkata, \u201cTuhanku tidak dapat memberikan janji ini, kecuali karena cinta dan anugerah-Nya; oleh karena itu sangatlah meyakinkan bahwa Firman-Nya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-26720","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":{"id":12887,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=768%2C510&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg"},"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=1024%2C680&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"16","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26720","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=26720"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26720\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":69148,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26720\/revisions\/69148"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=26720"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=26720"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=26720"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}