{"id":26731,"date":"2026-07-09T18:15:28","date_gmt":"2026-07-09T11:15:28","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/yang-dalam-kristus-telah-mengaruniakan-kepada-kita-segala-berkat-rohani-di-dalam-sorga-efesus-13\/"},"modified":"2026-07-09T18:15:29","modified_gmt":"2026-07-09T11:15:29","slug":"yang-dalam-kristus-telah-mengaruniakan-kepada-kita-segala-berkat-rohani-di-dalam-sorga-efesus-13","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/yang-dalam-kristus-telah-mengaruniakan-kepada-kita-segala-berkat-rohani-di-dalam-sorga-efesus-13\/","title":{"rendered":"Janganlah lupakan segala kebaikan-Nya! [Mazmur 103:2]"},"content":{"rendered":"<button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Merupakan pekerjaan yang menguntungkan sekaligus menyenangkan, jika kita mengamati tangan Allah di dalam kehidupan orang-orang kudus zaman dahulu, dan boleh mengamati kebaikan-Nya dalam membebaskan mereka, kemurahan hati-Nya dalam mengampuni mereka, dan kesetiaan-Nya dalam memelihara perjanjian-Nya dengan mereka. Tetapi tidakkah itu menjadi lebih menarik dan menguntungkan bagi kita untuk mengamati tangan Allah di dalam kehidupan kita sendiri? Tidakkah seharusnya kita setidaknya memandang riwayat kita sendiri penuh akan Allah, penuh dalam kebaikan dan kebenaran-Nya, banyak bukti nyata akan kesetiaan dan kejujuran-Nya, seperti hidup orang-orang kudus yang sudah terjadi sebelumnya? Kita memperlakukan Tuhan dengan tidak adil ketika kita mengira bahwa Dia menempa seluruh perbuatan dahsyat-Nya, dan menunjukkan diri-Nya yang kuat kepada mereka di zaman awal, tetapi tidak melakukan keajaiban atau meletakkan tangan-Nya sekarang kepada orang-orang kudus di atas bumi. Mari kita meninjau kehidupan kita sendiri. Tentunya di dalam hal ini, kita dapat menemukan beberapa peristiwa bahagia, menyegarkan diri kita dan memuliakan Allah kita. Bukankah Anda telah mengalami pemulihan? Bukankah Anda telah melewati laut yang terbelah, yang didukung oleh kehadiran ilahi? Bukankah Anda telah melewati api tetapi tidak terbakar? Bukankah Anda telah memiliki manifestasi? Bukankah Anda mendapatkan perkenanan? Allah yang memberi Salomo keinginan hatinya, apakah Dia tidak pernah mendengar dan menjawab permohonan-permohonanmu? Allah yang berlimpah kasih karunia, Allah yang dipuji Daud, \u201cYang memuaskan hasratmu dengan kebaikan,\u201d [Mazmur 103:5] apakah Dia tidak pernah mengenyangkan Anda dengan lemaknya? Apakah Anda tidak pernah dibaringkan di dalam padang rumput hijau? Apakah Anda tidak pernah dibimbing ke air yang tenang? [Mazmur 23:2] Tentunya kebaikan Allah sama bagi kita seperti kepada orang-orang kudus terdahulu. Maka marilah kita merangkai kemurahan-Nya menjadi sebuah mazmur. Mari kita mengambil emas murni puji syukur, dan perhiasan puji-pujian dan membuatnya menjadi satu lagi mahkota untuk kepala Yesus. Biarlah jiwa kita memancarkan musik semanis dan seriang suara yang datang dari kecapi Daud, ketika kita memuji Tuhan yang kasih setia-Nya untuk selama-lamanya [Mazmur 136:1]. RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button>\n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\">Merupakan pekerjaan yang menguntungkan sekaligus menyenangkan, jika kita mengamati tangan Allah di dalam kehidupan orang-orang kudus zaman dahulu, dan boleh mengamati kebaikan-Nya dalam membebaskan mereka, kemurahan hati-Nya dalam mengampuni mereka, dan kesetiaan-Nya dalam memelihara perjanjian-Nya dengan mereka. Tetapi tidakkah itu menjadi lebih menarik dan menguntungkan bagi kita untuk mengamati tangan Allah di dalam kehidupan kita sendiri? Tidakkah seharusnya kita setidaknya memandang riwayat kita sendiri penuh akan Allah, penuh dalam kebaikan dan kebenaran-Nya, banyak bukti nyata akan kesetiaan dan kejujuran-Nya, seperti hidup orang-orang kudus yang sudah terjadi sebelumnya? Kita memperlakukan Tuhan dengan tidak adil ketika kita mengira bahwa Dia menempa seluruh perbuatan dahsyat-Nya, dan menunjukkan diri-Nya yang kuat kepada mereka di zaman awal, tetapi tidak melakukan keajaiban atau meletakkan tangan-Nya sekarang kepada orang-orang kudus di atas bumi. Mari kita meninjau kehidupan kita sendiri. Tentunya di dalam hal ini, kita dapat menemukan beberapa peristiwa bahagia, menyegarkan diri kita dan memuliakan Allah kita. Bukankah Anda telah mengalami pemulihan? Bukankah Anda telah melewati laut yang terbelah, yang didukung oleh kehadiran ilahi? Bukankah Anda telah melewati api tetapi tidak terbakar? Bukankah Anda telah memiliki manifestasi? Bukankah Anda mendapatkan perkenanan? Allah yang memberi Salomo keinginan hatinya, apakah Dia tidak pernah mendengar dan menjawab permohonan-permohonanmu? Allah yang berlimpah kasih karunia, Allah yang dipuji Daud, \u201cYang memuaskan hasratmu dengan kebaikan,\u201d [<a href=\"https:\/\/alkitab.sabda.org\/?Mazmur%20103:5\">Mazmur 103:5<\/a>] apakah Dia tidak pernah mengenyangkan Anda dengan lemaknya? Apakah Anda tidak pernah dibaringkan di dalam padang rumput hijau? Apakah Anda tidak pernah dibimbing ke air yang tenang? [<a href=\"https:\/\/alkitab.sabda.org\/?Mazmur%2023:2\">Mazmur 23:2<\/a>] Tentunya kebaikan Allah sama bagi kita seperti kepada orang-orang kudus terdahulu. Maka marilah kita merangkai kemurahan-Nya menjadi sebuah mazmur. Mari kita mengambil emas murni puji syukur, dan perhiasan puji-pujian dan membuatnya menjadi satu lagi mahkota untuk kepala Yesus. Biarlah jiwa kita memancarkan musik semanis dan seriang suara yang datang dari kecapi Daud, ketika kita memuji Tuhan yang kasih setia-Nya untuk selama-lamanya [<a href=\"https:\/\/alkitab.sabda.org\/?Mazmur%20136:1\">Mazmur 136:1<\/a>].<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Merupakan pekerjaan yang menguntungkan sekaligus menyenangkan, jika kita mengamati tangan Allah di dalam kehidupan orang-orang kudus zaman dahulu, dan boleh mengamati kebaikan-Nya dalam membebaskan mereka, kemurahan hati-Nya dalam mengampuni mereka, dan kesetiaan-Nya dalam memelihara perjanjian-Nya dengan mereka. Tetapi tidakkah itu menjadi lebih menarik dan menguntungkan bagi kita untuk mengamati tangan Allah di dalam [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-26731","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":{"id":12887,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=768%2C510&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg"},"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=1024%2C680&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"103","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26731","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=26731"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26731\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":69160,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26731\/revisions\/69160"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=26731"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=26731"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=26731"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}