{"id":26737,"date":"2026-07-11T18:15:37","date_gmt":"2026-07-11T11:15:37","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/aku-menyertai-kamu-senantiasa-matius-2820\/"},"modified":"2026-07-11T18:15:38","modified_gmt":"2026-07-11T11:15:38","slug":"aku-menyertai-kamu-senantiasa-matius-2820","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/aku-menyertai-kamu-senantiasa-matius-2820\/","title":{"rendered":"Melengkapi, meneguhkan, menguatkan dan mengokohkan kamu, sesudah kamu menderita seketika lamanya. [1 Petrus 5:10]"},"content":{"rendered":"<button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Anda telah melihat busur langit yang menyelimuti dataran: warna-warninya mulia dan corak warnanya langka. Ini sungguh indah, tapi sayangnya, pelangi itu berlalu dan tidak ada lagi. Warna yang terang mempersilakan kedatangan awan putih nan lembut, dan langit tidak lagi cemerlang dengan semburat surgawi. Pelangi tidak tinggal tetap. Bagaimana mungkin? Sebuah kemuliaan yang terdiri dari sinar matahari yang fana dan tetesan air hujan, dapatkah tinggal tetap? Anugerah dari kepribadian Kristen tidak boleh menyerupai pelangi dalam keindahannya yang sementara, tetapi sebaliknya, harus tetap, teratur, dan kekal. Hai orang-orang percaya, carilah setiap hal baik yang mungkin menjadi hal yang kekal. Biarlah kepribadianmu tidak seperti tulisan di atas pasir, melainkan seperti tulisan di atas prasasti batu! Semoga imanmu, tidak menjadi \u201cvisi dari kain yang tak berdasar,\u201d melainkan dibangun dari bahan yang mampu bertahan dari api yang menghanguskan kayu, rumput kering, dan jerami dari orang munafik. Biarlah keyakinanmu tetap berakar dan berdasarkan kasih. Biarlah keyakinanmu semakin dalam, kasihmu nyata, keinginanmu sungguh-sungguh. Biarlah seluruh hidupmu menjadi pasti dan mapan. Semua ledakan dari neraka dan semua badai bumi tidak akan pernah bisa menghapusmu. Namun perhatikan bagaimana berkat dari &quot;bertambah teguh dalam iman&quot; [Kol 2:7] diperoleh. Perkataan rasul menyatakan penderitaan sebagai sarana yang digunakan \u201csesudah kamu menderita seketika lamanya\u201d [1 Pet 5:10]. Tidak ada gunanya berharap bahwa kita akan berakar dengan baik jika tidak ada angin kuat yang menerpa kita. Bonggol tua di akar pohon tarbantin, dan puntiran aneh di cabang-cabang, semuanya memberitahu bahwa ada banyak badai yang menyapu, dan mereka adalah pertanda tentang seberapa dalam akar mengakar. Jadi, orang Kristen diciptakan menjadi kuat, dan berakar teguh dalam menghadapi semua pencobaan serta badai-badai kehidupan. Jangan ciut menghadapi angin pencobaan yang bergelora, melainkan bersikaplah tenang dan percaya bahwa melalui kedisiplinan yang keras, Allah memenuhi janji berkat ini bagimu. RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button>\n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\">Anda telah melihat busur langit yang menyelimuti dataran: warna-warninya mulia dan corak warnanya langka. Ini sungguh indah, tapi sayangnya, pelangi itu berlalu dan tidak ada lagi. Warna yang terang mempersilakan kedatangan awan putih nan lembut, dan langit tidak lagi cemerlang dengan semburat surgawi. Pelangi tidak tinggal tetap. Bagaimana mungkin? Sebuah kemuliaan yang terdiri dari sinar matahari yang fana dan tetesan air hujan, dapatkah tinggal tetap? Anugerah dari kepribadian Kristen tidak boleh menyerupai pelangi dalam keindahannya yang sementara, tetapi sebaliknya, harus tetap, teratur, dan kekal. Hai orang-orang percaya, carilah setiap hal baik yang mungkin menjadi hal yang kekal. Biarlah kepribadianmu tidak seperti tulisan di atas pasir, melainkan seperti tulisan di atas prasasti batu! Semoga imanmu, tidak menjadi \u201cvisi dari kain yang tak berdasar,\u201d melainkan dibangun dari bahan yang mampu bertahan dari api yang menghanguskan kayu, rumput kering, dan jerami dari orang munafik. Biarlah keyakinanmu tetap berakar dan berdasarkan kasih. Biarlah keyakinanmu semakin dalam, kasihmu nyata, keinginanmu sungguh-sungguh. Biarlah seluruh hidupmu menjadi pasti dan mapan. Semua ledakan dari neraka dan semua badai bumi tidak akan pernah bisa menghapusmu. Namun perhatikan bagaimana berkat dari &#8220;bertambah teguh dalam iman&#8221; [<a href=\"https:\/\/alkitab.sabda.org\/?Kol%202:7\">Kol 2:7<\/a>] diperoleh. Perkataan rasul menyatakan penderitaan sebagai sarana yang digunakan \u201csesudah kamu menderita seketika lamanya\u201d [<a href=\"https:\/\/alkitab.sabda.org\/?1%20Pet%205:10\">1 Pet 5:10<\/a>]. Tidak ada gunanya berharap bahwa kita akan berakar dengan baik jika tidak ada angin kuat yang menerpa kita. Bonggol tua di akar pohon tarbantin, dan puntiran aneh di cabang-cabang, semuanya memberitahu bahwa ada banyak badai yang menyapu, dan mereka adalah pertanda tentang seberapa dalam akar mengakar. Jadi, orang Kristen diciptakan menjadi kuat, dan berakar teguh dalam menghadapi semua pencobaan serta badai-badai kehidupan. Jangan ciut menghadapi angin pencobaan yang bergelora, melainkan bersikaplah tenang dan percaya bahwa melalui kedisiplinan yang keras, Allah memenuhi janji berkat ini bagimu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Anda telah melihat busur langit yang menyelimuti dataran: warna-warninya mulia dan corak warnanya langka. Ini sungguh indah, tapi sayangnya, pelangi itu berlalu dan tidak ada lagi. Warna yang terang mempersilakan kedatangan awan putih nan lembut, dan langit tidak lagi cemerlang dengan semburat surgawi. Pelangi tidak tinggal tetap. Bagaimana mungkin? Sebuah kemuliaan yang terdiri [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-26737","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":{"id":12887,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=768%2C510&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg"},"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=1024%2C680&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"14","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26737","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=26737"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26737\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":69165,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26737\/revisions\/69165"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=26737"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=26737"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=26737"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}