{"id":26799,"date":"2026-07-18T18:15:42","date_gmt":"2026-07-18T11:15:42","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/dalam-dialah-berdiam-secara-jasmaniah-seluruh-kepenuhan-ke-allahan-dan-kamu-telah-dipenuhi-di-dalam-dia-kolose-29-10\/"},"modified":"2026-07-18T18:15:43","modified_gmt":"2026-07-18T11:15:43","slug":"dalam-dialah-berdiam-secara-jasmaniah-seluruh-kepenuhan-ke-allahan-dan-kamu-telah-dipenuhi-di-dalam-dia-kolose-29-10","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/dalam-dialah-berdiam-secara-jasmaniah-seluruh-kepenuhan-ke-allahan-dan-kamu-telah-dipenuhi-di-dalam-dia-kolose-29-10\/","title":{"rendered":"Merekalah yang terkemudian berangkat menurut panji-panji mereka. [Bilangan 2:31]"},"content":{"rendered":"<button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Perkemahan bani Dan berada di belakang ketika tentara Israel sedang berbaris. Bani Dan menempati tempat paling belakang, tetapi apa pentingnya posisi, karena mereka sungguh-sungguh bagian dari tentara, sama seperti suku-suku yang di depan; mereka mengikuti tiang api dan awan, mereka memakan manna yang sama, meminum dari batu karang rohani yang sama, dan menuju warisan yang sama pula. Datanglah, hatiku, teguhkanlah hatimu, meskipun paling terakhir dan paling sedikit; ini merupakan hak istimewamu untuk menjadi bagian dalam tentara, dan mengikuti sebagaimana mereka mengikuti yang memimpin barisan depan. Seseorang harus berada di tempat paling belakang dalam penghormatan dan penghargaan, seseorang harus melakukan pekerjaan kasar bagi Yesus, dan mengapa bukan saya? Di sebuah desa miskin, di antara warga yang bebal; atau di jalan belakang, di antara orang-orang berdosa yang hina, aku akan bekerja terus, dan \u201cberjalan terkemudian dengan panjiku\u201d. Orang-orang Dan menempati tempat yang sangat berguna. Orang yang tersesat harus dijemput dalam barisan, dan milik yang hilang harus dikumpulkan dari ladang. Roh yang berapi-api mungkin berlari menerjang ke depan melewati jalur setapak untuk belajar kebenaran baru, dan memenangkan lebih banyak jiwa untuk Yesus; tetapi beberapa dari roh yang lebih konservatif mungkin juga terlibat dengan baik dalam mengingatkan gereja terhadap imannya yang mula-mula, dan memulihkan anak-anak yang tersesat. Setiap posisi punya tugasnya masing-masing, dan anak-anak Tuhan yang bergerak perlahan akan menemukan bagian khusus yang di dalamnya dapat membuat mereka mungkin menjadi berkat besar bagi seluruh kaum. Barisan belakang adalah tempat bahaya. Ada musuh-musuh baik di belakang kita maupun yang berada di depan kita. Serangan bisa datang dari segala mata angin. Kita membaca bahwa Kaum Amalek menyerang Israel, dan menewaskan beberapa orang di barisan belakang. Orang Kristen yang berpengalaman akan menemukan banyak yang harus dikerjakan untuk senjatanya dalam membantu jiwa-jiwa yang miskin dan ragu-ragu, putus asa, goyah, yang terbelakang dalam iman, pengetahuan, dan sukacita. Jiwa-jiwa ini tidak boleh dibiarkan begitu saja, dan oleh karena itu menjadi urusan dari orang-orang kudus yang terajar, untuk menanggung panji-panji mereka di antara yang terbelakang. Jiwaku, dengan lembah lembut berjaga-jagalah untuk membantu yang terbelakang hari ini. RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button>\n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\">Perkemahan bani Dan berada di belakang ketika tentara Israel sedang berbaris. Bani Dan menempati <i>tempat paling belakang<\/i>, tetapi apa pentingnya posisi, karena mereka sungguh-sungguh bagian dari tentara, sama seperti suku-suku yang di depan; mereka mengikuti tiang api dan awan, mereka memakan manna yang sama, meminum dari batu karang rohani yang sama, dan menuju warisan yang sama pula. Datanglah, hatiku, teguhkanlah hatimu, meskipun paling terakhir dan paling sedikit; ini merupakan hak istimewamu untuk menjadi bagian dalam tentara, dan mengikuti sebagaimana mereka mengikuti yang memimpin barisan depan. Seseorang harus berada di tempat paling belakang dalam penghormatan dan penghargaan, seseorang harus melakukan pekerjaan kasar bagi Yesus, dan mengapa bukan saya? Di sebuah desa miskin, di antara warga yang bebal; atau di jalan belakang, di antara orang-orang berdosa yang hina, aku akan bekerja terus, dan \u201cberjalan terkemudian dengan panjiku\u201d. Orang-orang Dan menempati <i>tempat yang sangat berguna<\/i>. Orang yang tersesat harus dijemput dalam barisan, dan milik yang hilang harus dikumpulkan dari ladang. Roh yang berapi-api mungkin berlari menerjang ke depan melewati jalur setapak untuk belajar kebenaran baru, dan memenangkan lebih banyak jiwa untuk Yesus; tetapi beberapa dari roh yang lebih konservatif mungkin juga terlibat dengan baik dalam mengingatkan gereja terhadap imannya yang mula-mula, dan memulihkan anak-anak yang tersesat. Setiap posisi punya tugasnya masing-masing, dan anak-anak Tuhan yang bergerak perlahan akan menemukan bagian khusus yang di dalamnya dapat membuat mereka mungkin menjadi berkat besar bagi seluruh kaum. Barisan belakang adalah <i>tempat bahaya<\/i>. Ada musuh-musuh baik di belakang kita maupun yang berada di depan kita. Serangan bisa datang dari segala mata angin. Kita membaca bahwa Kaum Amalek menyerang Israel, dan menewaskan beberapa orang di barisan belakang. Orang Kristen yang berpengalaman akan menemukan banyak yang harus dikerjakan untuk senjatanya dalam membantu jiwa-jiwa yang miskin dan ragu-ragu, putus asa, goyah, yang terbelakang dalam iman, pengetahuan, dan sukacita. Jiwa-jiwa ini tidak boleh dibiarkan begitu saja, dan oleh karena itu menjadi urusan dari orang-orang kudus yang terajar, untuk menanggung panji-panji mereka di antara yang terbelakang. Jiwaku, dengan lembah lembut berjaga-jagalah untuk membantu yang terbelakang hari ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Perkemahan bani Dan berada di belakang ketika tentara Israel sedang berbaris. Bani Dan menempati tempat paling belakang, tetapi apa pentingnya posisi, karena mereka sungguh-sungguh bagian dari tentara, sama seperti suku-suku yang di depan; mereka mengikuti tiang api dan awan, mereka memakan manna yang sama, meminum dari batu karang rohani yang sama, dan menuju [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-26799","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":{"id":12887,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=768%2C510&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg"},"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=1024%2C680&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"7","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26799","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=26799"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26799\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":69180,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26799\/revisions\/69180"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=26799"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=26799"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=26799"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}