{"id":26865,"date":"2025-08-01T18:15:34","date_gmt":"2025-08-01T11:15:34","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/engkau-membenci-kefasikan-mazmur-457\/"},"modified":"2025-08-01T18:15:37","modified_gmt":"2025-08-01T11:15:37","slug":"engkau-membenci-kefasikan-mazmur-457","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/engkau-membenci-kefasikan-mazmur-457\/","title":{"rendered":"Biarkanlah aku pergi ke ladang, dan memungut bulir-bulir jelai. [Rut 2:2]"},"content":{"rendered":"<button id=\"listenButton1\" class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" value=\"Play\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\"><span>&#128266; Baca Artikel<\/span><\/button>\n        <script>\n            listenButton1.onclick = function(){\n                if(responsiveVoice.isPlaying()){\n                    responsiveVoice.cancel();\n                }else{\n                    responsiveVoice.speak(\"Diakonia.id - Orang-orang Kristen yang tertunduk dan mempunyai masalah, sekarang datanglah dan panenlah di ladang janji yang luas. Ini adalah kelimpahan dari janji-janji yang berharga, yang secara tepat memenuhi keinginanmu. Ambil perkataan ini: \u201cBuluh yang patah terkulai tidak akan diputuskannya dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkannya\u201d [Yes 42:3]. Tidakkah itu sesuai dengan perkaramu? Sehelai buluh, yang tak berdaya, yang tidak berharga, dan lemah, sehelai buluh yang patah terkulai, yang mana tak ada musik dapat datang; sendirinya lebih lemah daripada kelemahan; sehelai buluh, dan sehelai buluh itu pun patah terkulai, meskipun demikian, Dia tidak akan mematahkanmu; tetapi sebaliknya, akan memulihkan dan menguatkanmu. Kamu seperti sumbu yang pudar nyalanya: tak ada terang, tak ada kehangatan, yang dapat datang darimu; tapi Dia tidak akan memadamkanmu; Dia akan menghembuskan napas manis belas kasihan-Nya sampai Dia menyulutmu menjadi kobaran api. Akankah kamu memungut bulir-bulir jelai yang lain? \u201cMarilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, dan Aku akan memberikan kelegaan kepadamu.\u201d [Mat 11:28] Kata-kata yang begitu halus! Hatimu lembut dan Tuan mengetahui hal tersebut, dan oleh karena itu Dia berbicara begitu lembut kepadamu. Tidakkah kamu akan menuruti Dia, dan datang kepada-Nya bahkan sekarang? Ambil bulir-bulir jelai yang lain: \u201cJanganlah takut, hai si cacing Yakub, Akulah yang menolong engkau, demikianlah firman Tuhan, dan yang menebus engkau ialah Yang Mahakudus, Allah Israel\u201d. [Yes 41:14] Bagaimana kamu dapat menjadi takut dengan jaminan yang mengagumkan seperti ini? Kamu mungkin mengumpulkan sepuluh ribu bulir-bulir emas seperti ini! \u201cAku telah menghapus segala dosa pemberontakanmu seperti kabut diterbangkan angin dan segala dosamu seperti awan yang tertiup.\u201d [Yes 44:22] Atau ini, \u201cSekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba.\u201d [Yes 1:18] Atau ini, \u201cRoh dan pengantin perempuan itu berkata,\u201cMarilah!\u201d Dan barangsiapa yang haus, hendaklah ia datang, dan barangsiapa yang mau, hendaklah ia mengambil air kehidupan dengan cuma-cuma.\u201d [Wahyu 22:17] Ladang tuan kita sangat kaya; lihatlah tangan-tangan yang penuh. Lihat, bulir-bulir jelai tergeletak di depanmu, hai orang yang kurang percaya! Kumpulkanlah bulir-bulir itu, buatlah menjadi kepunyaanmu, sebab Yesus menyuruhmu mengambilnya. Jangan takut, percaya saja! Genggamlah janji-janji manis ini, tebah mereka keluar dengan perenungan dan makanlah dari bulir-bulir itu dengan sukacita. RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\", \"Indonesian Male\");\n                }\n            };\n        <\/script>\n    \n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\">Orang-orang Kristen yang tertunduk dan mempunyai masalah, sekarang datanglah dan panenlah di ladang janji yang luas. Ini adalah kelimpahan dari janji-janji yang berharga, yang secara tepat memenuhi keinginanmu. Ambil perkataan ini: \u201cBuluh yang patah terkulai tidak akan diputuskannya dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkannya\u201d [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Yes%2042:3\">Yes 42:3<\/a>]. Tidakkah itu sesuai dengan perkaramu? Sehelai buluh, yang tak berdaya, yang tidak berharga, dan lemah, sehelai buluh yang patah terkulai, yang mana tak ada musik dapat datang; sendirinya lebih lemah daripada kelemahan; sehelai buluh, dan sehelai buluh itu pun patah terkulai, meskipun demikian, Dia tidak akan mematahkanmu; tetapi sebaliknya, akan memulihkan dan menguatkanmu. Kamu seperti sumbu yang pudar nyalanya: tak ada terang, tak ada kehangatan, yang dapat datang darimu; tapi Dia tidak akan memadamkanmu; Dia akan menghembuskan napas manis belas kasihan-Nya sampai Dia menyulutmu menjadi kobaran api. Akankah kamu memungut bulir-bulir jelai yang lain? \u201cMarilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, dan Aku akan memberikan kelegaan kepadamu.\u201d [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Mat%2011:28\">Mat 11:28<\/a>] Kata-kata yang begitu halus! Hatimu lembut dan Tuan mengetahui hal tersebut, dan oleh karena itu Dia berbicara begitu lembut kepadamu. Tidakkah kamu akan menuruti Dia, dan datang kepada-Nya bahkan sekarang? Ambil bulir-bulir jelai yang lain: \u201cJanganlah takut, hai si cacing Yakub, Akulah yang menolong engkau, demikianlah firman Tuhan, dan yang menebus engkau ialah Yang Mahakudus, Allah Israel\u201d. [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Yes%2041:14\">Yes 41:14<\/a>] Bagaimana kamu dapat menjadi takut dengan jaminan yang mengagumkan seperti ini? Kamu mungkin mengumpulkan sepuluh ribu bulir-bulir emas seperti ini! \u201cAku telah menghapus segala dosa pemberontakanmu seperti kabut diterbangkan angin dan segala dosamu seperti awan yang tertiup.\u201d [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Yes%2044:22\">Yes 44:22<\/a>] Atau ini, \u201cSekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba.\u201d [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Yes%201:18\">Yes 1:18<\/a>] Atau ini, \u201cRoh dan pengantin perempuan itu berkata,\u201cMarilah!\u201d Dan barangsiapa yang haus, hendaklah ia datang, dan barangsiapa yang mau, hendaklah ia mengambil air kehidupan dengan cuma-cuma.\u201d [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Wahyu%2022:17\">Wahyu 22:17<\/a>] Ladang tuan kita sangat kaya; lihatlah tangan-tangan yang penuh. Lihat, bulir-bulir jelai tergeletak di depanmu, hai orang yang kurang percaya! Kumpulkanlah bulir-bulir itu, buatlah menjadi kepunyaanmu, sebab Yesus menyuruhmu mengambilnya. Jangan takut, percaya saja! Genggamlah janji-janji manis ini, tebah mereka keluar dengan perenungan dan makanlah dari bulir-bulir itu dengan sukacita.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Orang-orang Kristen yang tertunduk dan mempunyai masalah, sekarang datanglah dan panenlah di ladang janji yang luas. Ini adalah kelimpahan dari janji-janji yang berharga, yang secara tepat memenuhi keinginanmu. Ambil perkataan ini: \u201cBuluh yang patah terkulai tidak akan diputuskannya dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkannya\u201d [Yes 42:3]. Tidakkah itu sesuai dengan perkaramu? [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jetpack_post_was_ever_published":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-26865","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":{"id":12887,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=768%2C510&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg"},"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=1024%2C680&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"137","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26865","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=26865"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26865\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":68015,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26865\/revisions\/68015"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=26865"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=26865"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=26865"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}