{"id":26801,"date":"2026-07-19T18:15:34","date_gmt":"2026-07-19T11:15:34","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/aku-melihat-budak-budak-menunggang-kuda-dan-pembesar-pembesar-berjalan-kaki-seperti-budak-budak-pengkhotbah-107\/"},"modified":"2026-07-19T18:15:35","modified_gmt":"2026-07-19T11:15:35","slug":"aku-melihat-budak-budak-menunggang-kuda-dan-pembesar-pembesar-berjalan-kaki-seperti-budak-budak-pengkhotbah-107","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/aku-melihat-budak-budak-menunggang-kuda-dan-pembesar-pembesar-berjalan-kaki-seperti-budak-budak-pengkhotbah-107\/","title":{"rendered":"TUHAN, Allah kita telah memperlihatkan kepada kita kemuliaan dan kebesaran-Nya. [Ulangan 5:24]"},"content":{"rendered":"<button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Rancangan Allah yang besar di dalam setiap pekerjaan-Nya adalah perwujudan dari kemuliaan-Nya sendiri. Segala tujuan yang kurang dari ini adalah tidak layak bagi Allah. Tetapi, bagaimana seharusnya kemuliaan Allah diwujudkan kepada ciptaan yang telah jatuh seperti kita? Mata manusia tidak hanya satu, dia selamanya memiliki pandangan sekilas terhadap kehormatannya sendiri, menilai terlalu tinggi kekuatannya sendiri, sehingga tidak memenuhi syarat untuk melihat kemuliaan Allah. Ini jelas, bahwa, diri harus disingkirkan, sehingga ada ruang bagi Tuhan untuk ditinggikan; dan inilah alasan mengapa Allah seringkali membawa umat-Nya kepada kesulitan-kesulitan dan kesukaran, sehingga, setelah dibuat sadar akan kebodohan dan kelemahannya, mereka pantas melihat keagungan Tuhan ketika Dia datang untuk mengerjakan pembebasan umat-Nya. Dia yang jalan hidupnya rata dan lancar, akan melihat sedikit kemuliaan Allah, karena mereka hanya memiliki sedikit kesempatan untuk pengosongan diri, dan karenanya, sedikitlah kepantasan untuk diisi dengan wahyu Allah. Mereka yang berlayar di anak sungai dan sungai-sungai dangkal, hanya mengetahui sedikit mengenai Allah yang berkuasa atas badai. Tetapi mereka yang \u201cmelakukan perdagangan di lautan bebas,\u201d [Mazmur 107:23] mereka akan melihat \u201cperbuatan-Nya yang ajaib di tempat yang dalam.\u201d [Mazmur 107:24] Di antara gelombang Atlantik raksasa perkabungan, kemiskinan, pencobaan, dan celaan; kita mempelajari kekuatan TUHAN, karena kita merasakan betapa kecilnya manusia. Maka berterimakasihlah kepada Tuhan, jika Anda telah dipimpin melalui jalan yang kasar: jalan inilah yang memberimu pengalaman akan kebesaran dan kasih Tuhan. Masalah-masalah Anda telah memperkaya Anda dengan kekayaan pengetahuan yang tidak didapat dengan cara lain: pencobaan Anda telah menjadi lekuk gunung [Keluaran 33:22] yang telah TUHAN tetapkan bagi Anda, seperti Tuhan memperlakukan hamba-Nya Musa, sehingga ketika kemuliaan-Nya lewat, Anda boleh melihatnya. Pujilah Allah jika Anda belum diserahkan kepada kegelapan dan kebebalan, yang mungkin melibatkan kemakmuran yang terus-menerus, tetapi di dalam peperangan penderitaan yang besar, Anda telah diberikan kapasitas untuk memancarkan kemuliaan-Nya dalam urusan-Nya yang indah dengan Anda. RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button>\n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\">Rancangan Allah yang besar di dalam setiap pekerjaan-Nya adalah perwujudan dari kemuliaan-Nya sendiri. Segala tujuan yang kurang dari ini adalah tidak layak bagi Allah. Tetapi, bagaimana seharusnya kemuliaan Allah diwujudkan kepada ciptaan yang telah jatuh seperti kita? Mata manusia tidak hanya satu, dia selamanya memiliki pandangan sekilas terhadap kehormatannya sendiri, menilai terlalu tinggi kekuatannya sendiri, sehingga tidak memenuhi syarat untuk melihat kemuliaan Allah. Ini jelas, bahwa, diri harus disingkirkan, sehingga ada ruang bagi Tuhan untuk ditinggikan; dan inilah alasan mengapa Allah seringkali membawa umat-Nya kepada kesulitan-kesulitan dan kesukaran, sehingga, setelah dibuat sadar akan kebodohan dan kelemahannya, mereka pantas melihat keagungan Tuhan ketika Dia datang untuk mengerjakan pembebasan umat-Nya. Dia yang jalan hidupnya rata dan lancar, akan melihat sedikit kemuliaan Allah, karena mereka hanya memiliki sedikit kesempatan untuk pengosongan diri, dan karenanya, sedikitlah kepantasan untuk diisi dengan wahyu Allah. Mereka yang berlayar di anak sungai dan sungai-sungai dangkal, hanya mengetahui sedikit mengenai Allah yang berkuasa atas badai. Tetapi mereka yang \u201cmelakukan perdagangan di lautan bebas,\u201d [<a href=\"https:\/\/alkitab.sabda.org\/?Mazmur%20107:23\">Mazmur 107:23<\/a>] mereka akan melihat \u201cperbuatan-Nya yang ajaib di tempat yang dalam.\u201d [<a href=\"https:\/\/alkitab.sabda.org\/?Mazmur%20107:24\">Mazmur 107:24<\/a>] Di antara gelombang Atlantik raksasa perkabungan, kemiskinan, pencobaan, dan celaan; kita mempelajari kekuatan TUHAN, karena kita merasakan betapa kecilnya manusia. Maka berterimakasihlah kepada Tuhan, jika Anda telah dipimpin melalui jalan yang kasar: jalan inilah yang memberimu pengalaman akan kebesaran dan kasih Tuhan. Masalah-masalah Anda telah memperkaya Anda dengan kekayaan pengetahuan yang tidak didapat dengan cara lain: pencobaan Anda telah menjadi lekuk gunung [<a href=\"https:\/\/alkitab.sabda.org\/?Keluaran%2033:22\">Keluaran 33:22<\/a>] yang telah TUHAN tetapkan bagi Anda, seperti Tuhan memperlakukan hamba-Nya Musa, sehingga ketika kemuliaan-Nya lewat, Anda boleh melihatnya. Pujilah Allah jika Anda belum diserahkan kepada kegelapan dan kebebalan, yang mungkin melibatkan kemakmuran yang terus-menerus, tetapi di dalam peperangan penderitaan yang besar, Anda telah diberikan kapasitas untuk memancarkan kemuliaan-Nya dalam urusan-Nya yang indah dengan Anda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Rancangan Allah yang besar di dalam setiap pekerjaan-Nya adalah perwujudan dari kemuliaan-Nya sendiri. Segala tujuan yang kurang dari ini adalah tidak layak bagi Allah. Tetapi, bagaimana seharusnya kemuliaan Allah diwujudkan kepada ciptaan yang telah jatuh seperti kita? Mata manusia tidak hanya satu, dia selamanya memiliki pandangan sekilas terhadap kehormatannya sendiri, menilai terlalu tinggi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-26801","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":{"id":12887,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=768%2C510&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg"},"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=1024%2C680&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"7","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26801","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=26801"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26801\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":69182,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26801\/revisions\/69182"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=26801"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=26801"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=26801"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}