{"id":26733,"date":"2026-07-10T18:15:29","date_gmt":"2026-07-10T11:15:29","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/tetapi-yang-benar-ialah-bahwa-kristus-telah-dibangkitkan-dari-antara-orang-mati-1-korintus-1520\/"},"modified":"2026-07-10T18:15:31","modified_gmt":"2026-07-10T11:15:31","slug":"tetapi-yang-benar-ialah-bahwa-kristus-telah-dibangkitkan-dari-antara-orang-mati-1-korintus-1520","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/tetapi-yang-benar-ialah-bahwa-kristus-telah-dibangkitkan-dari-antara-orang-mati-1-korintus-1520\/","title":{"rendered":"Kawan sewarga dari orang-orang kudus. [Efesus 2:19]"},"content":{"rendered":"<button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Apa artinya bila kita menjadi warga kerajaan surga? Ini berarti kita berada di bawah pemerintahan Tuhan. Kristus, raja surga yang memerintah dalam hati kita; doa sehari-hari kita adalah, \u201cJadilah kehendak-Mu di bumi seperti di surga.\u201d [Mat 6:10] Proklamasi yang dikeluarkan dari takhta kemuliaan Allah, telah diterima dengan bebas untuk kita. Dekrit dari Raja Mahakuasa dengan riang kita taati. Kemudian sebagai warga Yerusalem Baru, kita berbagi kehormatan surgawi. Kemuliaan yang dimiliki orang-orang kudus pertama, dimiliki oleh kita, karena kita sudah menjadi anak-anak Allah, menjadi pangeran dengan darah kerajaan; memakai jubah yang tak bernoda yaitu kebenaran Yesus; memiliki malaikat-malaikat sebagai pelayan kita, orang-orang kudus untuk menjadi sahabat kita, Kristus sebagai Saudara kita, Allah sebagai Bapa kita, dan mahkota keabadian sebagai hadiah kita. Kita membagikan kehormatan kewarganegaraan, karena kita telah datang ke sidang umum dan Gereja Sulung yang namanya tertulis di Surga. Sebagai warga negara, kita telah memiliki hak-hak umum atas seluruh milik kita di surga. Gerbang mutiara dan dinding ratna cempaka adalah milik kita; cahaya biru langit dari kota yang tidak membutuhkan lilin atau cahaya matahari adalah milik kita; sungai air kehidupan, dan dua belas macam buah-buahan yang bertumbuh di atas pohon-pohon yang tertanam di tepi sungai pun milik kita; tidak ada hal di surga yang bukan milik kita. \u201cBaik yang ada sekarang, maupun yang akan datang,\u201d [Roma 8:38] semua milik kita. Juga sebagai warga surga, kita menikmati kelezatannya. Apakah mereka di sana bersukacita atas orang-orang berdosa yang bertobat\u2014anak yang hilang yang telah kembali? Demikian pula kita. Apakah mereka menyanyikan kemuliaan anugerah kemenangan? Kita juga melakukan hal yang sama. Apakah mereka melemparkan mahkota mereka ke kaki Yesus? Penghargaan seperti itu pula yang kita lemparkan. Apakah mereka terpesona dengan senyum-Nya? Hal ini tidak kurang manis bagi kita yang tinggal di bumi. Apakah mereka berharap, menunggu kedatangan Tuhan yang kedua? Kita pun mencari dan merindukan kedatangan-Nya. Maka, jika kita memang warga negara surga, biarlah langkah dan tindakan kita konsisten dengan martabat kita yang tinggi. RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button>\n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\">Apa artinya bila kita menjadi warga kerajaan surga? Ini berarti kita berada di bawah pemerintahan Tuhan. Kristus, raja surga yang memerintah dalam hati kita; doa sehari-hari kita adalah, \u201cJadilah kehendak-Mu di bumi seperti di surga.\u201d [<a href=\"https:\/\/alkitab.sabda.org\/?Mat%206:10\">Mat 6:10<\/a>] Proklamasi yang dikeluarkan dari takhta kemuliaan Allah, telah diterima dengan bebas untuk kita. Dekrit dari Raja Mahakuasa dengan riang kita taati. Kemudian sebagai warga Yerusalem Baru, kita berbagi kehormatan surgawi. Kemuliaan yang dimiliki orang-orang kudus pertama, dimiliki oleh kita, karena kita sudah menjadi anak-anak Allah, menjadi pangeran dengan darah kerajaan; memakai jubah yang tak bernoda yaitu kebenaran Yesus; memiliki malaikat-malaikat sebagai pelayan kita, orang-orang kudus untuk menjadi sahabat kita, Kristus sebagai Saudara kita, Allah sebagai Bapa kita, dan mahkota keabadian sebagai hadiah kita. Kita membagikan kehormatan kewarganegaraan, karena kita telah datang ke sidang umum dan Gereja Sulung yang namanya tertulis di Surga. Sebagai warga negara, kita telah memiliki hak-hak umum atas seluruh milik kita di surga. Gerbang mutiara dan dinding ratna cempaka adalah milik kita; cahaya biru langit dari kota yang tidak membutuhkan lilin atau cahaya matahari adalah milik kita; sungai air kehidupan, dan dua belas macam buah-buahan yang bertumbuh di atas pohon-pohon yang tertanam di tepi sungai pun milik kita; tidak ada hal di surga yang bukan milik kita. \u201cBaik yang ada sekarang, maupun yang akan datang,\u201d [<a href=\"https:\/\/alkitab.sabda.org\/?Roma%208:38\">Roma 8:38<\/a>] semua milik kita. Juga sebagai warga surga, kita menikmati kelezatannya. Apakah mereka di sana bersukacita atas orang-orang berdosa yang bertobat\u2014anak yang hilang yang telah kembali? Demikian pula kita. Apakah mereka menyanyikan kemuliaan anugerah kemenangan? Kita juga melakukan hal yang sama. Apakah mereka melemparkan mahkota mereka ke kaki Yesus? Penghargaan seperti itu pula yang kita lemparkan. Apakah mereka terpesona dengan senyum-Nya? Hal ini tidak kurang manis bagi kita yang tinggal di bumi. Apakah mereka berharap, menunggu kedatangan Tuhan yang kedua? Kita pun mencari dan merindukan kedatangan-Nya. Maka, jika kita memang warga negara surga, biarlah langkah dan tindakan kita konsisten dengan martabat kita yang tinggi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Apa artinya bila kita menjadi warga kerajaan surga? Ini berarti kita berada di bawah pemerintahan Tuhan. Kristus, raja surga yang memerintah dalam hati kita; doa sehari-hari kita adalah, \u201cJadilah kehendak-Mu di bumi seperti di surga.\u201d [Mat 6:10] Proklamasi yang dikeluarkan dari takhta kemuliaan Allah, telah diterima dengan bebas untuk kita. Dekrit dari Raja [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-26733","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":{"id":12887,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=768%2C510&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg"},"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=1024%2C680&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"6","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26733","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=26733"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26733\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":69162,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26733\/revisions\/69162"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=26733"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=26733"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=26733"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}