{"id":26762,"date":"2026-07-14T18:16:07","date_gmt":"2026-07-14T11:16:07","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/yang-akan-menerima-janji-janji-allah-bersama-sama-dengan-kristus-roma-817\/"},"modified":"2026-07-14T18:16:09","modified_gmt":"2026-07-14T11:16:09","slug":"yang-akan-menerima-janji-janji-allah-bersama-sama-dengan-kristus-roma-817","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/yang-akan-menerima-janji-janji-allah-bersama-sama-dengan-kristus-roma-817\/","title":{"rendered":"Apabila engkau mengerjakannya dengan beliung, maka engkau melanggar kekudusannya. [Keluaran 20:25]"},"content":{"rendered":"<button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Mezbah Allah dibangun dari batu-batu yang tidak dipahat, sehingga tidak ada jejak dari keahlian atau usaha manusia yang dapat dilihat darinya. Hikmat manusia senang memotong dan mengatur doktrin-doktrin salib, menjadi sebuah sistem yang dibuat-buat dan lebih cocok dengan selera natur yang berdosa; alih-alih mengembangkan Injil, hikmat duniawi justru mencemari Injil, bahkan sampai berubah menjadi injil yang lain, dan tidak ada kebenaran Allah di dalamnya. Seluruh perubahan dan amandemen terhadap Firman Allah sendiri adalah sebuah pencemaran dan penodaan. Kebanggaan hati manusia sangat gelisah untuk memiliki andil dalam pembenaran jiwa di hadapan Allah; persiapan-persiapan untuk Kristus diimpikan, kerendahan hati dan pertobatan diandalkan, pekerjaan baik dikumandangkan, bakat alami banyak dijunjung, dan dengan seluruh cara, upaya ini dilakukan untuk mengangkat semua usaha manusia di hadapan mezbah ilahi. Ini merupakan hal baik jika orang-orang berdosa dapat mengingat sejauh mana usaha menyempurnakan karya Juruselamat, keyakinan duniawi mereka hanya mencemari dan mempermalukan karya Juruselamat. Hanya Allah yang harus ditinggikan dalam karya penebusan, dan tidak ada satu pun tanda ukiran manusia ataupun tempaan dapat bertahan. Ada penghujatan yang melekat dalam usaha menambah apa yang Kristus Yesus nyatakan sudah genap saat Dia sekarat, atau untuk mengembangkan apa yang dalamnya TUHAN ALLAH telah menemukan kepuasan yang sempurna. Hai pendosa yang gemetar, jauhilah segala beliungmu, dan jatuhlah pada lututmu dalam permohonan yang rendah hati; dan terimalah Tuhan Yesus sebagai mezbah penebusanmu, dan diam di hadirat-Nya. Banyak profesor dapat menyimak peringatan dari bacaan pagi ini terhadap doktrin-doktrin yang mereka percayai. Ada di antara orang-orang Kristen yang cenderung terlalu banyak mencocok-cocokkan dan merangkum kebenaran dari wahyu Allah; ini merupakan sebuah bentuk ketidaksopanan dan ketidakpercayaan, mari kita berjuang melawannya, dan menerima kebenaran sebagaimana kita menemukannya; bersukacita bahwa doktrin-doktrin Firman adalah batu-batu yang tidak dipahat, dan seluruhnya lebih cocok untuk membangun mezbah bagi Tuhan. RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button>\n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\">Mezbah Allah dibangun dari batu-batu yang tidak dipahat, sehingga tidak ada jejak dari keahlian atau usaha manusia yang dapat dilihat darinya. Hikmat manusia senang memotong dan mengatur doktrin-doktrin salib, menjadi sebuah sistem yang dibuat-buat dan lebih cocok dengan selera natur yang berdosa; alih-alih mengembangkan Injil, hikmat duniawi justru mencemari Injil, bahkan sampai berubah menjadi injil yang lain, dan tidak ada kebenaran Allah di dalamnya. Seluruh perubahan dan amandemen terhadap Firman Allah sendiri adalah sebuah pencemaran dan penodaan. Kebanggaan hati manusia sangat gelisah untuk memiliki andil dalam pembenaran jiwa di hadapan Allah; persiapan-persiapan untuk Kristus diimpikan, kerendahan hati dan pertobatan diandalkan, pekerjaan baik dikumandangkan, bakat alami banyak dijunjung, dan dengan seluruh cara, upaya ini dilakukan untuk mengangkat semua usaha manusia di hadapan mezbah ilahi. Ini merupakan hal baik jika orang-orang berdosa dapat mengingat sejauh mana usaha menyempurnakan karya Juruselamat, keyakinan duniawi mereka hanya mencemari dan mempermalukan karya Juruselamat. Hanya Allah yang harus ditinggikan dalam karya penebusan, dan tidak ada satu pun tanda ukiran manusia ataupun tempaan dapat bertahan. Ada penghujatan yang melekat dalam usaha menambah apa yang Kristus Yesus nyatakan sudah genap saat Dia sekarat, atau untuk mengembangkan apa yang dalamnya TUHAN ALLAH telah menemukan kepuasan yang sempurna. Hai pendosa yang gemetar, jauhilah segala beliungmu, dan jatuhlah pada lututmu dalam permohonan yang rendah hati; dan terimalah Tuhan Yesus sebagai mezbah penebusanmu, dan diam di hadirat-Nya. Banyak profesor dapat menyimak peringatan dari bacaan pagi ini terhadap doktrin-doktrin yang mereka percayai. Ada di antara orang-orang Kristen yang cenderung terlalu banyak mencocok-cocokkan dan merangkum kebenaran dari wahyu Allah; ini merupakan sebuah bentuk ketidaksopanan dan ketidakpercayaan, mari kita berjuang melawannya, dan menerima kebenaran sebagaimana kita menemukannya; bersukacita bahwa doktrin-doktrin Firman adalah batu-batu yang tidak dipahat, dan seluruhnya lebih cocok untuk membangun mezbah bagi Tuhan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Mezbah Allah dibangun dari batu-batu yang tidak dipahat, sehingga tidak ada jejak dari keahlian atau usaha manusia yang dapat dilihat darinya. Hikmat manusia senang memotong dan mengatur doktrin-doktrin salib, menjadi sebuah sistem yang dibuat-buat dan lebih cocok dengan selera natur yang berdosa; alih-alih mengembangkan Injil, hikmat duniawi justru mencemari Injil, bahkan sampai berubah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-26762","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":{"id":12887,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=768%2C510&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg"},"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=1024%2C680&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"7","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26762","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=26762"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26762\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":69171,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26762\/revisions\/69171"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=26762"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=26762"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=26762"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}