{"id":26739,"date":"2026-07-12T18:15:37","date_gmt":"2026-07-12T11:15:37","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/dan-akan-menyatakan-diri-ku-kepadanya-yohanes-1421\/"},"modified":"2026-07-12T18:15:38","modified_gmt":"2026-07-12T11:15:38","slug":"dan-akan-menyatakan-diri-ku-kepadanya-yohanes-1421","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/dan-akan-menyatakan-diri-ku-kepadanya-yohanes-1421\/","title":{"rendered":"Dikasihi [dikuduskan] dalam Allah Bapa [Yudas 1:1]"},"content":{"rendered":"<button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Cermati kesatuan dari Tiga Pribadi Ilahi di dalam seluruh tindakan mulia mereka. Betapa tidak bijaksananya perkataan orang percaya yang membuat pilihan di dalam Pribadi Tritunggal; yang menganggap Yesus seolah-olah Dia adalah perwujudan dari semua hal yang indah dan anggun, sementara Allah Bapa dianggap sangat adil, tetapi miskin akan kebaikan. Sama salahnya bagi mereka yang membesar-besarkan keputusan Allah Bapa, dan penebusan Allah Putra sehingga dapat merendahkan karya Roh. Dalam kasih karunia, tidak ada Pribadi dari Tritunggal yang bertindak terpisah dari yang lain. Mereka satu di dalam tindakan dan esensi mereka. Dalam hal kasih kepada orang yang dipilih, mereka adalah satu, dan di dalam tindakan-tindakan yang mengalir dari Sumber pokok yang besar itu, mereka masih tidak terbagi-bagi. Khususnya perhatikan ini dalam hal pengudusan. Sementara kita mungkin tanpa kesalahan, dapat berbicara tentang pengudusan sebagai karya Roh, namun kita harus mengambil pelajaran bahwa kita tidak melihatnya seolah-olah Allah Bapa dan Putra tidak terlibat di dalamnya. Adalah benar ketika berbicara pengudusan sebagai karya Allah Bapa, Putra, dan Roh. TUHAN masih berkata, \u201cBaiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita\u201d [Kej 1:26], dan dengan demikian kita adalah \u201cBuatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya\u201d [Ef 2:10]. Lihatlah nilai yang Allah tetapkan pada kesucian yang nyata, karena Tiga Pribadi di dalam Tritunggal digambarkan sebagai rekan sekerja untuk menghasilkan gereja tanpa \u201ccacat atau kerut atau yang serupa itu\u201d [Ef 5:27]. Dan Anda, sebagai pengikut Kristus, harus juga menetapkan nilai yang tinggi terhadap kekudusan\u2014pada kemurnian hidup dan percakapan yang saleh. Hargai darah Kristus sebagai fondasi dari harapanmu, tapi jangan pernah meremehkan karya Roh yang merupakan meteraimu untuk memperoleh warisan orang-orang kudus dalam terang. Jadi, hari ini mari kita hidup untuk mewujudkan karya Allah Tritunggal di dalam diri kita. RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button>\n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\">Cermati kesatuan dari Tiga Pribadi Ilahi di dalam seluruh tindakan mulia mereka. Betapa tidak bijaksananya perkataan orang percaya yang membuat pilihan di dalam Pribadi Tritunggal; yang menganggap Yesus seolah-olah Dia adalah perwujudan dari semua hal yang indah dan anggun, sementara Allah Bapa dianggap sangat adil, tetapi miskin akan kebaikan. Sama salahnya bagi mereka yang membesar-besarkan keputusan Allah Bapa, dan penebusan Allah Putra sehingga dapat merendahkan karya Roh. Dalam kasih karunia, tidak ada Pribadi dari Tritunggal yang bertindak terpisah dari yang lain. Mereka satu di dalam tindakan dan esensi mereka. Dalam hal kasih kepada orang yang dipilih, mereka adalah satu, dan di dalam tindakan-tindakan yang mengalir dari Sumber pokok yang besar itu, mereka masih tidak terbagi-bagi. Khususnya perhatikan ini dalam hal pengudusan. Sementara kita mungkin tanpa kesalahan, dapat berbicara tentang pengudusan sebagai karya Roh, namun kita harus mengambil pelajaran bahwa kita tidak melihatnya seolah-olah Allah Bapa dan Putra tidak terlibat di dalamnya. Adalah benar ketika berbicara pengudusan sebagai karya Allah Bapa, Putra, dan Roh. TUHAN masih berkata, \u201cBaiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita\u201d [<a href=\"https:\/\/alkitab.sabda.org\/?Kej%201:26\">Kej 1:26<\/a>], dan dengan demikian kita adalah \u201cBuatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya\u201d [<a href=\"https:\/\/alkitab.sabda.org\/?Ef%202:10\">Ef 2:10<\/a>]. Lihatlah nilai yang Allah tetapkan pada kesucian yang nyata, karena Tiga Pribadi di dalam Tritunggal digambarkan sebagai rekan sekerja untuk menghasilkan gereja tanpa \u201ccacat atau kerut atau yang serupa itu\u201d [<a href=\"https:\/\/alkitab.sabda.org\/?Ef%205:27\">Ef 5:27<\/a>]. Dan Anda, sebagai pengikut Kristus, harus juga menetapkan nilai yang tinggi terhadap kekudusan\u2014pada kemurnian hidup dan percakapan yang saleh. Hargai darah Kristus sebagai fondasi dari harapanmu, tapi jangan pernah meremehkan karya Roh yang merupakan meteraimu untuk memperoleh warisan orang-orang kudus dalam terang. Jadi, hari ini mari kita hidup untuk mewujudkan karya Allah Tritunggal di dalam diri kita.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Cermati kesatuan dari Tiga Pribadi Ilahi di dalam seluruh tindakan mulia mereka. Betapa tidak bijaksananya perkataan orang percaya yang membuat pilihan di dalam Pribadi Tritunggal; yang menganggap Yesus seolah-olah Dia adalah perwujudan dari semua hal yang indah dan anggun, sementara Allah Bapa dianggap sangat adil, tetapi miskin akan kebaikan. Sama salahnya bagi mereka [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-26739","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":{"id":12887,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=768%2C510&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg"},"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=1024%2C680&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":1,"views":"12","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26739","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=26739"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26739\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":69167,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26739\/revisions\/69167"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=26739"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=26739"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=26739"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}